Kantoeng jang berisi berbagai-bagai wang kertas telah mendjadi koerang beberapa riboe pond sterling banjaknja.

Mengelilingi Doenia Dalam 80 Hari

Bab Jang Kelima Belas

Peri meriwajatkan kantoeng jang berisi berbagai-bagai wang kertas telah mendjadi koerang beberapa riboe pond sterling banjaknja. 

Keréta apipoen berhentilah distation. Passepartout keloear lebih dahoeloe dari keréta, Phileas Fogg laloe mengikoet sambil me­nolong temannja perempoean moeda itoe tatkala toeroen dari keréta itoe. Phileas Fogg bermaksoed akan teroes mentjahari kapal api jang hendak berlajar ke Hongkong, oentoek menoem­pangkan Aouda dikapal itoe, karena Fogg beloem hendak memi­sahkan perempoean itoe, apabila ia beloem enjah dari tanah Hindia jang mengoeatirkan djiwanja itoe.

Tatkala Phileas Fogg hendak keloear dari station, maka da­tanglah seorang agén polisi menoedjoe Fogg, seraja katanja: „Toean Phileas Foggkah ini?”

Maka djawab jang ditanja: „Ja, benar, sajalah Phileas Fogg.”

Agén polisi menoendjoek dengan djarinja kepada Passepartout sambil bertanja: „Orang itoe boedak toean, boekan?”

„Benar, itoe boedak saja.”

„Silakanlah toean-toean kedoea mengikoet saja.”

Mendengar perkataan agén itoe Phileas Fogg tetap sabar, sedikitpoen ta’ kelihatan ia terperandjat atau héran. Adapoen agén polisi itoe ialah seorang wakil Pemerintah dan tiap-tiap bangsa Inggeris ta`loek kepadanja. Passepartout ialah seorang bangsa Perantjis; seperti kebiasaan bangsanja iapoen hendak menjangkal perintah agén itoe, tetapi agen itoe mentjegah ke­hendak Passepartout dengan menekankan tongkatnja pada badan Passepartout, sedang Phileas Fogg menjoeroeh boedjangnja me­noeroet sahadja.

Phileas Fogg bertanja kepada agén : „Boléhkah njonja moeda ini mengikoet kami?”

Djawab agén : „Boléh sadja, toean.”

Agén polisi berdjalan membawa ketiga orang itoe, jaïtoe Fogg, Aouda dan Passepartout, kepada seboeah kendaraan jang dina­makan palkighari, roepanja seperti keréta beroda empat, ditarik oléh doea ékor koeda dan ada tempat doedoeknja bagi empat orang. Setelah keempat orang itoe naik, maka kerétapoen ber­djalanlah, doea poeloeh menit lamanja berdjalan itoe seorangpoen ta’ ada jang mengeloearkan sepatah katapoen.

Keréta berdjalan melintas kota, melaloei beberapa kampoeng Boemipoetera, jaïtoe lorong-lorong sempit dan berpagar dengan roemah jang tinggi-tinggi; disitoe kelihatan bermatjam-matjam bangsa berdjalan jang berpakaian serba boeroek; kemoedian melaloei kampoeng bangsa Eropah jang penoeh dengan gedoeng-gedoeng batoe jang amat permai, seolah-olah bernaoeng dibawah pohon-pohon njioer dan niooeng lain-lain.

Meskipoen hari masih pagi, tetapi soedah banjak kendaraan, keréta dan orang naik koeda berdjalan kian kemari.

Palkighari laloe berhentilah didepan seboeah gedoeng besar jang matjamnja boekan roemah jang didiami orang. Agén polisi me­njoeroeh toeroen ketiga meréka tangkapannja itoe, laloe dibawanja kedalam seboeah bilik jang djendélanja memakai djerdjak besi, seraja katanja: „Nanti djam poekoel setengah sembilan kamoe ketiganja dibawa kehadapan hakim.”

Kemoedian agén keloear dan dikoentjikannja pintoe bilik itoe. Sementara Passepartout doedoek diatas seboeah koersi, seolah-olah ta’ berdaja roepanja, maka iapoen berkata : „Wah, baik benar ini, kita djadi orang tawanan!” Aouda berkata kepada Phileas dengan soeara menoendjoekkan doekatjitanja, oedjarnja: „Toean, biarkanlah dirikoe ini ta’ oesah toean peliharakan lagi! Soenggoeh akoelah jang mendjadi sebab toean ditangkap ini, karena toean hendak memelihara djiwakoe!” Phileas Fogg hanja mendjawab, bahwa hal jang sedemikian itoe soenggoeh amat moestahil. Ditoentoet oléh hakim sebab menolong djiwa orang dari bahaja maoet karena sutty, sesoenggoehnja itoe ta’ boléh djadi. Bagaimanatah meréka jang mengadoe boléh datang kesini? Tentoelah polisi keliroe menangkap dia itoe! Fogg menerangkan, bahwa ia tiada hendak meninggalkan Aouda dan bermaksoed hendak membawanja ke Hongkong.

