Manusia Jawa Purba

Manusia. Penghuni paling tangguh di muka bumi. Saat dinosaurus punah ditelan zaman, manusia bertahan. Spesies lain boleh kalah dilumat iklim, manusia cukup piawai beradaptasi. Alam dan waktu berubah, manusia tetaplah manusia. Populasinya terus tumbuh, membuat dunia kian sesak.

Berakhirnya periode zaman es, penyebaran manusia yang luas telah mengubah Tanah Jawa yang sunyi. Ketika itulah hidup dan berkembang biak manusia pertama di Nusantara. Dunia arkeologi menyebut, Phitecantropus Erectus si manusia berjalan tegak. Atap tengkoraknya ditemukan dokter muda asal Belanda, Eugene Dubois di Desa Trinil, Jawa Tengah.

Hasil pelacakan membuktikan fosil manusia purba ini berusia lebih dari 1,5 juta tahun. Perdebatan panjang teori evolusi Charles Darwin yang kontroversial kembali meruyak. Memantik pendapat banyak kalangan yang menganggap bentuk pertama manusia adalah kera. Phitecantropus Erectus dianggap missing link bagian yang raib dari tahapan evolusi.

Selain Trinil, Sangiran juga ladang harta karun kaum arkeolog. Terletak di utara Solo, wilayah perbukitan ini ibarat kotak pandora raksasa yang kerap meletupkan kejutan dunia arkeologi. Arealnya besar, sekitar delapan kali luas lapangan sepak bola. Seluas itu pulalah fosil-fosil purba yang terpendam di tanah Sangiran berserakan.

Sembilan tahun silam, Harry Widianto yang merupakan doktor alumni Institut de Paleontologie Humaine Prancis ini menemukan fosil berusia 1.200 tahun berupa batu tajam. Diduga batu digunakan untuk menyayat. Penemuan ini menjadi bukti terkuno budaya kerja manusia di kawasan Asia. Belum ada penemuan setua ini di Asia selain Indonesia.

Kembali lagi ke teori Darwin. Kera dan manusia adalah dua spesies yang terus diperbincangkan. Padahal teori Darwin tercetus jauh sebelum fosil purba ditemukan. Jejak masa lampau terurai lewat artefak-artefak yang telah membatu. Begitu banyak jenis mahkluk hidup yang kalah. Mastodon salah satunya, gajah purba atau raksasa.

Bumi belum lelah berputar tapi dunia kian tua. Alam berubah, mahkluk hidup datang dan hilang. Mengisahkan sejarah yang tak pernah putus dari dalam tanah. Dan sebagian cerita itu ada di sini di tanah purba Sangiran. Riwayat Indonesia pra sejarah belumlah tamat. Penelitian demi penggalian terus berlangsung. Berharap muncul fosil baru.

Truman Simanjuntak, arkeolog yang tak pernah letih melacak jejak masa lampau. Bersama sepuluh peneliti lain, Truman memburu repihan fosil. Profesor yang mendalami teknologi alat-alat batu prasejarah di Institut de Paleontologie Humanie ini percaya beragam segi kehidupan purba bisa dilihat dari jenis dan bentuk alat kerjanya.

Satu dari sekian lahan di Sangiran adalah Grogol Wetan. Di tempat ini membangkitkan keyakinan adanya penyebaran periode kedua dari Afrika ke Asia Tenggara pada 800 ribu tahun lalu. Penggalian ini melengkapi penemuan serupa 21 tahun sebelumnya di Ngebung, titik lain di Sangiran. Tak sia-sia, artefak dan fosil binatang pun berceceran.

Jawa adalah jelmaan tanah purba. Menjadi kawasan istimewa yang padat sejarah. Sejarah agung tentang evolusi manusia.

Satu pemikiran pada “Manusia Jawa Purba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s