Khawarij, Tinjauan Sejarah dan Pemikiran

Ilustrasi Otak Ekstrimis Khawarij

Ilustrasi Otak Ekstrimis Khawarij

Khawarij adalah salah satu aliran sempalan dalam Islam yang telah banyak memberikan pengaruh pada pemikiran islam kelasik ataupun kontemporer. Munculnya aliran ini membawa fenomena tersendiri dalam tubuh umat Islam. Bagaimana tidak, sebab salah satu sifat yang mencolok dari aliran ini adalah mengkafirkan pelaku dosa besar selain dari kesyirikan. Selain dari sifat tersebut diatas khawarij juga membolehkan keluar dari penguasa yang syah.

Fenomena gelombang pemikiran khawarij begitu banyak mempengaruhi gaya berpikir beberapa aliran Islam masa kini. Walaupun pada dasarnya mereka tidak sedang membangun pemikiran Khawarij akan tetapi cipratan pemikiran Khawarij sedikit mewarnai gaya berpikir mereka. Sadar atau tidak sadar pemikiran Khawarij banyak merasuki beberapa kaum muslimin hari ini sehingga mereka sangat menggampangkan dalam masalah mengkafirkan kaum Muslimin. Padahal perkara mengeluarkan dan memasukan seseorang dari agama Islam adalah termasuk perkara yang berbahaya dan berkonsekuensi pada Surga dan Neraka.

Dengan adanya kajian yang cukup singkat ini saya berharap agar bisa membantu setiap orang untuk mengenal Khawarij dan ciri-cirinya. Dengan mengenal ciri-ciri dan sifat-sifat Khawarij akan memberi gambaran secara umum bahwa tidak semua orang yang keluar dari penguasa dianggap sebagai Khawarij.

Definisi Khawarij.

Secara bahasa Khawarij berasal dari kata خرج  yang bermakna keluar. Kata ini dipergunakan oleh kalangan Islam untuk menyebut sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib ra karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang telah menerima tawaran tahkim dari kelompok Mu’awiyyah yang dikomandoi oleh Amr bin Ash dalam Perang Shiffin (37H/657). Jadi, nama khawarij bukanlah berasal dari kelompok ini. Mereka sendiri lebih suka menamakan diri dengan Syurah atau para penjual, yaitu orang-orang yang menjual (mengorbankan) jiwa raga mereka demi keridhaan Allah, sesuai dengan firman Allah QS. Al-Baqarah (2):207.

Selain itu, ada juga istilah lain yang dipredikatkan kepada mereka, seperti Haruriah, yang dinisbatkan pada nama desa di Kufah, yaitu Harura, dan Muhakkimah, karena seringnya kelompok ini mendasarkan diri pada kalimat “la hukma illa lillah” (tidak ada hukum selain hukum Allah), atau “la hakama illa Allah” (tidak ada pengantara selain Allah).

Berangakat dari perbedaan para ulama di atas ada dua macam devinisi khawarij yang ingin kami tekankan di sini. Yaitu devinisi secara umum dan secara khusus. Hal ini kami paparkan agar memudahkan bagi kita untuk mendeteksi siapa sebenarnya khawarij. (Abu Zaid Bin Muhammad Maky, Maqolatul Firaq, Hal.30).

DefinisiKhusus

Mereka adalah kelompok yang keluar dari kepemimpinan Ali   Bin Abi Thalib setelah terjadinya perang Sifhin yang melibatkan pasukan Ali dan Muawiyah. (Lihat Sirah Ibnu Khisam dan Imam As-Syuti).

Hal ini ketika terjadi proses tahkim antara utusan Ali (Abu Musa Al-asary) dan utusan Muawiyyah (Amruh bin Al-ash). Mereka juga mengkafirkan Ali dan Muawiyah serta kedua utusana Ali dan Muawiyah yang bertugas sebagai pelaksana proses tahkim tersebut. Bukan hanya sampai disitu, mereka juga mengkafirkan orang yang ridha dengan pristiwa tahkim, mengkafirkan khalifah Ustman dan orang-orang yang terlibat dalam perang jamal. Padahal banyak sekali jumlah para sahabat yang terlibat dalam perang ini. (Lihat Sirah Imam Asy-syuti)

