2008, Kanim Nunukan Terbitkan 52.008 Paspor

Kamis, 15 Januari 2009
NUNUKAN – Dari data Kantor Imigrasi Nunukan, sepanjang 2008 lalu telah diterbitkan 52.008 paspor. Terdiri dari 32.954 paspor 24 halaman dan 19.054 paspor 48 halaman.
Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan penerbitan paspor di tahun 2007, yang berjumlah 87.678 paspor. Terdiri dari 75.484 paspor 24 halaman dan 12.194 paspor 48 halaman.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Malfa Asdi mengungkapkan, jika penerbitan paspor untuk 2008 mengalami penurunan, pengeluaran dan perpanjangan Pas Lintas Batas (PLB) mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan. 
“Tahun 2007 ada 19.541 pengeluaran dan perpanjangan PLB. Sedangkan 2008 ada 21.971 PLB. Jumlah PLB ini dikeluarkan dan diperpanjang di Kanim Nunukan, Pos Lumbis, Pos Krayan dan Pos Sei Pancang,” jelasnya.
Sementara itu di tahun 2008, ada 4.938 WNI yang dideportasi dari negara lain khususnya Malaysia (repatriasi), sedangkan warga negara asing (WNA) yang dideportasi dari Nunukan sebanyak 20 orang. “Mereka kebanyakan dari Malaysia, Philipina, Bangladesh dan Timor Leste. Dari jumlah tersebut, 2 orang diantaranya sudah dipenjara di Lapas Nunukan,” katanya.
Selain itu, di 2008 ada 558 anak yang ditolak keberangkatannya ke Malaysia, karena tak memiliki dokumen perjalanan. Dari 558 anak ini, 311 diantaranya anak laki-laki dan 247 anak perempuan.
Dari rekapitulasi tersebut, Imigrasi mengakui minimnya anggaran untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Nunukan. “Kalau dana kurang, akhirnya sosialisasi juga kurang,” ungkapnya.
Padahal, masih ada informasi yang belum diketahui masyarakat Nunukan, baik mengenai dokumen perjalanan warga sipil, maupun dokumen TKI. “TKI itu termasuk dalam ketenagakerjaan dan perburuhan. Banyak TKI ilegal di Malaysia, seharusnya koordinasi antar pemerintah ditingkatkan intensitasnya,” harapnya.
Ia lantas menyebutkan beberapa permasalahan keimigrasian, terlebih di Nunukan. Diantaranya, Provinsi Kaltim khususnya Nunukan bukanlah daerah potensi tenaga kerja ke luar negeri menjadi TKI, melainkan daerah transit tempat keluar masuk dari dan ke Nunukan-Sabah Malaysia.
Lalu masih adanya sebagian masyarakat yang kurang memahami kegunaan dokumen keimigrasian (paspor dan PLB), untuk melakukan perlintasan antar negara Indonesia-Malaysia, yang mengakibatkan seringnya terjadi WNI atau TKI tanpa dokumen keimigrasian, tertangkap aparat Malaysia.
TKI yang bekerja di Serawak, Malaysia, paspornya ditahan majikan dan sebagai gantinya hanya diberi Kartu Pengenalan Pekerja Asing yang dikeluarkan pejabat Imigresen Malaysia.
Kemudian masih adanya WNI atau TKI keluar masuk dari dan ke Sabah-Nunukan, menggunakan alat angkut resmi, tanpa dilengkapi dokumen perjalanan. Selanjutnya ada juga WNI atau TKI yang keluar masuk Sabah-Nunukan melalui jalur tidak resmi. Baik itu lewat darat dan laut (Kalabakan dan Long Midang Krayan). “Yang lebih parah, masih ada saja WNI atau TKI yang berangkat ke Sabah Malaysia membawa anak-anak yang tidak dilengkapi dokumen perjalanan,” tandasnya.(dew)

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 15 Januari 2009 )
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s