Fix bermoepakat dengan Fogg tentang soeatoe keperloean.

Mengelilingi Doenia Dalam 80 Hari

Bab Jang Kedoea Poeloeh

Peri meriwajatkan Fix bermoepakat dengan Fogg tentang soeatoe keperloean. 

Sementara Pessepartout dengan Fix doedoek bertjakap-tjakap didalam roemah tempat mengisap itoe, maka berdjalanlah Phileas Fogg dengan Aouda sepandjang djalan raja dikota Hongkong. Setelah Aouda menerangkan kepada Fogg ia soeka mengikoet ke Éropah, maka pikir Fogg : haroeslah dibeli roepa-roepa keper­loean bakal perdjalanan jang sedjaoeh itoe. Seorang laki-laki bangsa Inggeris sabagai Fogg, jang mengelilingi doenia hanja membawa seboeah sitak sadja, itoe ta’ mengapa; akan tetapi seorang perempoean ta’ dapat melakoekan jang sedemikian itoe. Maka dari sebab itoe Phileas Fogg merasa perloe membelikan Aouda pakaian dan lain-lain barang bakal didalam perdjalanannja. Meski bagaimana djoega Aouda dengan maloe beroesaha akan menolak kebadjikan Fogg jang sebesar itoe, tetapi sia-sialah dan Foggpoen tinggal sabar sebagai biasanja, laloe dibelinja apa-apa jang perloe bagi Aouda.

Maka Fogg senantiasa berkata: „Djanganlah ditolak, njonja Aouda, sebab itoe perloe bagi keselamatan perdjalanankoe, lagi poela hal itoe mémang masoek belandja perdjalanankoe djoega.”

Setelah selesai membeli keperloean bakal perdjalanan itoe, maka Fogg dan Aoudapoen poelanglah keroemah makan, disitoe­lah kedoeanja dapat makanan jang lazat-lazat jang soedah sedia. Maka sebab Aouda berasa lelah, maka habis makan iapoen pergi kekamarnja, jaïtoe setelah memberi tabik kepada Fogg dengan manis dan soekatjitanja.

Ketika Fogg hendak tidoer, Passepartoutpoen beloem djoega datang; akan tetapi Phileas Fogg boekan seorang jang biasa héran, karena keadaan soeatoe jang gandjil dan ‘adjaib. Karena ia tahoe bahwa kapal hendak berangkat ésok harinja ke Yoko­hama, maka Fogg tiada memikirkan boedaknja lagi. Tetapi ke­tika Fogg pagi-pagi memboenjikan genta memanggil boedaknja, Passepartout ta’ datang.

Bagaimana pikiran Fogg ketika didengarnja boedaknja itoe ta’ poelang, maka seorangpoen ta’ dapat mendoega. Fogg mengambil sitaknja dan memberi tahoe kepada Aouda dan dipesannja se­boeah tandoe.

Pada waktoe itoe poekoel delapan, sedang kapal „Carnatic” moela-moela hendak berangkat keloear dari pelaboehan poekoel setengah sepoeloeh.

Setelah tandoe datang, maka Aouda dan Fogg naiklah, sedang barang-barang bakal dalam perdjalanan dimoeat dalam tjikar dibelakang tandoe.

Kira-kira setengah djam lagi maka sampailah kedoea meréka itoe kepelaboehan, maka disitoelah didengar bahasa kapal „Carnatic” telah berangkatlah.

Fogg jang berharap akan bertemoe dengan kapal dan boedaknja disitoe, tiada melihat soeatoe apa. Tetapi sedikitpoen ta’ beroebah roman moekanja, maka tatkala ia melihat Aouda memandangnja dengan ketakoetannja, maka katanja: „Njonja, ini boekan kedja­dian biasa, tetapi tiada mendjadi apa-apa.”

Pada waktoe itoe datanglah seorang jang mengamat-amati soenggoeh-soenggoeh akan Phileas Fogg. Jang mendekatinja itoe ialah inspecteur Fix, laloe ia berkata kepada Fogg, setelah mem­beri tabik dengan memboeka topinja, oedjarnja: „Penoempang kapal Rangoonkah toean, jang datang kelamarin bersama saja ini?”

Maka djawab Fogg : „Benar toean, tetapi saja beloem kenal kepada toean . . . . .”

Kata Fix poela : „O, toean; saja ingin hendak bertemoe dengan boedak toean, saja kira ia disini.”

