BAB 11 : Mengelilingi Doenia Dalam 80 Hari

Bab Jang KesebelasPeri meriwajatkan Phileas Fogg membeli kendaraan jang amat mahal harganja. 

Maka keréta api jang dinaiki oléh Phileas Fogg itoe berangkatlah pada waktoe jang ditentoekan. Penoempang keréta api itoe adalah bermatjam-matjam, jaïtoe opsir-opsir, amtenar-amtenar Pemerintahan dalam negeri, saudagar-saudagar madat dan nila, jang bermaksoed hendak mengoeroeskan dagangannja pada bahagian tanah Hindia sebelah timoer.

Passepartout doedoek bersama-sama dengan toeannja dálam seboeah keréta. Disoedoet ada lagi seorang penoempang jang lain. Maka penoempang jang ketiga itoe ialah generaal-brigade Francis Cromarty, jaïtoe seorang dari pada teman Fogg jang main whist dalam kapal dari Suez ke Bombay ; maka djenderal itoe hendak pergi mendapatkan tenteranja di Benares.

Francis Cromarty itoe ialah seorang jang tinggi badannja, ramboetnja mérah-mérah emas, ‘oemoernja kira-kira lima poeloeh tahoen; itoelah seorang jang amat berboeat djasa waktoe poperangan akan membinasakan pemberontakan bangsa Sipai dan roepanja hampir-hampir seperti Boemipoetera. Dari ketjil ia tinggal tetap ditanah Hindia dan djarang-djarang tinggal dinegeri Inggeris. Maka toean itoe seorang jang banjak djoega pengetahoeannja dan ia soeka sekali mentjeriterakan hal ‘ada isti’adat, sedjarah dan pemerintah tanah Hindia, kalau Phileas Fogg bertanjakan hal itoe kepadanja. Tetapi Phileas Fogg senantiasa tinggal diam sadja, tiada bertanjakan apa-apa. Fogg itoe tidak boléh dikatakan seorang jang tengah ada dalam perdjalanan, karena roepanja seolah-olah hanja hendak memboeat peta perédaran doenia dalam pikiran sahadja; boléh dikatakan djoega seperti seboeah benda, jang berkeliling doenia atau seperti seboeah mesin jang berdjalan. Pada saat itoe ia menghitoeng-hitoeng dalam hatinja: soedah berapa djam ia berdjalan sedjak dari London ; apabila Phileas Fogg itoe sebagai orang jang kebanjakan, nistjaja ia akan memperlihatkan kegirangan hatinja djoega, karena beroentoeng waktoe sebanjak itoe.

Francis Cromarty tahoe djoega, bahwa Phileas Fogg itoe amat gandjil ‘adatnja, meskipoen hanja waktoe bersama-sama main whist itoe sadja ia baroe berkenalan dengan Fogg itoe. Djenderal itoe atjap kali berpikir, dan bertanja kepada dirinja sendiri, adakah Phileas Fogg mempoenjaï perhatian djoega seperti orang jang biasa, adakah dia mempoenjaï belas kasihan, mempoenjaï nafsoe akan barang apa jang indah seperti orang lain? Apabila Francis Cromarty memikirkan keadaan Fogg hanja sebagai patoeng atau soeatoe benda jang ta’ bernjawa itoe, maka hampir-hampir ia ta’ pertjaja, bahwa Phileas Fogg mempoenjai ingatan djoega. Djenderal Francis Cromarty biasa melihat beberapa orang jang gandjil ‘adatnja, tetapi orang jang seperti Phileas Fogg itoe beloem pernah dilihatnja.

Phileas Fogg tiada menjemboenjikan maksoednja mengelilingi doenia itoe kepada djenderal itoe, demikian djoega perdjandjian-perdjandjiannja jang mengikat dirinja melakoekan perdjalanan itoe. Francis Cromarty memandang pertaroehan Phileas Fogg itoe ta’ lain hanja sebagai pekerti seorang jang gemar hendak melakoekan , sesoeatoe pekerdjaan jang lebih dari pada biasa dengan tiada mengharapkan faédah sedikit djoeapoen seperti perboeatan orang banjak. PerdjalananPhileas Fogg itoe sekali-kali ta’ bergoena bagi dirinja sendiri atau bagi orang lainpoen.

