Perang di Palestina dan Tanda-tanda Kiamat

2014082501-tentara-yahudi-israel

Oleh : Raidah Athirah

“Maka sesungguhnya telah datang (hari Kiamat) tanda-tandanya,” (QS.47:18)

1.
APA yang sedang terjadi di Gaza seharusnya menjadi cermin untuk meyakini semakin dekatnya peristiwa Hari Pembalasan (Kiamat) yang telah ditetapkan sebagai sunnatullah.Tanda-tanda hari kiamat telah pula disebutkan oleh Rasul akhir zaman.

Dalam hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Hitunglah enam (tanda) menjelang datangnya hari Kiamat ………’ dan beliauShallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘Penaklukan BaitulMaqdis’.” (HR. Al-Bukhari).

Hadits ini termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang terkait dengan mukjizat kabar yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Berbagai pemikiran serta analisis yang berusaha menguraikan apa yang sedang terjadi di Gaza, Palestina tidak boleh membuat kita lupa tentang kebenaran yang telah ditulis dalam hadist tersebut tentang tanda-tanda hari kiamat salah satunya adalah “Penaklukan Baitul Maqdis”.

Pelabelan, sindiran dan berbagai kata yang ditujukan kepada apa yang sedang terjadi di Palestina hari ini harus semakin menguatkan kita akan janji Allah yang nyata.

Pemakaian kata “Perang Arab-Israel” , “Perang Palestina-Israel” atau “Kisruh Palestina vs Israel” adalah penggunaan kata yang mengotakkan kita ke dalam pemikiran-pemikiran sempit bahwa perang yang terjadi di Palestina, pembunuhan terhadap warga sipil terutama anak-anak merupakan hal yang wajar dari sebuah konflik antar negara yang memperebutkan sebuah teritorial.

Orang-orang ini lupa tentang apa yang telah diwartakan sekian ratus tahun yang lalu dan rentetan darah syuhada yang telah menyuburkan tanah Palestina demi melindungi kiblat umat yang pertama.Melupakan hal ini berarti melupakan tanda-tanda hari kiamat yang merupakan bagian dari iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana mungkin seorang dikatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, namun tidak membenarkan berita keduanya? Padahal Allah Ta’ala berfirman.

, ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ, الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ “

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib.” (QS. Al Baqarah: 2-3).

Siapapun yang telah membaca sejarah panjang perjalanan negara Israel tidak boleh lupa akan hal ini bahwa orang -orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, justru selalu berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam.Lain halnya dengan apa yang terjadi saat ini setelah orang-orang Yahudi berimigrasi ke Palestina. Dalam catatan Serock in Memorial memperlihatkan bagaimana mereka berimigrasi dan merayakan secara besar-besaran kepindahan ke Israel setelah terusir dari satu tanah ke tanah yang lain.Rofeol Fridman seorang keturunan Yahudi Serock menulis dalam catatannya ;

“Kelompok Zionist mulai terbentuk di Serock di awal tahun 1920-an.Algemeineh,Zionisten, dan Mizrakhi.Kelompok-kelompok yang dibentu pada masa itu adalah para pemuda yang setia dan memiliki semangat luar biasa yang berjuang untuk masa depan orang-orang Yahudi.”

“Para pihak Zionis mengangkat pemuda dengan semangat Zionis. Setiap minggu ada kuliah baik dari guru lokal dan juga pembicara asing. Henokh Warsawski (bernama Yahudi Khanokh Vardi) dari Shomer Hatzair adalah dosen luar biasa. Juga, Yosef Tikulski memiliki pengaruh besar pada pemuda Zionis kami di Serock.”

“Ketika sebuah universitas dibuka di Yerusalem,diadakan sebuah perayaan besar di Serock. Hampir semua orang Yahudi berkumpul di pusat kota. Bernyanyi dan menari sepanjang malam, dan mengumpulkan uang untuk Israel. Para pemuda mulai mempersiapkan diri untuk berpindah ke Israel .Beberapa pemuda telah berpartisipasi dalam apa yang disebut Hakhshara (pelatihan mempersiapkan diri untuk berpindah ke negeri Israel, di Grokhow dan di Szeczyn dekat Byalistok. Beberapa orang benar-benar menerima sertifikat untuk pelatihan ini.”( Fridman, Refoel. 1965 ” Serock in Memorial “.)