Definisi Umum

Keluar dari penguasa yang sah. Hal ini menunjukan bahwa orang atau sebuah intstitut yang keluar dari seorang penguasah yang tidak menerapkan hukum Allah maka tidak dianggap sebagai Kahwarij. Sebab kahwarij keluar dari seorang penguasa yang  memang sudah sepakati keabsahan kekuasaaanya oleh semua kaum Muslimin. Ketika menerangkan firman Allah dalam surat An-nissa ayat 59

Syaikh Hamid al-Aliy menjelaskan, sebab ketaatan kepada seorang penguasa adalah karena ia menjalankan hukum Allah. Untuk itulah tujuan dia diangkat sebagai pemimpin bukan untuk tujuan yang lain melainkan menjalankan Al-quran dan As-sunnah. Kalau justru tugas tersebut tidak dilaksanakan oleh seorang penguasa maka secara otomatis tercabutlah keataatan tersebut darinya.” (Lih. Majalah An-Najah Vol. 102/7)

Mengkafirkan pelaku dosa besar dan dalam pandangan mereka orang yang melakukan dosa besar maka ia telah kafir, keluar dari Islam dan akan kekal di neraka selama-lamanya.

Sebab-Sebab Keluarnya Khawarij

Para ulama berbeda pendapat mengenai sebab atau factor yang mendorong khawarij melakukan pemberontakan terhadap kepemimpinan Ali. Paling tidak ada beberapa pendapat yang akan kami kemukkanan disini. Diantaranya adalah sbb:

1). Perseteruan sekitar masalah khilafah. Kemungkinan ini merupakan sebab yang paling kuat dalam kemunculan Khawarij dan pemberontakan mereka, karena mereka memiliki pandangan yang khusus dan keras dalam hal ini, sehingga menganggap penguasa yang ada pada waktu itu tidak berhak menjadi kholifah bagi kaum Muslimin ditambah juga dengan keadaan politik yang tidak menentu yang membuat mereka berani untuk memberontak terhadap para penguasa dan ketidak sukaan mereka terhadap orang-orang Quraisy, apalagi mereka menganggap bahwa perselisihan antara Ali dengan Muawiyah adalah perselisihan memperebutkan kursi kekhilafahan

2). Permasalahan Tahkim. Inipun menjadi sebab yang kuat dari pemberontakan dan kemunculan Khawarij, karena mereka mengkafirkan Ali lantaran keridhoan beliau terhadap perkara tahkim.

3). Kedzaliman para penguasa dan tersebarnya kemungkaran yang banyak dikalangan manusia. Demikianlah slogan dan propaganda mereka dalam khutbah-khutbah dan tulisan-tulisan mereka untuk mengambil simpati umat Islam dengan mengatakan bahwa para penguasa telah berbuat kedzoliman dan kemaksiatan telah menyebar dan merebak pada masyakat yang ada sehingga perlu mencegahnya, akan tetapi pada hakikatnya apa yang mereka lakukan dengan memberontak terhadap penguasa itu lebih besar dari pada kemungkaran dan kedzoliman yang ada, karena mereka menganggap bahwa membunuh orang yang menyelisihi mereka merupakan satu ketaatan yang bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah dan menganggap semua penguasa mulai dari Ali kemudian Bani Umayah dan Abasiyah adalah dzolim tanpa klarifikasi dan kehati-hatian, padahal menegakkan keadilan dan mencegah kemungkaran bisa dilakukan dengan cara yang lain tanpa harus mengorbankan dan menumpahkan darah-darah orang yang menyelisihi mereka baik penguasa atau rakyat.

4). Fanatisme Kesukuan. Ini merupakan satu dari sebab-sebab munculnya Khawarij. Fanatisme kesukuan ini telah hilang pada zaman Rasulullah dan Abu Bakar serta Umar, kemudian muncul kembali pada zaman pemerintahan Utsman dan yang setelahnya. Pada zaman sebelum Islam telah terjadi permusuhan antara suku bangsa Rabi`ah-dan kebanyakan Khawarij dari mereka. Dan pada masa Utsman fanatisme tersebut mendapat kesempatan untuk berkembang karena terjadi persaingan dalam memperebutkan jabatan-jabatan penting dalam kekhilafahan sehingga Utsman di tuduh mengadakan gerakan nepotisme dengan mengangkat banyak dari keluarganya untuk menjabat jabatan-jabatan strategis di pemerintahannya,dan inilah yang dijadikan hujjah oleh mereka untuk mengadakan kudeta terhadapnya.