Sedjam setelah meréka itoe meninggalkan Bombay, keréta api melaloei djambatan diatas laoet, kemoedian memoetoes poelau Salsette dan teroes kedaratan tanah Hindia. Distation Callian keréta api melaloei tjabang djalan jang ketimoer laoet disebelah kanan, jaïtoe melaloei Kandallah dan Pounah; sampai distation Pauwell keréta api itoe teroes melaloei keboekit barisan Chates sebelah timoer, jang berdasar batoe basalt dan poentjaknja ditoemboehi pohon-pohonan sebangsa tjemara.

Terkadang-kadang Francis Cromarty dan Phileas Fogg bertjakap-tjakap djoega sebentar; sampai kepegoenoengan itoe djenderal moelaï bertjakap poela, katanja: ,,Toean Fogg, beberapa tahoen jang laloe, djikalau toean berdjalan disini, soedah tentoe terhambat dan boléh mengalangi perdjalanan toean.”

Phileas Fogg bertanja: ,Apakah sebabnja, toean Francis?”

„Sebab dahoeloe kala keréta api hanja sampai disini sadja, penoempang-penoempang terpaksalah meneroeskan perdjalanannja dengan tandoe atau kendaraan koeda sampai kestation Kandallah, jang letaknja disebelah boekit itoe.”

Djawab Fogg: „Kelambatan itoe sekali-kali ta’ kan boléh mengalangi atau membatalkan perdjalanankoe, sebab dari bermoela mémang saja soedah pikirkan, bahwa didalam perdjalanan ini, saja akan dapat rintangan jang sematjam itoe djoega adanja.”

,,Tetapi toean Fogg, sekarangpoen boléh dapat kesoesahan, karena perboeatan boedjang toean di Bombay.”

Passepartout kebetoelan waktoe itoe sedang tidoer njenjak menjemboenjikan kakinja dalam selimoetnja, sebab itoe ia ta’ mengetahoei akan pertjakapan kedoea toean itoe tentang dirinja.

Djenderal Francis melandjoetkan pertjakapannja djoega, oedjarnja: ,,Atas pelanggaran jang sematjam itoe, Goebernémén Inggeris ta’ maoe memberi ampoen lagi; sepandjang pikirankoe kekerasan. penierintah jang sedemikian mémang benar. Pemerintah disini sengadja menjoeroeh hormati ‘adat isti’adat dan agama Boemipoetera, dan apabila boedak toean ditangkap polisi . . . “

Sebeloem selesai perkataan djenderal itoe, mendjawab Phileas Fogg: „Benar, oempama ia ditangkap polisi seperti kata toean itoe, biarlah ia’ dihoekoem dan mendjalani hoekoemannja, kemoedian ia tentoe akan poelang djoega ke Eropah. Sekali-kali saja ta’ meügerti akan hal jang sematjami itoe boléh merintangi perdjalanankoe seperti kata toean itoe.”

Soedah itoe pertjakapan meréka berhenti lagi.

Pada malam itoe keréta, api teroes djoega berdjalan dipegoenoengan Chates dan sampailah ke Nassik. Pagi harinja jaïtoe tanggal 21 October, keréta api berdjalan ditamah rata, jaïtoe didjalan Khandeish. Sepandjang djalan tampaklah ladang-ladang dan tanaman-tanaman jang amat soeboer dan désa-désa dengan menara-menara tempat sembahjang, seolah-olah menara gerédja-gerédja ditanah Eropah roepanja. Jang menjoeboerkan tanah itoe jaïtoe soengai-soengai ketjil jang banjak bermoeara disoengai Godavery.

