Apa Sebenarnya Agama Etnis Yazidi?

20140820-etnis-yazidi-01-890x395

Etnis Yazidi. Nama kelompok ini tiba-tiba mendunia, dikarenakan hampir seluruh media di dunia memberitakannya. Siapakah sebenarnya etnis Yazidi ini? Apa agama mereka? Dan benarkah Khilafah Islamiyah mendzolimi mereka dan membantai mereka?

Menurut situs siperubahan.com etnis Yazidi atau Yezidi, adalah kelompok ke-agama-an Kurdi yang terkait dengan Zoroastrianisme dan Sufisme. Kelompok ini tinggal di Provinsi Nineveh di Irak utara. Komunitas lain berada di Transkaukasia, Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Suriah.

Dari Wikipedia zoroastrianisme adalah sebuah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh ajaran Zarathustra yang dalam bahasa Yunani disebut Zoroaster. Zoroastrianisme dahulu kala adalah sebuah agama yang berasal dari daerah Persia Kuno atau kini dikenal dengan Iran. Di Iran, Zoroastrianisme dikenal dengan sebutan Mazdayasna yaitu kepercayaan yang menyembah kepada Ahura Mazda atau “Tuhan yang bijaksana”.

Sementara itu, situs segiempat.com mengatakan bahwa Zoroastrianisme adalah sebuah agama yang pertama kali dicetuskan oleh Zarathustra, seorang filsuf dari Persia. Seperti agama-agama lain, Zoroastrianisme ini juga punya sesosok Tuhan yang disembah. Tuhan agama Zoroastrianisme disebut Ahura Mazda, yang dalam bahasa Indonesianya sama dengan ‘Tuhan yang Bijaksana’. Zoroastrianisme ini adalah salah satu agama yang Tuhannya memiliki sosok materil. Tuhan yang mereka sebut ‘bijaksana’ ini adalah api.

Jadi, agama etnis atau kaum Yazidi yang saat ini sedang ramai diperbincangkan adalah agama musyrik, majusi, penyembah api. Banyak ajaran mereka yang menyimpang, klenik, dan merupakan ajaran turun temurun dari nenek moyang mereka. Misalnya, menurut ajaran ini, iblis dapat memasuki jenazah-jenazah manusia melalui kuku dan rambut yang mereka anggap kotor. Agar terhindar dari kontaminasi jahat, jenazah-jenazah para penganut agama ini diamankan sebisa mungkin. Solusinya, mereka membangun struktur yang disebut Dakhma (dalam bahasa Persia), atau yang lebih dikenal dunia dengan sebutan Silence of Tower, berdasarkan nama yang diberikan oleh Robert Murphy seorang Neologis pada tahun 1832.

Dalam keterangan yang lain, kelompok ini meyakini bahwa mereka diciptakan berbeda dari orang lain, bukan keturunan Adam, dan mereka cenderung memisahkan diri dari masyarakat lain di tempat yang mereka huni. Menurut Christine Allison, seorang profesor di bidang  Arab and Islamic Studies di Universitas Exeter di Inggris, juga penulis “The Yezidi Oral Tradition in Iraqi Kurdistan”, para penganut Yazidi memiliki hubungan dengan Kristen karena mengakui Yesus sebagai salah satu Nabi besar.

Selain itu, kaum Yazidi menganggap dirinya seorang inkarnasi dari Malak Tawwus. Dalam The Mashaf Reš, salah satu dari dua kitab suci Yazidi, Malak Tawwus adalah malaikat paling utama yang menolak sujud pada Adam.

Salah satu tokoh agama ini adalah Sheik Adi. Sheikh Adi menghabiskan sebagian besar masa mudanya di Baghdad. Untuk mencapai kehidupan sufistik, ia mengasingkan diri di wilayah Kurdistan yang sudah lebih dulu berkembang gerakan-gerakan keagamaan seperti Zoroastrianisme. Meskipun ingin mengasingkan diri, tapi ia malah terkesan dengan asketisme yang dipraktikkan penduduk setempat. Ia berbaur dan tinggal di pegunungan Hakkari Kurdi di wilayah utara Mosul dan meninggal pada usia 90 (557 Hijrah atau 1162 M), ada pula yang mengatakan pada 555 Hijriah (1160 M). Kuburannya ditandai dengan tiga kubah kerucut di lingkungan desa Baadri. Tepatnya di Lalish, Irak, 20 kilometer ke Timur dari biara Nestorian Rabban-Hormuzd. Keturunannya masih hidup dan beranak-pinak. Makamnya masih menarik sejumlah besar orang untuk berziarah. Kalau umat Islam berhaji ke Mekkah dan Madinah, kaum Yazidi justru “berhaji” ke makam Sheikh Adi Ibn Musafir al-Umawiy. Berbagai macam prosesi sering diadakan untuk memperingati perjalanan hidupnya. Dari uraian di atas, cukup jelas apa sebenarnya agama kaum atau etnis Yazidi ini dan apakah itu bersesuaian atau bertentangan dengan Islam!