Sehingga berkata Jabalah bin Amr: Demi Allah sungguh aku akan hilangkan kumpulan ini dari lehermu atau kamu tinggalkan pendamping-pendampingmu ini, berkata Utsman: Pendamping-pendamping yang mana? Maka demi Allah aku telah menyeleksinya. Berkata Jabalah :Marwan, Muuawiyah, Abdullah bin Amir bin Kuraiz dan Abdullah bin Saad telah engkau seleksi!?

Sebenarnya orang yang menuduh dia telah mengangkat ahli baitnya untuk jabatan-jabatan tersebut karena kekeluargaan dan fanatis kesukuan adalah seorang pendusta yang ingin mencela dan melecehkan beliau,karena semua yang telah disebutkan Jabalah tersebut merupakan orang-orang yang telah terbukti lebih baik dan lebih pantas darinya dan mereka termasuk para pahlawan Islam yang terkenal,dan sejarah telah membuktikannya.Demikianlah hawa nafsu jika telah menguasai akal manusia.

5). Semangat Keagamaan.Ini pun merupakan satu penggerak mereka untuk keluar memberontak dari penguasa yang absah.

Ciri-Ciri Dan Sifat-Sifat Khawarij

Khawarij mempunyai sifat-sifat yang telah diramalkan oleh Rosulullah dalam beberapa hadist beliau. Diantara sifat-sifat tersebut adalah sbb:

  1. Suka mencela dan menganggap sesat orang lain ketika berbeda pendapat dengan mereka.

Ini adalah salat satu sifat yang menonjol bagi orang-orang khawarij. Mudahnya mencela dan menganggap sesat orang lain tanpa memperhatikan akar dan sebabnya. Sifat suka mencela ini telah ada semenjak dedengkot mereka (dzul khuwaishira). Mereka mudah menghukumi orang sebagai orang-orang yang telah keluar dari kebenaran dan keadilan. Sifat ini tercermin dalam pernyataan dzul khuwaishira terhadap rosulullah ketika perang hunain, “Wahai rosulullah berlaku adillah!”

Ibnu taimiyah berkata :”Inti kesesatan mereka adalah berkenaan dengan aimmatul huda (para imam yang diberi petunjuk) dan jama’atul muslimin, bahwa mereka semua telah keluar dari keadilan dan telah jatu dalam kesesatan, pendapat ini kemudian diikuti oleh orang-orang yang keluar dari as-sunnah seperti Rawafidh dan yang lainnya. Mereka memandang apa yang mereka anggap sebagai kezhaliman kedalam kekufuran.

  1. Berperasangka buruk (su’udhan/negatif thinking)

Sifat ini tercermin dalam perkataan dzul khuwaishirah kepada rosulullahBerlebih-lebihan dalam beribadah.

“Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca al-quran, bacaan kalian tidak sebanding dengan bacaan mereka sedikitpun, tidak pulah shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun, dan tidak pula shaum kalian sebanding dengan shaum mereka sedikitpun.”

  1. Keras terhadap kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka
  2. Sedikit pengalamannya
  3. Bangga terhadap diri sendiri dan merasa paling tinggi.
  4. Sering terjadi berselisih pendapat bahkan sesama kelompoknya Sekalipun.
  5. Sedikit dan rendahnya pemahaman mereka terhadap fiqh (قلة الفقه,) ini merupakan kesalahan mereka yang sangat besar yang menyebabkan mereka menyempal dari ajaran yang benar.
  6. Muda usia dan berakal rendah, sebagaimana sabda Rasulullah : “Akan keluar pada akhir zaman suatu kaum, umumnya masih muda, rusak akalnya, mereka mengatakan dari sebaik-baik perkataan makhluk. Membaca Alquran tidak melebihi kerongkongannya. Terlepas dari agama seperti terlepasnya anak panah dari busurnya (H.R. Bukhari VI/618 no. 3611; Muslim II/746 no 1066)
  7. Fasih dalam berbahasa. Telah terkenal kefasihan mereka dalam berbicara dan berbahasa, sehingga berkata Ibnu Ziyad:Sungguh ucapan mereka lebih cepat sampai ke hati-hati manusia dari pada rambatan api ke batang kayu

Perbedaan Antara Khawarij, Ahlu Bughat, Al-wa’idiyah, Ghulatu Takfir dan Jama’ah Takfir Wal hijrah.