Maka dengan pengharapan besar Aoudapoen menjamboeng bertanja, katanja: „Tahoekah toean dimana ia?”

Dengan poera-poera sangat héran, maka djawab Fix: „Wahai, saja kira ia mengikoet njonja dan toean kemari?”

Djawab Aouda: „Tidak toean; dari kemarin ia lenjap ta’ ber­temoe lagi. Boléh djadi ia teroes menoempang dikapal „Carnatic” ta’ menoenggoe kami lagi.”

Kata Fix : „Wahai, djadi njonja hendak menoempang kapal itoe djoegakah ?”

„Ja, benar, toean.”

„Saja djoega, njonja, djadi seperti njonja, sajapoen ketinggalan. Setelah kapal „Carnatic” selesai dibetoelkan ketelnja, maka kapal itoe telah berangkat sahadja agaknja, ta’ memberi kabar kepada siapa djoega, djadi orang terpaksa menoenggoe delapan hari lagi akan melandjoetkan perdjalanan.”

Maka habis berkata itoe Fixpoen amat soekalah dalam hatinja, karena ingat dalam perkataannja „toenggoe delapan hari lagi”. Djadi Fogg akan tertahan di Hongkong sekian lama. Dalam waktoe itoe maka Fix berharap akan menerima perintah dari London akan menangkap dia.

Nah sekarang, ta’ salah lagi si pentjoeri Fogg itoe akan tertangkap.

Akan tetapi kesoekaan hati Fix itoe laloe binasalah, pengharapannja habislah, setelah ia mendengar perkataan Fogg jang ta’ hilang kesabarannja itoe, jaïtoe oedjarnja: „Saja rasa lain dari pada kapal „Carnatic” masih ada kapal lagi dalam pelaboehan ini.”

Kemoedian Fogg berdjalan mengiringkan Aouda menoedjoe dok, akan mentjahari seboeah kapal jang telah sedia hendak berangkat.

Dengan poetoes pengharapannja, maka Fixpoen mengikoet Fogg dengan Aouda. Hampir-hampir boléh dikatakan bahasa Fix itoe terikat kepada Fogg. Pengharapan inspecteur jang se­nantiasa ta’ berkepoetoesan itoe, maka binasalah sekarang. Tiga djam lamanja Fogg berkeliling pelaboehan mentjahari kapal jang boléh melandjoetkan perdjalanannja, djika perloe: diséwa akan berlajar teroes ke Yokohama, tetapi ia hanja melihat beberapa kapal jang masih ada moeatan dan tengah membongkar moeatannja sahadja, djadi ta’ boléh dipakainja. Maka timboellah lagi pengharapan Fix.

Foggpoen ta’ habis pengharapannja, maka dilandjoetkannjalah mentjahari kapai jang hendak dipakainja itoe, meski akan teroes mentjahari sampai ke Macao sekalipoen; maka sekonjong-konjong datanglah seorang laki-laki, katanja : „Toean mentjari kapalkah?”

Maka Fogg bertanjalah: „Adakah kapalmoe jang sedia akan berangkat sekarang?”

„Ja benar toean, jaïtoe kapal loods No. 43, jang terbaik diantara kapal-kapal jang ada.”

„Kentjangkah djalan kapal itoe?”

„Kentjang perdjalanannja kira-kira antara delapan dan sembi­lan mijl. Hendak toean lihatkah ?”

„Ja.”

„Toean akan setoedjoe dengan kapal itoe. Hendak berlajar bersenang-senang hatikah toean?”

„Tidak, boeat berlajar djaoeh.”

„Pelajaran benar-benar?”

„Sanggoepkah engkau membawa kami ke Yokohama?”

Mendengar perkataan Fogg jang demikian itoe, maka si empoenja kapalpoen laloe memandang Fogg beberapa lamanja de­ngan matanja jang benar dan setengah héran dan setengah ta’ pertjaja, laloe katanja: „Ah toean, djangan permainkan dakoe.”

„Tidak, saja ketinggalan kapal „Carnatic”, sedang saja haroes sampai di Yokohama tanggal 14, ta’ boléh léwat, sebab hendak menoempang kapal teroes ke San Francisco.”

„Soenggoeh saja menjesal ta’ boléh menolong toean, karena ta’ sanggoep mengaboelkan permintaan toean.”

„Saja soeka membajar seratoes pond sehari, lagi berdjandji memberi hadiah doea ratoes pond, apabila kami boléh sampai di Yokohama pada waktoe jang ditentoekan.”

