Kisah kegigihan pasukan Islam taklukkan benteng Khaibar

20130722-benteng-khaibarPertempuran Khaibar merupakan salah satu pertempuran yang paling sengit terjadi sepanjang sejarah penyebaran Islam. Dalam pertempuran ini, Umat Islam yang dipimpin langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW menghadapi musuh sangat kuat yaitu Yahudi dari Bani Nadhir.

Kelompok Yahudi kala itu berlindung di benteng yang terletak di Khaibar, 150 KM dari kota Madinah. Khaibar merupakan dataran subur karena terkenal sebagai sumber mata air di tengah gurun pasir.

Benteng ini dibangun dengan sistem pertahanan yang berlapis-lapis. Hal itu membuat setiap lawan akan kewalahan untuk menggempur perlindungan yang dibuat kelompok Yahudi itu. Bahkan, pasukan Romawi yang terkenal kuat pun tak sanggup meruntuhkan benteng Khaibar.

Hal serupa juga dialami Umat Islam. Rasulullah bahkan sampai mengganti komandan pasukan sebanyak tiga kali karena susahnya menembuh sistem pertahanan benteng Khaibar.

Komandan pertama yang ditunjuk oleh Rasulullah adalah Abu Bakar As Shiddik. Abu Bakar kemudian mencoba langsung melakukan penggempuran, tetapi gagal. Sehingga Rasulullah harus mengganti Abu Bakar dengan Umar bin Khattab.

Harapan sempat tertambat pada Umar. Tetapi, lagi-lagi kegagalan yang diraih. Umar tidak sanggup mendobrak pertahanan kelompok Yahudi.

Akhirnya, Rasulullah menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk memimpin pasukan. Di tangan Ali lah ternyata benteng yang berlapis-lapis itu dapat dikuasai.

Strategi yang dipakai Ali adalah semaksimal mungkin menyerang benteng pada bagian gerbang. Dia tidak mau mengambil resiko untuk menggempur keliling benteng, karena ancaman yang dihadapi sangat jelas.

Strategi itu pun berhasil. Ali menguasai pintu gerbang dan menjadikannya sebagai tameng untuk maju. Ali beserta pasukannya pun mencoba untuk terus maju menembus lapis demi lapis benteng Khaibar.

Semua benteng dapat dikuasai Ali, tetapi hanya satu lapis yang belum ditaklukkan, yakni Benteng Zubair. Di benteng inilah para pasukan Yahudi berlindung dan mengadakan perlawanan secara besar-besaran hingga membuat pasukan Muslim kewalahan.

Keputusan kemudian diambil. yaitu mengepung benteng Zubair. Berkali-kali kelompok Yahudi diminta untuk berperang secara terbuka oleh Umat Islam, mereka tetap saja memilih bertahan.

Menghadapi situasi seperti itu, akhirnya tentara Umat Islam menghambat saluran air yang menuju ke dalam benteng. Cara itu ternyata terbukti efektif untuk memaksa kelompok Yahudi keluar benteng dan berperang secara terbuka.

Peperangan pun terjadi dan kelompok Yahudi pun kalah. Mereka kemudian menyerahkan sepenuhnya Benteng Khaibar kepada Umat Islam.

Sumber: merdeka.com – Sabtu, 20 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s