Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari – Bab IV

Bab Jang KeempatPeri meriwajatkan Phileas Fogg sangat menghérankan boedaknja Passepartout. 

80hari-kelilingduniaDjam poekoel toedjoeh lebih doea poeloeh lima menit, maka Phileas Fogg memberi tabik kepada teman-temannja di Reform-club, laloe poelang, jaïtoe setelah menang main whist doea poeloeh guinea banjaknja. Poekoel delapan koerang sepoeloeh menit, sampailah Phileas Fogg keroemahnja.

Passepartout héran melihat toeannja datang itoe, karena ia tahoe benar-benar bahwa toeannja soedah beroebah ‘adatnja, jang kebiasaannja tetap poelangnja poekoel doea belas, sekarang soedah di roemah sebelum waktoenja.

Tatkala Phileas Fogg sampai keroemah ia teroes masoek kedalam biliknja, seraja berseroe-seroe memanggil boedaknja, katanja: „Passepartout!”

Passepartout tiada menjahoet, karena pada ingatannja boekan ialah jang dipanggil, sebab tatkala itoe beloem waktoenja ia dipanggil oléh toeannja.

Toeannja memanggil dengan sabar: „Passepartout!”

Passepartout laloe pergi keloténg menghadap toeannja.

Phileas Fogg berkatalah: „Soedah doea kali engkau koepanggil, mengapakah ta’ datang?”

Maka djawab boedaknja: „Ja toean, hamba ta’ lekas datang, sebab menoeroet peratoeran toean beloem waktoenja hamba dipanggil,” sambil memegang daftar peringatan pekerdjaannja jang diterimanja dari toeannja itoe.

Maka kata toeannja: „Benarlah, Passepartout, saja tahoe bahwa engkau ta’ salah, saja tiada akan marah kepadamoe. Dengarlah Passepartout, dalam sepoeloeh menit ini kita akan berangkat ke Dover dan Calais.”

Setelah Passepartout mendengar perintah toeannja itoe, maka beroebahlah romah moekanja, seolah-olah tidak terang kepadanja apa jang dikatakan toeannja.

Kemoedian Passepartout bertanja kepada toeannja, katanja: „Hendak pindah tempatkah toean?”

Sahoet Phileas Fogg: „Boekan pindah, tetapi kita hendak berdjalan mengelilingi doenia.”

Demi Passepartout mendengar kata toeannja itoe, tertjenganglah ia beberapa sa’at lamanja, sambil mengoelang perkataan toeannja itoe seolah-olah ta’ pertjaja: „Mengelilingi doenia?”

Phileas Fogg mendjawab: „Ja, benar, mengelilingi doenia dalam delapan poeloeh hari. Waktoe sedikit lagi, Passepartout, kita haroes lekas-lekas berangkat!”

Passepartout menggojangkan kepalanja, sambil berkata: „Tetapi toean, tiadakah kita menjediakan peti-peti pakaian kita dahoeloe?”

Kata toeannja: „Ta’ oesah kita membawa peti-peti pakaian, seboeah sitak tjoekoeplah. Masoekkanlah kedalam sitak itoe doea helai kemédja pelanin dan tiga pasang kaoes kaki, demikian djoega bagimoe; didjalan kita beli apa jang koerang. Kaubawa djoega djas dan plaidkoe[1]. Pakailah sepatoe jang koeat, meskipoen kita beloem hampir hendak berangkat. Ajoehlah, lekas-lekas !”

Passepartout hendak mendjawab perkataan toeannja, tetapi ta’ dapat, karena tiada sempat lagi. Ia keloear dari bilik toeannja laloe pergi kebiliknja dan mendjatoehkan dirinja diatas koersi, karena merasa letih seloeroeh toeboehnja, seraja berkata sama sendirinja: „Wahai, sial benar badankoe ini. Dahoeloe koekira akan boléh hidoep senang tinggal disini, tetapi sekarang sekonjong-konjong mesti mengikoet toean keliling doenia!”

Dengan léngah Passepartout mengoempoelkan segala alatnja dalam pelajaran keliling doenia dalam delapan poeloeh hari itoe! Maka pada pikirannja gilalah toeannja itoe. Boléh djoega barangkali hanja hendak mempermainkan dia sahadja. Toeannja hendak pergi ke Dover, ke Calais, boléh djadi! Bagi Passepartout jang telah lima tahoen meninggalkan tanah airnja njatalah akan menjenangkan hatinja. Kalau toeannja pergi ke Paris lebih soekalah ia, boléh melihat kota besar itoe poela. Karena toeannja koerang soeka berdjalan-djalan, tentoe toeannja akan senang tinggal disana. Akan tetapi mengingat toeannja itoe biasanja soeka tinggal diroemah sadja, maka Passepartout koerang pertjaja soenggoehkah toeannja itoe hendak pergi berlajar.

Djam poekoel delapan Passepartout menjediakan sitak jang berisi pakaian toeannja dan pakaiannja sendiri, laloe ia keloear dari biliknja, sedang pikirannja masih hiroe-biroe, kemoedian ditoetoepnja dan dikoentjinja pintoe biliknja itoe. Passepartout pergi menghadap toeannja lagi.

Toeannja djoega telah siap akan berangkat. Phileas Fogg membawa seboeah boekoe Bradshaw’s continental railway-steam- transit and general guide, jaïtoe seboeah kitab jang berisi keterangan-keterangan jang perloe dipakai dalam pelajaran, laloe ia meminta sitak jang dipegang oléh Passepartout itoe dan dimasoekkannja kedalamnja seikat oeang kertas jang boléh lakoe seantéro doenia.