„Soenggoehkah perkataan toean itoe?”

Djawab Fogg: „Ja, soenggoeh.”

Djoeroemoedi pergilah sebentar; ia melihat kelaoet, seolah-olah ta’ dapat memootoeskan apa jang hendak dilakoekannja, karena ia ingin menerima bajaran jang sekian banjaknja, akan tetapi takoet kalau-kalau mendapat bahaja dilaoet. Maka Fix amat ketakoetan dalam hatinja.

Sementara itoe maka bertanjalah Fogg kepada Aouda, oedjarnja: „Njonja boekan seorang penakoet, boekan?”

Maka djawab Aouda: „Kalau dengan toean, saja ta’ pernah takoet.”

Djoeroemoedi kembalilah menoedjoe Phileas Fogg dengan me­megang kopiahnja.

Fogg laloe bertanja: „Bagaimanakah, hai djoeroemoedi?”

Maka djawab djoeroemoedi: „Toean, saja ta’ berani akan ber­lajar sekian djaoehnja dengan seboeah kapal jang beloem ada doea poeloeh ton besarnja dalam moesim jang koerang baik ini, saja ta’ boléh mempermainkan djiwa anak boeahkoe, djiwa sen­diri atau djiwa toean. Lain dari pada itoe, kami ta’ tjakap menjeberangkan toean ke Yokohama dalam waktoe jang soedah toean tentoekan, karena pelajaran itoe djaoehnja seriboe toedjoeh ratoes mijl.”

Fogg menjamboeng sambil memperbaiki perkataan djoeroe­moedi itoe, oedjarnja: „Seriboe enam ratoes lima poeloeh mijl.” Djawab djoeroemoedi : „Itoepoen sama djoega.”

Fix mendengar itoe, timboel lagi pengharapannja. Djoeroemoedi berkata poela: „Akan tetapi barangkali ada djoega `akal akan menjampaikan maksoed toeau.”

Fogg bertanja: „Apakah `akal itoe?”

„Kalau kita berlajar ke Nagasaki, oedjoeng tanah Djepoen jang terdekat dari sini, djaoehnja hanja seriboe seratoes mijl, dan kita pergi ke Sanghai sahadja, djaoehnja dari Hongkong hanja delapan ratoes mijl. Djikalau kita pergi ke Sanghai, maka kami boléh berlajar menjoesoer pantai Tjina, itoelah lebih moedah dan tjepat, karena arah gelombang keoetara.”

Maka kata Fogg: „Djoeroemoedi, kami akan naik kapal jang pergi ke Amérika dari Yokohama, tiada dari Sanghai atau Nagasaki.”

Djawab djoeroemoedi: „Hai toean, ketahoeilah: kapal jang pergi ke San Francisco ta’ berangkat dari Yokohama. Di Yokohama dan Nagasaki hanja singgah sahadja, berangkatnja dari Sanghai.”

„Tahoe benarkah engkau barang apa jang kau katakan itoe?”

„Ja toean, saja tahoe benar-benar.”

„Apabilakah kapal berangkat dari Sanghai?”

„Tanggal 11 petang hari poekoel enam. Djadi kita masih ada témpoh empat hari. Empat hari itoelah sembilan poeloeh enam djam, maka apabila djalan angin balk jaïtoe dari barat daja, lagi poela gelombang ta’ ada, péndéknja: apabila moedjoerlah perdjalanan kita, maka kami harap boléh datang di Sanghai dalam waktoe sebeloem kapal berangkat, karena seperti telah saja katakan, maka kapal kami tjepatnja delapan mijl sedjam, sedang djaoehnja perdjalanan hanja delapan ratoes mijl.”

„Apabila kamoe boléh berangkat?”

„Sedjam lagi toean, dalam waktoe itoe kami akan membeli makan-makanan dan memasang lajar.”

„Djika demikian, baiklah. Engkau kapitan kapal itoekah?”

„Ja benar toean, namakoe John Bunsby, kapitan „Tankadère.”

„Perloekah engkau meminta sebahagian dari pada bajarannja?”

„Ja, kalau toean soeka.”

„Terimalah ini doea ratoes pond.”

Fogg laloe bertanja kepada Fix, katanja: „Toean soeka toeroet naik kapal „Tankadère?”

Maka djawab Fix ta’ dengan maloe-maloe : „O toean, saja mémang pendak mohon belas kasihan toean, boléhkah kiranja toeroet menoempang kapal itoe?”