Ketika Passepartout bangoen dan melihat kekanan dan kekiri, tiada ia merasa bahwa ia doedoek dikeréta api Great-Peninsular-Railway, jang berdjalan melaloei tanah Hindoe. Meski ia tahoe-akan hal itoe, tetapi hampir-hampir ia ta’ pertjaja. Locomotief jang didjalankan oléh machinist Inggeris dan dipanasi dengan batoe bara Inggeris, mengeloearkan asap jang perlahan-lahan toeroennja seolah-olah merajap pada tanam-tanaman dikeboen-keboen kapas, tembakau, pala, tjengkih dan meritja. Maka asap itoe seolah-olah bermain-mainlah melingkoengi pohon-pohon enau dan pohon-pohon kelapa, jang diantaranja kelihatan djoega beberapa bungalow dan vihari; jaïtoe sematjam tempat orang bertapa dan tempat sembahjang, jang dihiasi dengan beroepa-roepa perhiasan jang indah-indah perboeatannja o1éh orang Hindia. Kemoedian sampailah keréta api ditempat jang lapang dan loeas, sehingga kelihatanlah tepi langit djaoeh-djaoeh; kemoedian lagi melaloei rawa-rawa jang penoeh dengan beloekar-beloekar dan didiami oelar-oelar dan harimau, jang berlari-larian tatkala mendengar boenji keréta api; maka sampailah djoega keréta api kedalam rimba jarig lebat, dan tampaklah disitoe beberapa ékor gadjah jang seolah-olah melihat keréta api jang berlari amat tjepat itoe.

Setelah kérëta api melaloei station Mallegaum, maka sampailah pada soeatoe tempat jang masjhoer, karena menoeroet riwajat djaman poerbakala disitoe banjak tertoempah darah oléh machloek sanghiang Kali. Tiada djaoeh dari tempat itoe adalah boekit Ellora, jang penoeh dengan tjandi-tjandi jang indah-indah, ta’ berapa djaoehnja dari sitoe adalah seboeah tempat jang bernama Aurengabad, jang masjhoer, dahoeloe kala mendjadi iboe negeri Aurengzeba, jang anak negerinja amat biadab; sekarang mendjadi soeatoe tempat ketjil didjadjahan Nizam. Di Nizam itoelah dahoeloe kala radja Feringha bertachta, jaïtoe seorang radja bangsa Thug jang amat gemar memboenoeh sesama manoesia. Adapoen bangsa biadab itoe adalah mempoenjaï soeatoe perserikatan rahasia, jang maksoednja banjak-banjak mengoerbankan manoesia toea dan moeda dengan tiada menoempahkan darah ; oléh sebab itoe disitoe pada antéro tempat terdapatlah koeboer-koeboer manoesia jang dikoerbankan itoe.

Pemerintah Inggeris telah mentjoba mentjegah `adat jang doerhaka itoe, akan tetapi perserikatan chianat itoe beloem djoega lenjap-lenjapnja, dan `adat jang sekedjam itoe masih djoega dilakoekan orang.

Djam poekoel setengah satoe berhentilah keréta api distation Burhampore; disitoelah Passepartout membeli sepasang sepatoe jang dihiasi manikam tiroean dengan harga mahal; sepatoe itoepoen dipakainja dengan soekatjitanja, karena ia merasa dirinja bertambah élok memakai sepatoe itoe.

Dengan tergesa-gesa penoempang-penoempangpoen makanlah, kemoedian keréta api berangkat dan sampailah kestation Assurghur, menepi-nepi soengai ketjil bernama Tapy dan bermoeara dilaoet Cambaye dekat soeatoe tempat jang bernama Surate.

