Zionis, Arti dan Asal Usul Zionis

Zionisme adalah gerakan untuk mendirikan negara bangsa Yahudi di Palestina, tanah yang mereka anggap sebagai tanah air Yahudi kuno. Zionisme mulai aktif pada akhir tahun 1800-an dan akhirnya didirikanlah Israel pada 1948.

Bendera Israel

Bendera Israel

Zionis menghidupkan kembali bahasa dan budaya bangsa Yahudi. Mereka mendirikan lembaga-lembaga politik dan sosial yang dibutuhkan untuk menciptakan kembali kehidupan bangsa Yahudi. Zionisme sekarang mendukung berbagai proyek di Israel. Karena berfungsi sebagai jembatan budaya antara Israel dan bangsa Yahudi di negara-negara lain.

Gerakan ke Palestina. Anti-Semitisme di Eropa pada akhir 1800-an dan awal 1900-an mendorong penciptaan gerakan Zionis. Anti-Semitisme ini termasuk pogrom (kerusuhan terhadap orang Yahudi) di Rusia.

Kelompok pemuda Yahudi yang menamakan dirinya Hoveve-Zion (Pencinta Sion) membentuk gerakan pada tahun 1882 untuk meningkatkan imigrasi ke Palestina. Mereka mulai apa yang disebut Zionisme praktis, dengan didirikannya pemukiman Yahudi di Palestina. Theodor Herzl, seorang wartawan Austria, mengembangkan Zionisme politik, berusaha untuk mencari pengakuan politik atas klaim tanah Yahudi di Palestina.

Deklarasi Balfour
Pada tahun 1917, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour. Deklarasi tersebut menjanjikan dukungan Inggris untuk pembentukan tanah air Yahudi di Palestina. Komunitas Yahudi di Palestina tumbuh secara signifikan di tahun 1920-an dan 1930-an.

Arab menentang negara Yahudi di Palestina, dan pertempuran besar terjadi beberapa kali di tahun 1920-an dan 1930-an. Berdasarkan janji Inggris awal mereka, para pemimpin Arab diasumsikan Palestina akan menjadi negara Arab. Mereka akhirnya menuntut imigrasi Yahudi dan pembelian tanah.

Pada tahun 1939, Inggris mulai menetapkan batas imigrasi Yahudi ke Palestina. Palestina-Yahudi berperang melawan pembatasan.

Setelah Perang Dunia II berakhir pada 1945, kaum Zionis ingin mendirikan negara Yahudi secepatnya untuk memberikan tanah air bagi korban Holocaust (pembunuhan massal orang Yahudi Eropa oleh Nazi). Tapi orang Arab terus menentang pembentukan sebuah negara Yahudi di Palestina.

Pada tahun 1947, Inggris menyerahkan masalah ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB melakukan voting pembagian Palestina, Arab dan negara Yahudi. Pada tahun 1948, kaum Zionis memproklamasikan negara Israel.
(sumber: WorldBook)

(perpustakaanindonesia.com 24082014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s