Berbagai tulisan memperlihatkan bahwa komunitas Yahudi selalu dimusuhi oleh berbagai bangsa . Sejarah Kemunitas Yahudi pun tak pernah lepas dengan sejarah Nazi Jerman di masa Hitler. Walaupun jumlah Holocaust nyatanya selalu dibesar-besarkan , pembunuhan terhadap anak-anak Palestina selama kurung waktu yang lama justru dilupakan .Think more before you judge ! . Saya kutip data yang dirangkum Wikipedia mengenai jumlah korban antara Palestina -Israel ;

Data berasal dari B’tselem dan Kementerian Luar Negeri Israel antara tahun 1987 hingga 2010 (angka dalam tanda kurung merupakan korban yang berusia di bawah 18 tahun).

Silahkan buka link http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel_dan_Palestinani

2.
ISLAM adalah agama rahmatan lil’alamin.Jangan lupakan sejarah bagaimana Rasulullah Saw yang adil mengusir kaum Yahudi dari klan Quraidha karena pengkhianatan mereka terhadap piagam Madinah, sedangkan kaum Yahudi yang lain hidup berdampingan bersama umat Islam dan kaum Nasrani setelah peristiwa ini.

Nyatanya kita tidak membenci kaum Yahudi karena memang telah jelas apa yang telah diberitakan dalam Al-Qur’an mengenai sifat-sifat keburukan ini .

“Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka,” [Q.S .An-Nisa’ (4):155].

Jelas sekali ada diantara kaum Yahudi yang beriman dan yang tidak memusuhi Islam.Bahkan berbagai tulisan menunjukkan bahwa mereka hidup aman di wilayah khilafah Islam, karena hukum Islam melarang memerangi ahlu zimmah ( kafir zimmi ) .Dalam Islam sendiri hukum untuk berperang datang saat kaum Yahudi dan orang-orang yang kafir memerangi umat Islam dan membuat kerusakan.

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” ( Q.S.Al-Baqarah: 190)

Bahwasanya Islam mencintai perdamain.Bahkan menganjurkan sebagaimana firman Allah Swt ; “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.8:61)

Sebagian orang dari agama-agama Samawi pun mencintai perdamain. Namun telah menjadi sunnatullah bahwa ada diantara manusia, orang-orang yang mencintai kebenaran (Al-Haq) dan ada orang-orang yang suka berbuat kerusakan (Bathil). Beberapa kali perjanjian damai yang diadakan antara Palestina-Israel yang diprakarsai di Oslo nyatanya dirusak begitu saja oleh Israel.

Beberapa pendapat yang melabelkan Hamas sebagai teroris karena menolak gencatan senjata merupakan sebuah pendapat yang emosional. Fakta yang dikemukan haruslah mengandung kebenaran bukan pembenaran. Mengingat telah berungkali Israel mengkhianati perjanjian-perjanjian damai yang telah disepakati.

Saya analogikan kepada Anda dengan bahasa sederhana bahwa jika rumah Anda dirusak oleh pendatang dan kemudian terjadi sengketa, dari kedua belah pihak menginginkan masalah ini diselesaikan dengan baik serta menghormati satu sama lain tentu akan terjadi perdamain yang diidam-idamkan. Namun berungkali terjadi perdamaian, berungkali juga si pendatang merusak kesepakatan damai, lantas apakah Anda masih percaya setelah si pendatang berkhianat berungkali? Bahkan binatang pun tak jatuh di lubang yang sama!

Logika sederhana pun tak bisa menerima bahwa seseorang yang ditindas, dirampas haknya akan berdiam diri tanpa melawan apalagi setelah mengetahui sifat-sifat pengkhiat yang telah nyata-nyata ditunjukkan oleh si penindas.

Maka telah jelas apa yang menjadi kebenaran. Dan telah jelas pula apa yang menjadi kebathilan .