Disini hendak kita tjeriterakan, betapa perasaan hati Passepartout mengikoet toeannja dalam perdjalanannja itoe. Ketika tiba di Bombay, Passépartout mengira, bahwa perdjalanan Phileas Fogg itoe akan berhenti, tiada hendak diteroeskan lebih djaoeh lagi. Akan tetapi serta dilihatnja toeannja berdjalan ditanah Hindia dengan setjepat-tjepatnja, beroebahlah pikiran Passepartout. Tabi’at ketjakapan dan keberaniannjapoen timboellah poela; perangainja jang lama datanglah dan ia moelaï pertjaja benar bahasa maksoed toeannja mengelilingi doenia itoe mémang sesoenggoeh-soenggoehnja; ia pertjaja bahwa toeannja itoe benar telah bertaroeh seperti chabar jang didengarnja dan perdjalanan toeannja itoe hendak dilangsoengkannja dalam waktoe jang telah ditentoekan. Semendjak Passepartout pertjaja akan maksoed toeannja jang sesoenggoehnja itoe, baharoelah ia atjap kali merasa koeatir kalau-kalau terdapat rintangan atau ketjelakaan didjalan, jang boléh melambatkan perdjalanan itoe. Pada perasaan hatinja dan perboeatannja seolah-olah toeroet poelalah ia bertaroeh itoe. Maka gementarlah seloeroeh sendi anggotanja, apabila teringat, oléhnja akan perboeatannja jang ta’ lajak ketika sampi[1] ke Bombay itoe, karena pekerti itoe boléh mendatangkan kesoesahan kepada toeannja dan pasti melambatkan perdjalananja. Karena ingatannja kepada segala hal itoe, maka hati Passepartout selaloe ta’ tetap lagi, doedoekpoen ta’ tjakap ia lagi, sabar hati jang ta’ berhingga seperti toeannja itoe ta’ ada padanja. Tiada berhentinja sebentar-sebentar ia menghitoengi hari jang telah laloe, moelaï sedjak ia meninggalkan kota London dan selaloe marahlah ia, apabila keréta api berhenti pada soeatoe halte, karena pada pikirannja, halte itoe melambatkan perdjalanan sahadja ; dalam hatinja marahlah ia kepada toeannja, karena tiada memberi hadiah kepada machinist, soepaja lebih diperkentjangnja djalan keréta api itoe. Passepartout tiada mengerti, bahwa pemberian hadiah jang seperti itoe hanja boléh dilakoekan kepada machinist kapal, tetapi tiada boléh dilakoekan pada keréta api, karena kekentjangan djalan keréta api itoe soedah ditentoekan dalam peratoeran Pemerintah.

Pada waktoe matahari terbenam, sampailah keréta api dekat boekit barisan Sutpore dibatas tanah Khandeish dengan Bundelkund. Ésok harinja tanggal 22 October pagi-pagi toean Francis Cromarty bertanjakan „poekoel berapa” kepada Passepartout ; jang ditanja mendjawab seraja melihat arlodjinja, bahwa waktoe itoe hari poekoel tiga adanja. Arlodji poesaka kepoenjaannja itoe selaloe menoeroet djam di London menoeroet meridiaan di Greenwich, jang letaknja enam poeloeh toedjoeh graad sebelah barat meridiaan tempat jang didjalaninja itoe ; sebab itoe arlodji Passepartout itoe djalannja terlambat empat djam.

Djenderal Francis menghitoeng kelambatan arlodji Passepartout itoe dari waktoe jang sebenarnja dan menegoer Passepartout djoega atas keadaan arlodjinja seperti Fix dahoeloe. Kemoedian djenderal itoe mentjoba-tjoba menerangkan kepada Passepartout, bahwa orang jang dalam perdjalanan djaoeh haroes menjamakan arlodjinja dengan djam ditempat-tempat jang dilaloeïnja dan apabila orang berdjalan teroes menoedjoe ketimoer, maka harinja lebih péndék empat menit dalam tiap-tiap graad jang dilaloeinja. Tetapi segala oesaha djenderal itoe sia-sia belaka. Benar atau tiada perkataan djenderal itoe, Passepartout tiada pedoeli, sebab ia ta’ soeka mempertjepat arlodjinja jang senantiasa menoeroet waktoe di London itoe.

Djam poekoel delapan pagi keréta api berhentilah pada soeatoe tempat didalam rimba jang djaoehnja dari Rothal lima belas mijl; disitoe banjak bungalow atau pondok-pondok tempat koeli-koeli bekerdja. Condecteur berdjalan sepandjang kereta, sambil berseroe, katanja: „Toeroen, toean-toean !”

Phileas Fogg memandang kepada Francis Cromarty jang roepanja tiada mengerti, apakah sebabnja keréta api berhenti ditengah-tengah rimba lebat jang penoeh pohon asam dan khajoer itoe. Passepartout sehabis-habis héran melihat kéadaan itoe, laloe ia melontjat toeroen dari keréta dan sebentar kembali, sambil berkata : „Toean, djalan keréta api disini soedah habis!”