Benarkah Khilafah Islamiyah Membantai Mereka?

Saat ini, diperkirakan ada sekitar puluhan ribu hingga ratusan ribu warga Yazidi yang tersebar di Irak, Suriah dan Turki. Komunitas ini paling banyak berkumpul di wilayah Kota Lalesh dan Sinjar di Irak. Wilayah utara Mosul ini mereka huni sejak ratusan tahun lalu, tidak heran banyak terdapat situs-situs suci dan desa-desa leluhur di sini. Penganut Yazidi dari seluruh dunia kerap ziarah ke kota ini. Kota ini terletak hanya terpaut 40 mil dari garis depan wilayah yang dikuasai Khilafah Islamiyah pasca pembebasan Mosul.

Dalam Islam, Khilafah Islam pasti akan memberikan tiga opsi kepada setiap kaum atau bangsa yang berhasil dibebeskan, yakni : 1. Masuk Islam, 2. Bayar Jizyah, dan 3. Diperangi. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW., :

Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata:
Jika engkau bertemu orang kafir, ajaklah mereka kepada tiga hal. Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan apa-apakan mereka, yaitu:

(1) Ajak mereka untuk menerima Islam; jika mereka bersedia, maka terimalah mereka dan jangan perangi mereka. Lalu ajak mereka pindah dari tanah mereka ke tanah Muhajirin dan katakan pada mereka bahwa jika mereka bersedia melakukan itu, maka mereka akan menikmati keuntungan dan kewajiban para Muhajirin. Tapi jika mereka menolak, maka katakan pada mereka bahwa mereka akan punya status sebagai Muslim Baduy dan harus tunduk di bawah Perintah Allâh sama seperti Muslim lainnya, tapi mereka tidak akan dapat jatah rampasan perang atau Fai’ kecuali jika mereka ikut berperang bersama Muslim untuk melawan kafir.

(2) Jika mereka menolak untuk memeluk Islam, maka tuntutlah Jizyah dari mereka.

(3) Jika mereka menolak bayar Jizyah, mintalah pertolongan dari Allâh dan perangi mereka.

Hal ini juga diperintahkan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 29

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

Apakah hal ini sudah disampaikan kepada kaum atau etnis Yazidi oleh Khilafah Islamiyah? Tentu saja sudah, demikian dugaan kuatnya, karena hal itu juga dilakukan Khilafah Islamiyah di beberapa wilayah lainnya, seperti di Raqqah, dan lainnya (penerapan syariat Jizyah).

Hanya saja, etnis Yazidi bisa jadi sudah “ketakutan” terlebih dahulu, sehingga menolak untuk masuk Islam, atau membayar jizyah dan lebih memilih mengungsi, eksodus, mencari aman ke gunung Sinjar, wilayah yang kering tanpa air dan hasil bumi.

Sebenarnya sudah sejak lama kaum Yazidi ingin dimusnahkan oleh pelbagai bangsa lain, dan karenanya karena masyarakat Yazidi tumbuh menjadi etnis yang tertutup terhadap kebudayaan luar. Mereka tinggal di wilayah terpencil dan terisolasi, bahkan jarang berkomunikasi dengan masyarakat Kurdi lainnya. Mereka juga tidak menerima orang Yazidi yang pindah ke agama lain.

Justru Khilafah Islamiyah ingin menyelamatkan mereka, dari agama dan keyakinan musyrik (majusi, penyembah api dan sufistik) kepada Islam yang murni, agama tauhid, yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Sayangnya benyak kepentingan dan fitnah yang dilontarkan kepada Khilafah Islam, termasuk ingin membantai etnis Yazidi, bahkan memperkosa dan menghabisi wanita-wanita mereka.

Fitnah keji ini terbantahkan dalam sebuah artikel berjudul http://al-mustaqbal.net/benarkah-khilafah-islam-habisi-etnis-yazidi-di-iraq/ dimana dalam artikel tersebut juga dilengkapi sebuah video yang memperlihatkan seorang Mujahidin Khilafah Islamiyah asal suku Kurdi bertanya langsung kepada etnis Yazidi akan fakta-fakta yang sebenarnya. Untuk melihat video tersebut bisa mengakses alamat berikut : https://www.youtube.com/watch?v=g3ZwYFYLFOc&app=desktop

Sumber: al-mustaqbal.net

Satu pemikiran pada “Apa Sebenarnya Agama Etnis Yazidi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s