Sifat Megalomania Tak Bisa Disembuhkan

Presiden Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan pamannya Jang Song Thaek (tiga dari kanan) dalam parade militer menandai 60 tahun Perang Korea, di Pyongyang. Jang, yang menikah dengan bibi Kim, dianggap telah melakukan kejahatan mengerikan. AP/KRT via AP Video

Presiden Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan pamannya Jang Song Thaek (tiga dari kanan) dalam parade militer menandai 60 tahun Perang Korea, di Pyongyang. Jang, yang menikah dengan bibi Kim, dianggap telah melakukan kejahatan mengerikan. AP/KRT via AP Video

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan kepribadian grandiose dalam diri seseorang yang ambisius tak bisa disembuhkan. Kepribadian tersebut berciri-ciri suka memberikan penilaian berlebihan atas diri sendiri, suka pamer kekuasaan, dan memiliki hasrat kuasa superioritas yang akut atau disebut pula megalomania.

“Bila sudah tertanam dari dirinya sejak kecil. Tak akan bisa berubah,” kata Hamdi saat dihubungi, Kamis, 24 Juli 2014. Rumah mewah dan luas dari seseorang itu, bisa menjadi tolok ukur untuk menilai kepribadian orang megalomania. “Kayak baron di Eropa.”

Musababnya, kata dia, sedari kecil seorang megalomania, sudah dibentuk karakternya sebagai pemimpin. Sehingga, kata Hamdi, orang megalomania itu tak bisa menerima kekalahan.

Selain tak bisa menerima kekalahan, Hamdi menilai, orang megalomania itu suka mengalihkan permasalahan dan menganggap kesalahan berasal dari luar dirinya.

Menurut Hamdi, kepribadian semacam itu seperti mengingkari dunia. “Seseorang curang, tapi meneriaki lainnya justru yang berbuat curang.” Hamdi menyatakan tak kaget melihat sikap orang megalomania yang selalu mencitrakan diri sebagai orang yang dizalimi.

Lantaran tak bisa menerima kekalahan, orang megalomania akan mencari kompensasi kegagalannya pada masa lalu dengan mengincar jabatan yang lebih tinggi.

Hamdi menilai, secara keseluruhan, orang megalomania tak cocok dengan kepemimpinan yang kini dibutuhkan. “Nanti bisa kontraproduktif.”

Sumber: tempo.co – 24 Juli 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s