  1. Khawarij :Mereka yang keluar dari ketaatan kepada penguasa yang sah dan mengkafirkan pelaku dosa besar.
  2. Ahlu Bughat: Mereka yang keluar dari penguasa yang sah namun tidak mengkafirkan pelaku dosa besar.
  3. Al-wa’idiyah: Kelompok atau orang yang mengkafirkan pelaku dosa besar namun tidak keluar dari ketaatan terhadap penguasa yang sah.
  4. Gulatu Takfir: Mereka tidak mengkafirkan pelaku dosa besar namun yang mereka kafirkan adalah orang- yang memang benar-benar melakukan amalan kekafiran berdasarkan timbangan sar’ie, akan tetapi ketika menjatuhkan fonis takfir kepada personal tertentu mereka tidak memperhatikan kode etiknya, berupa syarat-syarat dan penghalang-penghalangnya.
  5. Jama’ah Takfir Wal Hijrah: Mereka adalah kelompok yang menganggap kafir semua masyarakat hari ini. Mereka juga beranggapan bahwa semua orang yang tidak berhijrah kepda mereka adalah kafir.

Kafirkah Kahwarij

Mengenai Khawarij apakah mereka kafir atau tidak, para ulama berbeda pendapat. Setidaknya ada dua pendapat yang mashur dalam hal ini.

Pertama: Kelompok yang mengatakan bahwa khawarij telah kafir. Kelompok ini berhujjah dengan beberapa hadist dari rosulullah yang menjelaskan sifat-sifat dan cirri-ciri Khawarij. Bahkan hadist-hadist tersebut secara jelas dikabarkan oleh rosulullah bahwa mereka diiabaratkan anak panah yang keluar dari busurnya. Mereka keluar dari agama ini sebagaimana anak panah keluar dari busurnya. Kelompok ini juga berhujjah dengan hadist rosulullah tentang Dzul Khuwaishira ketika pembagian ghanima dalam perang Hunain. Kemudian sikap Khawarij terhadap Ali serta mengkafirkan semua orang yang terlibat dalam pristiwa tahkim.

Kedua: Kelompok yang tidak mengkafirkannya, mereka berhujjah bahwa menjatuhkan fonis takfir terhadap personal tertentu serta keluarnya ia dari Islam bukan merupakan perkara yang remeh. Karena banyaknya dalil dari as-sunnah yang melarang mengkafir seorang muslim. Kecuali memang kalau mereka benar-benar menampakann amalan kekafiran, baik dari perkataan, perbuatan atau keyakinan, maka mereka dikafirkan setelah ditegakkannya hujjah. Kelompok ini berhujjah dengan sikap Ali ketika memerangi orang-orang kahwarij. Dimana Ali tidak menawan anak-anak mereka dan tidak mengambil harta mereka sebagai ghanima. Bahkan sebagian dari para salaf tidak mempergauli mereka sebagaiman orang kafir. Begitu juga yang dilukan oleh Ali terhadap  mereka, mereka masih dianggap sebagai orang muslim yang memiliki kabaikan dan kesalahan.

Adapun pendapat yang rojih menurut pandangan kami adalah kahwarij tidak kafir. Mereka dikafirkan apabila mereka melakukan kekafiran yang nyata baik berupa perkataan, perbuatan atau keyakinan maka mereka dikafirkan setelah tegaknya hujjah. Adapun pendapat yang mengkafirkan orang-orang khawarij maka mereka telah guluw dan menyilisihi ulama ahlu sunnah. Hukum yang cocok untuk mereka adalah sebagai ahlu bid’ah, fasik dan orang-orang yang keluar dari ketaatan.  Mereka dihukumi sesuai dengan jauh dan dekatnya mereka dengan agama ini.

 

Referensi

  1. Abu zaid bin Muhammad Maky, Maqolatil Firaq, (Anggota Lembaga Penelitian Univrsitas Umul Qurah Fakultas Usulu Dien Jurusan Aqidah.  Bagian Pertama).
  2. Golib Bin Ali Awajy, Firaq Mu’ashirah, Tansibu Ilal Islam Wa Bayanu Mauqiful Islam Minha, Jilid Pertama.
  3. Imam Nawawy, Syarah Soheh Muslim, Dar Al-kutub Al-alamiyah

Abdul Qodir Bin Syaibah Al-hamdi, Al-adyan Wal Firaq Wa Mazahibi Al-muashirah, Dar Zaman.

Pemakalah: Mush’ab bin Umair

Sumber: an-najah.net – 18 Juli 2014

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s