Selesai dari pada itoe bertánjalah ia kepada boedaknja, katanja: „Hai Passepartout, ta’ ada barang jang loepa?”

Djawab Passepartout: „Tiada, toean!”

„Dimanakah djas dan plaidkoe?”

„Inilah, toean !”

Maka kata toeannja : „Baiklah, bawalah sitak ini !” sambil memberikan sitak itoe : „Ingat, djaga baik-baik sitak itoe, sebab didalamnja ada doea poeloeh riboe pond sterling!”

Setelah Passepartout mendengar perkataan toeannja itoe, hampirlah djatoeh boengkoesan jang berisi oeang itoe dari tangannja, seolah-olah ia merasa berat wang sekian banjaknja itoe.

Setelah meréka mengoentjikan pintoe roemah jang akan ditinggalkan itoe baik-baik, maka toeroenlah meréka dari atas loténg.

Beberapa keréta ada berhenti dioedjoeng Saville Row. Phileas Fogg dan boedjangnja naiklah keatas seboeah keréta jang dinamakan cab, dan dengan tergesa-gesa kedoeanja menoedjoe kestation Charing-Cross, jaïtoe seboeah tjabang dari pada djalan keréta api Ooster-spoorweg.

Djam poekoel delapan lebih doea poeloeh menit, maka cab jang dinaiki meréka itoe berhentilah dimoeka pagar besi station. Passepartout melontjat keloear dari keréta itoe; toeannja mengikoet dia dan membajar séwa keréta.

Pada sa’at itoe, djoega maka datanglah seorang perempoean miskin menoentoen seorang anak. Perempoean itoe tiada bersepatoe, topinja soedah boeroek dan soedah tanggal2 boeloenja; sehelai sjal jang robak-rabik menoetoepi pakaiannja jang soedah kojak-kojak itoe. Perempoean itoe menoedjoe kepada Phileas Fogg dan meminta sedekah kepadanja.

Fogg, memberi kepadanja doea poeloeh guinea, jaïtoe kemenangan ketika main whist.

Maka kata Phileas Fogg : „Hai perempoean, inilah bagianmoe ; saja amat bersoekatjila berdjoempa dengan dikau.”

Habis berkata itoe, laloe ia teroes berdjalan.

Passepartout melihat perboeatan toeannja itoe, keloearlah air matanja, dan jakinlah ia sekarang akan kebaikan hati toeannja itoe.

Fogg dengan boedaknja masoek kedalam wachtkamer (bilik perhentian). Maka~ disoeroehnja Passepartout membeli kartjis kelas satoe ke Parijs. Ketika Phileas memalingkan dirinja, maka dilihatnja kelima orang temannja jang di Reform-club tadi ada disitoe.

Phileas Fogg berkata kepada teman-temannja itoe : „Hai toean-toean, sekarang saja hendak berangkat; maka toean-toean kemoedian hari boléh melihat akan perdjalanankoe didalam soeratkoe jang disaksikan dengan tanda-tanda tangan oléh orang-orang jang bola dipertjajaï.”

Djawab Ralph Gauthier: ,,O, toean Fogg, itoe sama sekali ta’ perloe. Kami sekalian soedah pertjaja atas kesoetjian hati toean sebagai orang baik-baik.”

Sahoet Phileas Fogg : „Tetapi demikian sebaiknja!”

Andrew Stuart menjamboeng perkataan itoe : „Toean Fogg, djangan loepa akan poelang! . . . . . . . .”

Djawab Phileas Fogg: „Ja toean, saja akan kembali dalam delapan poeloeh hari, jaïtoe pada malam Ahad poekoel sembilan koerang seperempat 21 December 1872.”

„Selamat djalan, toean Fogg.”

„Sampai waktoe kita bertemoe lagi, toean-toean !”

Djam poekoel sembilan koerang seperempat Phileas Fogg dan boedaknja doedoek bersama-sama didalam keréta api. Lima meint lagi maka terdengarlah boenji lesit jang langsing dan bergeraklah kereta api.

Pada waktoe itoe malam amat gelap. Maka toeroenlah hoedjan rintik-rintik tiada berhentinja semalam-malaman itoe. Phileas Fogg doedoek disoedoet keréta dengan tiada mengeloearkan sepatah katapoen. Passepartout, jang roepanja masih terkedjoet djoea sedikit, memegang sitak jang berisi oeang kertas itoe koeat-koeat dan ditekannja keras-keras pada toeboehnja.

Akan tetapi sebeloem keréta api melaloei Sydenham, maka Passepartout berteriak seperti orang jang poetoes harap.

Phileas Fogg bertanja: „Ada apa?”

Maka djawab Passepartout: „Ja toean, . . . . dari sebab tergesa-gesa kita berangkat . . . . . maka saja . . . . . loepa . . . . . “

„Apakah jang loepa?”

„Saja loepa memadamkan lampoe gas dibilik saja!”

Kata Phileas Fogg seperti tiada pedoeli : ,,O, kalau demikian, nanti engkau sendiri membajar harga gas jang habis itoe.”

 

←Bab III
Bab V→

2 pemikiran pada “Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari – Bab IV

  1. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | ArifuddinAli's Blog

  2. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | Aneka Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s