Komunitas umat beragama internasional mengatakan kepada ISIL: Hentikan penganiayaan atas dasar agama

Para ulama dan pemimpin agama lainnya berdemonstrasi menentang Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) di luar kantor PBB di Arbil, Irak pada tanggal 24 Juli. [Safin Hamed/AFP]

Para ulama dan pemimpin agama lainnya berdemonstrasi menentang Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) di luar kantor PBB di Arbil, Irak pada tanggal 24 Juli. [Safin Hamed/AFP]

Awalnya, Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) mengangkat senjata terhadap sesama jihadis yang berjuang untuk menggulingkan Bashar al-Assad di Suriah. Kemudian, kelompok ini memproklamasikan “khalifah” atas beberapa wilayah Irak dan Suriah, yang banyak dikritik di seluruh dunia Muslim.

Sekarang, ISIL memaksa warga non-Muslim di Irak untuk berpindah ke aliran agama Islam mereka yang menyimpang atau meninggalkan rumah mereka dengan ancaman dibunuh.

Sejak awal Juli, laporan PBB dan media internasional telah melaporkan rentetan kejadian kelompok agama minoritas di Irak utara dan barat, termasuk orang-orang Kristen di Mosul, yang berusaha melarikan diri karena para pejuang ISIL menuntut mereka berpindah agama ke aliran Islam ISIL atau mengungsi.

Mereka yang memilih tinggal diancam akan dibunuh “dengan pedang” menurut sebuah pernyataan ISIL, AFP melaporkan.

Ketika ISIL menyerbu Mosul pada bulan Juni, kelompok ini menghancurkan berbagai kuil dan masjid dan mengambil alih kepemilikan tempat-tempat ibadah non-Muslim.

“Sungguh tidak Islami”

Umat Muslim di seluruh Asia telah mengungkapkan kemarahan atas tindakan biadab dan tidak Islami tersebut.

“Tidak ada nabi yang mengatakan, ‘Saya datang bagi umat Hindu, saya datang bagi umat Islam, saya datang bagi umat Kristen,'” kata Kazi Nurul Islam, pendiri dan mantan ketua Fakultas Agama Dunia di Universitas Dhaka, kepada Khabar. “Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk kemanusiaan, untuk semua orang. Ini juga merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Tetapi ISIL memaksa dan mengancam orang-orang Kristen di Irak untuk masuk Islam atau menghadapi kematian. Ini benar-benar tidak Islami dan jahat. Hal ini dapat digolongkan sebagai kegiatan teroris.”

Sekretaris Media All Ceylon Jamiyyathul Ulama (ACJU) Sri Lanka, Shaikh Fazil Farook, berkata kepada Khabar bahwa Islam tidak mendukung perpindahan agama secara paksa.

“Tidak ada orang yang bisa dipaksa untuk memeluk Islam, menurut ajaran Islam sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah 2, Ayat 256,” kata Farook. “Tidak ada pemaksaan dalam agama kita. Jika seseorang memeluk Islam, itu harus keluar dari kehendaknya sendiri.”

Dia menekankan tindakan ISIL itu jelas merupakan penyalahgunaan Islam. “Pada zaman Nabi Muhammad, umat Kristen dan Yahudi menganut agama mereka masing-masing di samping umat Islam dan tidak ada yang dipaksa untuk masuk Islam.”

“Kejahatan terhadap kemanusiaan”

Maulana Hizfur Rehman, Imam kepala Masjid Pusat Kebudayaan Islam India (IICC) di Delhi, mengatakan perilaku tersebut diancam hukuman berat dalam Al Qur’an.

“Perpindahan agama secara paksa, memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka dan menakut-nakuti mereka adalah kejahatan yang diancam dengan hukuman mati menurut Al-Qur’an,” kata Rehman kepada Khabar. “Mereka yang melakukannya atas nama Islam adalah musuh Islam dan tempat tinggal terakhir mereka adalah neraka. Umat Muslim harus bersatu untuk mengecam tindakan ini dengan segala cara di seluruh dunia.”

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin berkata kepada Khabar bahwa Islam tidak mengajarkan pembunuhan.

“ISIL tidak memiliki wewenang untuk membunuh orang atas nama ‘khalifah’,” kata Din kepada Khabar. “Serangan sistematis apa pun yang dapat menyebabkan penderitaan bagi penduduk sipil karena latar belakang etnis atau keyakinan agama tidak hanya bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Siapa pun pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban. Sebelumnya, MUI telah menyatakan bahwa kita tidak mendukung kekhalifahan ISIL itu.”

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Andrew A. Yewangoe berharap masyarakat internasional akan menemukan solusi.

“Sementara itu, kami akan memanjatkan doa bagi saudara-saudari kita, yang saat ini menghadapi kesulitan ini, bagi mereka yang dianiaya, dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka dan yang akhirnya mengalami kelaparan dan ketidakpastian,” katanya.

Warga Jakarta Mardianto Mamdani mengatakan tindakan ISIL memperlihatkan kelompok tersebut bukanlah bagian dari Islam.

“Mereka adalah penjahat yang menggunakan agama untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” katanya. “Mereka serakah, kasar dan tidak toleran. Tidak ada yang seperti itu dalam Islam. Tidak sama sekali.”

Shahriar Sharif di Dhaka, Munza Mushtaq di Kolombo, Altaf Ahmad di New Delhi, Aditya Surya dan Alisha Nurhayati di Jakarta memberikan kontribusi untuk laporan ini.

Sumber: khabarsoutheastasia.com – 1 Agustus 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s