Djenderal berkata : „Apa sangkamoe ?”

Djawab Passepartout: „Djalan keréta api hanja sampai disini sadja, tiada teroes.”

Djenderal brigade laloe toeroen dari keréta. Dengan sabar Phileas Foggpoen mengikoet akan dia. Kedoeanja bertanja kepada condecteur.

,,Keréta api tiada teroes?”

,,Tidak, toean-toean, djalan beloem selesai”

„Bagaimana, beloem selesai?”

„Beloem, tetapi lima belas mijl lagi dari sini sampai ke Allahabad, disitoelah djalan keréta, api moelaï poela.”

,,Tetapi toean condecteur, soerat-soerat kabar mengatakan, bahwa djalan keréta api soedah selesai dan soedah diboeka oentoek orang banjak.”

Djawab condecteur: Ja toean djenderal, pemberi tahoean disoerat-soerat kabar itoe salah.”

Francis Cromarty marahlah mendengar perkataan condecteur, laloe katanja; „,Mengapakah engkau beri kartjis dari Bombay ke Calcutta?”

„Benar toean djenderal, tetapi sekalian penoempang telah tahoe, bahwa meréka, dengan ongkos sendir haroes berdjalan dari Kholby ke Allahabad.”

Maka djenderal Francis Cromartypoen bertambahlah marahnja, demikian djoega Passepartout soedah bermaksoed hendak memboenoeh condecteur meski keadaan itoe boekan kesalahan condecteur; ia ta’ berani melihat moeka toeannja, seolah-olah takoetlah ia melihat toeannja berdoekatjita.

Kemoedian Phileas Fogg berkata: ,,Toean Francis, apabila toean soeka, marilah kita tjahari `akal melandjoetkan perdjalanan kita sampai ke Allahabad.”

Djawab djenderal: „Toean Fogg, soenggoehlah keadaan ini akan mendjadikan keroegian bagi perdjalanan toean.”

„Sekali-kali tidak, toean Francis, saja soedah tahoe, bahwa hal jang sematjam ini akan kita dapati djoega didalam perdjalanan . . . . . . . . . . . . . . .”

„Bagaimanakah toean dapat tahoe, bahwa djalan keréta api . . .”

Beloem habis perkataan djenderal itoe, Phileas Fogg menjamboeng, katanja: „Sajapoen ta’ tahoe, tetapi hanja saja mengerti, bahwa dalam perdjalanan ini akan terdapat rintangan sematjam ini. Tetapi meroegikanpoen alangan itoe tiada padakoe. Saja masih beroentoeng, waktoe doea hari jang akan mengganti keroegian itoe. Kapal jang berlajar dari Calcutta ke Hongkong berangkat tanggal 25 October petang. Sekarang baroe tanggal 22, djadi masih ada waktoe oentoek berdjalan sampai ke Calcutta dengan tidak terboeroe-boeroe.”

Sebab Phileas Fogg bertjakap dengan sikap jang menoendjoekkan kepertjajaanja jang keras, djenderalpoen tiada menjangkal lagi.

Mémang sebenarnja djalan keréta api beloem selesai. Soerat-soerat kabar kebiasaannja hanja, hendak mendahoeloei apa jang akan terdjadi; demikianlah, dikabarkan bahwa djalan keréta api itoe soedah djadi dan telah diboeka oentoek perdjalanan orang banjak. Tetapi penoempang-penoempang jang lain-lain tahoe, bahwa keréta api akan berhenti ditempat itoe; sebab itoe merékapoen dengan segera mentjahari kendaraan akan meneroeskan perdjalanannja seperti: kendaraan jang dinamakan palkighari beroda empat, kahar-kahar, jang ditarik zeboe, jaïtoe sebangsa lemboe ditanah Hindoe, dan jang ditarik oléh seékor lemboe djantan kebiri, lagi poela keréta-keréta sematjam tandoe dan koeda toenggang. Tetapi Fogg dan Francis Cromarty tiada mendapat kendaraan ; setelah berdjalan berkeliling kampoeng-kampoeng kembalilah kedoea, meréka itoe dengan hampa tangannja.

