Asy-Syu’ara

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

MUHAMMAD SAW TIDAK USAH BERSEDIH HATI TERHADAP KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN

Ayat 1-9

1 Ta Sin Mim. 2 Inilah ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan. 3 Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. 4 Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. 5 Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. 6 Sungguh mereka telah mendustakan (al-Qur’an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. 7 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? 8 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. 9 Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH NABI MUSA AS

Ayat 10-68

Perintah Tuhan kepada Nabi Musa AS untuk menyeru Fir’aun Ayat 10-17

10 Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang lalim itu, 11 (yaitu) kaum Fir’aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?” 12 Berkata Musa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. 13 Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun. 14 Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.” 15 Allah berfirman, “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan), 16 Maka datanglah kamu berdua kepada Fir’aun dan katakanlah olehmu, “Sesungguhnya kami adalah Rasul Tuhan semesta alam, 17 lepaskanlah Bani Isra’il (pergi) beserta kami.”

Soal jawab antara Musa AS dan Fir ‘aun Ayat 18-51

18 Fir’aun menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. 19 dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.” 20 Berkata Musa, “Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf. 21 Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. 22 Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Isra’il.” 23 Fir’aun bertanya, “Siapa Tuhan semesta alam itu?” 24 Musa menjawab, “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya.” 25 Berkata Fir’aun kepada orang-orang sekelilingnya, “Apakah kamu tidak mendengarkan?” 26 Musa berkata (pula), “Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu.” 27 Fir’aun berkata, “Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila.” 28 Musa berkata, “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya, (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal.” 29 Fir’aun berkata, “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.” 30 Musa berkata, “Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendati pun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?” 31 Fir’aun berkata, “Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar.” 32 Maka Musa melemparkan tongkatnya, yang tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata. 33 Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya. 34 Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada di sekelilingnya, Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, 35 ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?” 36 Mereka menjawab, “Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir), 37 niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu’. 38 Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang maklum, 39 dan dikatakan kepada orang banyak, “Berkumpullah kamu sekalian. 40 semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang” 41 Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, mereka bertanya kepada Fir’aun, “Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?” 42 Fir’aun menjawab, “Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku).” 43 Berkatalah Musa kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu Lemparkan.” 44 Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata, “Demi kekuasaan Fir’aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang.” 45 Kemudian Musa melemparkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu. 46 Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah). 47 mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, 48 (yaitu) Tuhan Musa dan Harun.” 49 Fir’aun berkata, “Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya.” 50 Mereka berkata, “Tidak ada kemudaratan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, 51 sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman.”

Perintah Tuhan kepada Musa AS untuk menyelamatkan Bani Isra’il dari Fir’aun dan pembinasaan Fir’aun Ayat 52-68

52 Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Isra’il), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli.” 53 Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. 54 (Fir’aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Isra’il) benar-benar golongan kecil, 55 dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, 56 dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.” 57 Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, 58 dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, 59 demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Isra’il. 60 Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. 61 Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” 62 Musa menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” 63 Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. 64 Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. 65 Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. 66 Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. 67 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. 68 Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH IBRAHIM AS

Ayat 69-104

69 Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. 70 Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?” 71 Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.” 72 Berkata Ibrahim, “Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa) mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?, 73 atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?” 74 Mereka menjawab, “(Bukan karena itu) sebenarnya Kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.” 75 Ibrahim berkata, “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, 76 kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, 77 karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, 78 (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, 79 dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, 80 dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, 81 dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), 82 dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.” 83 (Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, 84 dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, 85 dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, 86 dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, 87 dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, 88 (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, 89 kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, 90 dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, 91 dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat”, 92 dan dikatakan kepada mereka, “Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya) 93 selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?” 94 Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, 95 dan bala tentara iblis semuanya. 96 Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka, 97 “demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, 98 karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.” 99 Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. 100 Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun, 101 dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, 102 maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.” 103 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. 104 Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH NUH AS DENGAN KAUMNYA