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ * وَالأرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ * إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ * وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ *

“Demi langit yang mengandung hujan; demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. Sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan (antara yang haq dan yang batil). Sekali-kali ia bukanlah gurauan.” (QS ath-Thariq [86]: 12-14).

Saya kutip makna tafsir dari ayat ini agar pemahaman kita terhadap hal ini semakin jelas .

“Allah SWT berfirman: Wa as-samâ‘ dzât al-raj’i (Demi langit yang mengandung hujan). Ayat ini diawali dengan wâwu al-qasam (huruf yang menunjukkan makna sumpah). Objek yang dijadikan sebagai al-muqsam bih adalah as-samâ‘ (langit). Disebutkan bahwa langit tersebut dzât ar-raj’i. Secara bahasa, kata ar-raj’ berarti mengembalikan ke keadaan semula.Dalam konteks ayat ini, kata tersebut bermakna al-mathar (hujan). Dijelaskan al-Qurthubi, hujan senantiasa kembali setiap tahun. Dikatakan ahli bahasa ar-raj’ berarti al-mathar.Menurut az-Zamakhsyari, penyebutan al-mathar (hujan) dengan ar-raj’ disebabkan karena orang Arab mengira bahwa mendung membawa hujan dari lautan, kemudian kembali lagi ke daratan.

Disebutkan ayat ini bahwa al-Quran merupakan qawl fashl. Secara bahasa, kata al-fashl berarti memisahkan salah satu dari dua perkara dengan yang lain sehingga antara keduanya terlepas.Dikatakan oleh al-Qurthubi, pengertian al-Quran sebagai qawl fashl berarti yafshilu bayna al-haqq wa al-bâthil (memisahkan antara yang haq dan yang bathil).Asy-Syaukani juga mengatakan, “Sesunguhnya al-Quran memisahkan antara kebenaran dan kebatilan dengan menjelaskan masing-masing keduanya.”

Demikianlah sikap kita sebagai muslim menyikapi apa yang sedang terjadi di Palestina sebagai bentuk keyakinan terhadap tanda-tanda kiamat yang ditelah diberitakan melalui penuturan Rasul yang mulia.

Selain berdoa, langkah nyata juga diperlukan dengan cara mengirimkan bantuan kepada lembaga-lembaga yang cukup terpercaya yang sudah mengirimkan dan terus bekerja menyampaikan amanah kepada saudara-saudara kita di Palestina.

Jika tak dapat berbuat apa-apa untuk saudara-saudara di Palestina , maka selemah-lemahnya iman adalah diam dengan tidak mengeluarkan komentar-komentar fitnah yang jauh dari kebenaran karena kelak di Hari Pembalasan apa-apa yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan .

#PrayForGaza#PrayForPalestina#FreeBaitulMaqdis

Nb : Jangan juga kita lupakan saudara-saudara kita di Suriah, di Cina, di Burma dan di berbagai belahan bumi yang sedang teraniaya.Do’a adalah senjata kita !.

Sumber :

1.‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah ,’Tanda-Tanda Hari Kiamat’ , terjemahan Muh. Khairuddin Rendusara, 2009, Islamhouse.

2 Dr. Akram Dhiya’ Al-Umuri,Sirah Nabawiyah ,Penerbit : Pustaka As-Sunnah, Jakarta .Bahasa : Indonesia Cetakan Asli : Madinah Cetakan : Kesatu, 2010 M Kategori

2.Situs Wikipedia http://id.m.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel_dan_Palestina

3. Fridman, Refoel. 1965 , hal 107 ‘ Serock in Memorial ‘ ,

4.http://www.sztetl.org.pl/en/gallery/

5. a . Az-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, vol. 30 (Damaskus: Dar al-Fikr al-Mu’asir, 1998), 180. b . Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur‘ân, vol. 20 (Kairo: Dar al-Kitab al-Mishriyyah, 1964), 10. c. Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyâf, vol. 4 (Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1987), 736.

d .Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 20, 10.e. Asy-Syaukani, Fat-h al-Qadîr, vol. 5, 511.( Tafsir Al-Qur’an yang dirangkum dalam Al-Waie 2013 )

(islampos.com – Ahad 22 Ramadhan 1435 / 20 Juli 2014)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s