Kemoedian kata Phileas Fogg: „Saja hendak berdjalan kaki sahadja.”

Pada waktoe itoe datanglah Passepartout mendapatkan toeannja, seraja memandang sepatoenja jang indah itoe dengan moeka asam seolah-olah bendak berkata: „Habis, kalau kita mesti berdjalan kaki bagaimanakah sepatoekoe jang tidak koeat ini !” Oentoenglah Passepartout soedah djoega berdjalan berkeliling kampoeng-kampoeng dan roepa-roepa berhasillah oesahanja. Moela-moela ia ta’ berani mengatakan kepada toeannja kendaraan apa jang diperoléhnja, tetapi sebab toeannja hendak berdjalan kaki sadja, laloe ia berkata dengan beraninja : „Toean, saja dapat kendaraan, tetapi maoekah toean menaikinja?”

Kata-Phileas Fogg- „Kendaraan apakah jang kaudapat itoe?”

,,Seékor gadjah kepoenjaan orang Hindoe, toean, ta’ djaoeh dari, sini, kira-kira seratoes langkah.”

„Baiklah, marilah kita lihat gadjah itoe.

Setelah lima menit antaranja sampailah Phileas Fogg, Francis Cromarty dan Passepartout kepada seboeah roemah ketjil dekat sebidang keboen jang berpagar tinggi dari pada kajoe besar-besar. Didalam roemah itoe adalah seorang kampoeng dan didalam keboen adalah seékor gadjah. Atas perinintaan meréka Fogg dengan kedoea temannja diantarkanlah ketempat gadjah dikeboen itoe.

Disana meréka itoe melihat seékor gadjah jang masih setengah boeas, sedang diadjar oléh toeannja tentang hal peperangan. . Maksoed jang empoenja diboeat begitoe, soepaja perangai gadjah jang lembik itoe boléh beroebah, sehingga lama-lama gadjah itoe boléh diperintah toeannja dan boléh mendjadi galak jang ta’ ada hingganja, sebagai dikatakan orang disitoe mutsh. Mak soed jang sedemikian itoe boléh berhasil kalau gadjah itoe diberi makan goela dan mentéga tiga boelan lamanja. Tentoelah orang mengira, bahwa makanan jang sematjam itoe ta’ boléh menjebabkan galak perangai gadjah, tetapi sesoenggoehnja mémang demikianlah adanja. Oentoeng benarlah kepada Fogg, gadjah itoe beloem lama dioesahakan mendjadi mutsh, djadi beloem mendjadi galak benar.

„Kiouni” demikianlah nama gadjah itoe, pandai soedah berlari-lari kentjang, lama tiada berhenti-hentinja sebagaimana tabiat gadjah jang lain-lain; sebab Phileas Fogg ta’ dapat kendaraan jang lain, bermaksoedlah ia hendak menaiki gadjah itoe.

Akan tetapi di Hindia gadjah amat mahal, karena makin lama makin djarang adanja. Gadjah djantan, jaïtoe jang biasa dipakai oléh komidi-komidi koeda (circus), banjak ditjari orang. Apabila gadjah itoe soedah djinak, kebanjakan ta’ boléh beranak, sebab itoe biasanja orang hendak memelihara gadjah, diboeroenja dan ditangkapnja dahoeloe didalam rimba. Itoelah sebabnja gadjah itoe dipeliharakan baik-baik; tatkala Fogg menanjakan hendak menjéwa gadjah itoe kepada jang empoenja, maka, didjawabnja dengan singkat, bahwa gadjahnja tiada hendak diséwakannja.

Mendengar perkataan jang empoenja gadjah itoe, Fogg ta’ oendoer dan ditawarnja sepoeloeh pond sterling dalam sedjam. Tetapi jang empoenja tetap pikirannja tiada hendak menjéwakan. Fogg menawar lagi doea poeloeh pond. Didjawab djoega oléh jang empoenja, „tiada maoe.” Ditawar lagi 40 pond, tiada djoega maoe. Passepartout mendengar ta’ maoe memberi itoe, marah ia kepada orang jang empoenja gadjah itoe sambil merentak-rentak. Tetapi orang itoe tetap, djoega hatinja menolak permintaan itoe.