„Baiklah. Setengah djam lagi kami akan naik kekapal.”

Maka kata Aouda : „Adoehai, bagaimanatah Passepartout?!”

Djawab Fogg: „Saja akan beroesaha bagi dia seboléh-boléhnja.”

Sedang Fix pergi kekapal dengan gementar seloeroeh sendi anggotanja dan sangat marah dalam hatinja, maka Fogg dan Aoudapoen pergilah kekantor polisi. Maka dikantor itoe Fogg menoendjoekkan tanda-tanda Passepartout dan menjerahkan wang setjoekoepnja bagi tambang poelang ke Éropah. Demikian djoega dilakoekan oléh Fogg dikantor konsol Perantjis; kemoedian laloe kedoeanja naik tandoe pergi kepelaboehan. Pada waktoe itoe kebetoelan poekoel tiga. Anak boeah kapal loods No. 43 dan bakal makananpoen telah sedia, maka kapalpoen telah siap akan berangkat.

Kapal „Tankadère” seboeah kapal ketjil dan amat rapinja, besarnja kira-kira doea poeloeh ton, haloeannja tadjam, baris airnja baik. Roepa kapal itoe sebagai roepa kapal jang biasa dipakai orang berlajar dekat-dekat sahadja. Perkakasnja koeningan berkilat, alatnja besi sebagai digosok, déknja poetih sebagai gading; itoelah semoeanja mendjadi tanda, bahwa kapitan Bunsby itoe amat mengindahkan kebersihan itoe. Kedoea tiangnja berdiri agak dibelakang sedikit. Maka lajar kapal itoe bermatjam-matjam, apabila bertioep angin dari belakang, nistjaja amat kentjang djalannja. Kapal ketjil itoe soedah beberapa kali menang dalam perloembaan antara beberapa kapal-kapal loods.

Maka anak boeah kapal „Tankadère” jaïtoe kapitan kapal dengan empat orang matros. Keempat meréka itoe semoeanja orang jang gagah berani dalam pekerdjaannja dilaoetan, ta’ takoet akan hoedjan dan angin waktoe meréka mengoendjoengi kapalnja, lagi kenal benar akan pekerdjaan dalam laoet.

John Bunsby ‘oemoernja kira-kira empat poeloeh lima tahoen, badannja koeat, moekanja mérah bekas kena matahari, matanja berkilat, pandai benar dalam pekerdjaannja; maka dari sebab itoe iapoen amat dipertjajaï oléh siapa djoega antara anak boeah dan penoempangnja.

Phileas Fogg dengan Aouda naiklah kekapal. Fixpoen telah ada disitoe.

Dalam kapal itoe sebelah belakang adalah seboeah pintoe, tempat laloe kepada seboeah bilik, jang pagarnja diatas balai-balai dibahagi mendjadi beberapa roeang persegi. Ditengah-tengah bilik itoe adalah seboeah médja jang terdiri dibawah seboeah lampoe gantoeng. Semoea alatnja ketjil-ketjil, tetapi rapi.

Fogg berkata kepada Fix, jang mendjawab perkataannja itoe dengan menoendoekkan badannja; maka kata Fogg: „Toean, saja sangat menjesall ta’ boléh menjediakan tempat bagi toean lebih baik dari pada ini.”

Maka Fix berpikir : „Ta’ akan salah lagi, ialah seorang chianat, tetapi bangsat jang sopan.”

Djam poekoel tiga lebih sepoeloeh menit maka lajar-lajar dikembangkanlah. Bendéra Inggeris berkibar dioedjoeng tiang. Penoempang-penoempang ketiganja doedoeklah didék. Aouda dan Fogg senantiasa memandang kedaratan melihat kalau-kalau Passepartout datang.

Fix amat koeatirlah, kalau-kalau boedak Fogg jang telah dianiajanja itoe sekonjong-konjong datang; apabila Passepartout datang, tentoe binasalah nama dan maksoed Fix itoe. Tetapi Passepartoutpoen ta’ datang; barangkali ia masih maboek seperti ketika ditinggalkan oléh Fix. Kemoedian kapitan Bunsby mele­paskan tali-temali kapalnja, maka kapal „Tankadère” itoe ditioep anginlah laloe berlajar kentjang melanggar ombak.*

Iklan

Satu pemikiran pada “Fix bermoepakat dengan Fogg tentang soeatoe keperloean.

  1. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | Aneka Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s