Amien Rais: Freeport Menjadi Kanker Indonesia

20151222-amin raisYOGYAKARTA – Tokoh nasional Amien Rais memiliki pandangan terkait operasional perusahaan asing PT Freeport Indonesia di Papua. Bahkan, pandangan itu sudah lama dipikirkan bapak reformasi ini.

“Saya punya pendapat, sudah saya pikir lama ini tentang freeport,” katanya usai menghadiri peluncuran buku berjudul ‘Malam Malam Terang’ karya Tasniem Rais & Ridho Rahmadi (Anak dan menantunya) di Toko Buku Togamas, Jalan Affandi Gejayan Yogyakarta.

Amien melihat PT Freeport seperti penyakit kanker ganas untuk perekonomian Indonesia. “Freeport itu adalah parasit, benalu, dan bahkan sudah menjadi kanker ekonomi buat bangsa,” katanya.

Jadi, lanjut Amien, Freeport ini berusaha untuk mencapai tujuan dengan segala cara ditempuh. Amien membeberkan beberapa hal seperti, pengrusakan lingkungan hidup di muka bumi. “Freeport ngemplang pajak mungkin ribuan triliun sejak tahun 1967,” katanya.

Kemudian, kata Amien, juga terjadi banyak kasus pelanggaran HAM. Ratusan orang Papua ditembaki oleh satpam Freeport karena mengais rejeki satu dua gram emas dilimbah perusahan. “Freeport selalu berusaha menyogok petinggi TNI atau Polri atau Pejabat Tinggi seolah-olah menjebak,” katanya.

Jadi, menurut Amien, saat ini waktu yang tepat untuk mengatakan cukup sudah pada perusahaan itu. Tidak perlu lagi kata perpanjangan kontrak karena sudah selesai. “Tapi kalau nanti Pak Jokowi masih memperpanjang lagi kontrak, berarti bangsa ini masih akan menjadi budak,” tegasnya.

Amien berharap Presiden Jokowi memiliki terobosan baru dengan menyudahi kontrak dengan PT Freeport. Belum ada Presiden, mulai Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono berani menyudahi kontrak dengan PT Freeport. “Siapa tahu Pak Jokowi ini berani. Kalau berani, 90 persen rakyat di belakangnya (membela presiden jokowi),” ujarnya.

“Jadi caranya, tanpa melanggar hukum internasional dengan mengatakan; hai Freeport, kami tidak akan memperpanjang kontrak, selesai sudah,” katanya.

Sebelum berpisah dengan Freeport, lanjut Amien, harus dikalkulasi kerugian. Freeport juga harus membayar untuk pemulihan lingkungan yang sudah hancur.

“Jadi tidak boleh misal maling ketangkap dilepas begitu saja, tapi kembalikan dulu,” katanya.

Sumber: news.okezone.com – 18 Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s