Larangan Nonton TV

Pada dasarny, wanita tidak boleh melihat televisi jika siarannya memperdengarkan alat-alat hiburan dan musik. Juga jika penyiarnya laki-laki, karena dengan demikian dia akan melihat laki-laki tersebut. Padahal kita telah diperintahkan untuk menundukkan pandangan dari kaum laki-laki.

Sedangkan jika siarannya tidak memperdengarkan musik dan penyiarnya bukan laki-laki, maka tetap diperintahkan untuk menjauhinya/meninggalkannya karena melihat televisi itu akan membuka pintu-pintu kejelekan, Namun perlu diketahui bahwa meninggalkannya itu lebih baik. Dan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat adalah kewajiban kita.

Televisi mengandung beberapa kerusakan, di antaranya adalah gambar (makhluk yang bernyawa). Sungguh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

لاَ تَدْخُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةٌ

“Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar (makhluk yang bernyawa).” (Mutaffaqun ’alaih dari hadits Abu Thalhah)

Bagaimanapun juga, dampak negatif televisi sangatlah banyak.

(Dinukil dari نصيحتي للنساء (Nasehatku Untuk Kaum Wanita) karya Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah, hal. 325, soal ke-10, penerjemah: Al-Ustadz Muhaimin, penerbit: Pustaka Ar-Rayyan Solo, untuk http://almuslimah.co.nr dengan tambahan teks Arab dari penerbit Darul Atsar Yaman, hal. 281-282)

Baca juga:

* Hukum Televisi, Video, Kamera, Fotografi, Gambar dan Lukisan Makhluk Bernyawa oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullaahu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s