Sesoenggoehnja séwa jang sekian banjaknja, seperti telah ditawar Fogg jang penghabisan itoe mahal adanja; kalau permintaan itoe diterimanja dan gadjah itoe bola berdjalan lima belas djam la-manja hingga sampai ke Allahabad, maka jang empoenja itoe akan mendapat hasil 600 pond, jaïtoe f 7.200.

Phileas Fogg sedikitpoen ta’ ada menaroeh marah, melainkan senantiasa sabar hatinja. Maka dimintanja kalau gadjah itoe bola didjoeal 1000 pond sterling. Tetapi jang empoenja tiada maoe. Barangkali ia mengerti, bahwa ia akan dapat mendjoeal lebih mahal kepada Fogg kelak.

Djenderal Francis Cromarty memanggil Fogg kesisi dan memberi nasihat kepadahja djangan menawar djoega lebih mahal dan mohon ditimbang lebih dahoeloe baik-baik. Phileas Fogg mendjawab, bahwa ia ta’ biasa melakoekan pekerdjaan tiada dengan pikir lebih dahoeloe, karena itoe semoeanja soedah njata bergoena bagi keperloean pertaroehan jang besarnja 20.000 pond itoe, gadjah itoe perloe sekali dipakainja meski ia akan membajar doea poeloeh kali ganda sekalipoen. Fogg mendekati jang empoenja djoega, jang kelihatan matanja terkelip-kelip seolah-olah mengerti, bahwa ia akan dapat oentoeng banjak. Bertoeroet-toeroet Fogg menawar 1200, 1500, 1800 dan kemoedian 2000 pond. Passepartout jang biasanja mérah air moekanja, mendjadi poetjat melihat perboeatan toeannja itoe.

Dengan harga 2000 pond, maka gadjah itoe diberikanlah oléh jang empoenja. Kata Passepartout sambil menoendjoek kepada sepatoenja jang bagoes itoe: „ Sepatoe ini jang tjelaka, harga jang sekian soenggoeh mahal sekali akan membeli daging gadjah.” Setelali diterimalah gadjah itoe, maka ditjaharinjalah seorang pawangnja akan mendjalankan gadjah itoe. Hal itoe perkara ketjil; sebentar dapatlah seorang bangsa Parsi jang masih moeda dan tjakap akan melakoekan pekerdjaan itoe. Oléh Phileas Fogg diterimanjalah orang itoe, dan didjandjikannja memberi hadiah jang sangat membesarkan nafsoe pawang itoe akan mengoesahakan benar-benar barang perintah Phileas Fogg.

Gadjah itoe dipakai setjoekoepnja. Orang moeda bangsa Parsi itoe soenggoeh pandai melakoekan pekerdjaannja. Ia menghamparkan sematjam kain dipoenggoeng gadjah, laloe dipasangkan kiri kanannja seboeah kerandjang sempit jang amat soesah didoedoeki.

Phileas Fogg membajar harga gadjah dengan wang kertas jang diambilnja dari sakoe rompinja. Passepartout melihat itoe, serasa wang jang sekian itoe disobék dari dalam peroetnja. Kemoedian Fogg mohon kepada Francis, hendak mengantarkannja ke Allahabad. Djenderal itoe memperkenankan permintaan itoe. Lebih seorang, doea orang penoempang tiadalah akan berasa oléh gadjah itoe.

Habis itoe dibelilah barang2 makanan serba sedikit di Khaltij. Francis Cramorty doedoek dikerandjang jang seboeah, Fogg dikerandjang jang lain. Passepartout doedoek dipoenggoeng gadjah diantara toeannja dan djenderal itoe. Orang Parsi pawang itoe naiklah keléhér kendaraan itoe, laloe doedoek; djam poekoel sembilan berangkatlah; dan tiada berapa lamanja menoeroet djalan jang terpéndék sampailah pada bahagian rimba jang lebat.

 

←Bab X
Bab XII→

2 pemikiran pada “BAB 11 : Mengelilingi Doenia Dalam 80 Hari

  1. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | ArifuddinAli's Blog

  2. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | Aneka Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s