Ayat 105-122

105 Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. 106 Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? 107 Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 108 maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 109 Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. 110 Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” 111 Mereka berkata, “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” 112 Nuh menjawab, “Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? 113 Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari. 114 Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. 115 Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan.” 116 Mereka berkata, “Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam.” 117 Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; 118 maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mu’min besertaku.” 119 Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. 120 Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. 121 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. 122 Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH HUD AS

Ayat 123-140

123 Kaum ‘Ad telah mendustakan para rasul. 124 Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? 125 Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 126 maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 127 Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. 128 Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, 129 dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? 130 Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. 131 Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 132 Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. 133 Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, 134 dan kebun-kebun dan mata air, 135 sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar.” 136 Mereka menjawab, “Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat, 137 (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu, 138 dan kami sekali-kali tidak akan di “azab.” 139 Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. 140 Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH SHALIH AS

Ayat 141-159

141 Kaum Samud telah mendustakan rasul-rasul. 142 Ketika saudara mereka, Shalih, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? 143 Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 144 maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 145 Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. 146 Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, 147 di dalam kebun-kebun serta mata air, 148 dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. 149 Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; 150 maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; 151 dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, 152 yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.” 153 Mereka berkata, “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir; 154 Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar.” 155 Shalih menjawab, “Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. 156 Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.” 157 Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, 158 maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. 159 Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH LUTH AS DENGAN KAUMNYA

Ayat 160-175

160 Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, 161 ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?” 162 Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 163 maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 164 Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. 165 Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, 166 dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” 167 Mereka menjawab, “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir” 168 Luth berkata, “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.” 169 (Luth berdoa), “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” 170 Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua, 171 kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. 172 Kemudian Kami binasakan yang lain. 173 Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. 174 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. 175 Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

KISAH SYU’AIB AS

Ayat 176-191

176 Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; 177 ketika Syu’aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?, 178 Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 179 maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; 180 dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. 181 Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; 182 dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. 183 Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; 184 dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.” 185 Mereka berkata, “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir, 186 dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. 187 Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. 188 Syu’aib berkata, “Tuhan-ku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 189 Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. 190 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. 191 Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

AL-QUR’AN DIBAWA TURUN OLEH JIBRIL KEPADA NABI MUHAMMAD SAW DALAM BAHASA ARAB

Ayat 192-227

Perintah memberi peringatan kepada keluarga dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin Ayat 192-220

192 Dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, 193 dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), 194 ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, 195 dengan bahasa Arab yang jelas. 196 Dan sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. 197 Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra’il mengetahuinya? 198 Dan kalau al-Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, 199 lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. 200 Demikianlah Kami masukkan al-Qur’an ke dalam hati orang-orang yang durhaka. 201 Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, 202 maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, 203 lalu mereka berkata, “Apakah kami dapat diberi tangguh?” 204 Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami? 205 Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, 206 Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, 207 niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. 208 Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; 209 untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku lalim. 210 Dan al-Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. 211 Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur’an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. 212 Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar al-Qur’an itu. 213 Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. 214 Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, 215 dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. 216 Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”; 217 Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, 218 Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), 219 dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. 220 Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Setan turun kepada pembohong-pembohong, dan peringatan kepada penyair-penyair Ayat 221-227

221 Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? 222 Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, 223 mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. 224 Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. 225 Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, 226 dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?, 227 kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kelaliman. Dan orang-orang yang lalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

Keterangan:

Surah Asy-Syu’ara adalah surah ke-26 dari Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surah ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan para penyair Arab di zaman jahiliyah. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al-Quran dituduh sebagai syair, Al-Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Pokok isi

  1. Keimanan: Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul- rasul-Nya dan keselamatan mereka. Al Quran benar- benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril a.s. (Ruuhul amiin); hanya Allah yang wajib disembah.
  2. Hukum-hukum: Keharusan memenuhi takaran dan timbangan; larangan mengubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafat- khurafat, dan kebohongan-kebohongan.
  3. Kisah-kisah: Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun; kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya (Tsamud); kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya (Ad), kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan penduduk Aikah.
  4. Dan lain-lain: Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama; tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-perobahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa; petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya; turunnya kitab Al Quran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab- kitab suci dahulu.

—Arief—

Satu pemikiran pada “Asy-Syu’ara

  1. Ping balik: Terjemahan Al-Qur’an | ArifuddinAli's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s