Passepartout menjamboeng, katanja lagi: „Tetapi bagaimana toean, kapal berangkat poekoel doea belas!” Phileas Fogg mendjawab dengan sabarnja, katanja: „Sebeloem poekoel doea belas kita akan sampai kekapal.” Maka djawaban Fogg itoe dikatakannja dengan koeat dan keras, sehingga Passepartout berpikir: „O, kalau demikian ta’ oesah koeatir. Sebeloem poekoel doea belas kami soedah didalam kapal.” Tetapi meski ia berpikir demikian, Passepartout masih beloem pertjaja dan senantiasa mengandoeng koeatir djoea.

Djam poekoel setengah sembilan pintoe bilik pendjara itoe diboeka oranglah. Agén polisi masoek kedalam bilik itoe dan dibawanja ketiga tawanan itoe kepada seboeah bilik lain. Maka bilik itoelah tempat persidangan peng`adilan ; ditempat itoe adalah beberapa penonton bangsa Éropah dan Boemipoetera.

Fogg, Aouda dan Passepartout doedoeklah diatas seboeah bangkoe bertentangan dengan tempat hakim dan djoeroetoelisnja (griffier). Ta’ lama kemoedian toean Obadiah jaïtoe hakim, dengan griffiernja datanglah. Griffier itoe seorang jang tinggi dan gemoek. Toean Obadiah mengambil pruiknja[1]dari dinding, laloe dipakainja dikepalanja.

Hakim berseroe: „Perkara jang pertama.” Sambil berseroe-seroe itoe ia meraba pruiknja, laloe katanja: „Wah! Ini boekan ramboetkoe!”

Griffier menjamboeng, oedjarnja: „Benar, toean hakim, itoe ramboetkoe !”

Hakim berkata kepada griffiernja, katanja: „Toean Oysterpuf, toean boléh pikir: bagaimana seorang hakim dapat melakoekan ke`adilannja, apabila ia memakai ramboet griffiernja!”

Ramboet-ramboet jang bertoekar itoe boléh dikembalikan kepada jang poenja. Sementara kedoea toean-toean itoe menoekarkan dan memakai ramboetnja masing-masing, maka Passepartout ta’ sabar lagi, karena pada perasaannja seolah-olah djaroem djam terlampau amat tjepat djalannja.

Kemoedian berkatalah hakim : „Sekarang dimoelaï perkara jang pertama.”

Griffier Oysterpuf laloe berseroe : „Phileas Fogg.”

Fogg menjahoet: „Ada!”

„Passepartout?”

Djawab jang ditanja: „Ada djoega.”

Maka kata hakim Obadiah: „Baiklah, telah doea hari lamanja kami menoenggoe kedatangan toean-toean, tiap-tiap ada keréta api datang dari Bombay ditjaharilah kedoea toean-toean, tetapi sia2.”

Sebab hatinja ta’ sabar lagi, maka bertanjalah Passepartout: „Tersangkoet perkara apakah kami ini, maka ditoentoet dimoeka peng’adilan?”

Djawab hakim : „Sebentar lagi engkau akan mendengar perkaramoe.”

Phileas Fogg menjamboeng perkataan itoe, oedjarnja: „Saja ini adalah seorang dari ra`jat Inggeris, maka dari itoe sajapoen ada hak . . . . . . . ?”

Sebeloem Fogg habis berkata, laloe hakim Obadiah menjamboeng: „Terganggoekah hak toean itoe?”

„Sedikitpoen tiada.”

„Baiklah. Soeroeh masoeklah orang-orang jang menda`wa!”

Hakim laloe memberi perintah memboeka pintoe, maka tiga orang ‘oelama bangsa Hindoe dibawa masoek oléh toekang pintoe. Setelah melihat ketiga orang jang baroe masoek itoe, berkatalah Passepartout kepada sendirinja : „Apa dia! benar saja kira. Meréka itoelah jang hendak memboenoeh njonja Aouda.”

Ketiga ‘oelama itoe laloe doedoeklah didepan hakim, sedang griffier membatja soerat da`wa dengan soeara jang njaring. Adapoen penda`waan itoe, ja`ni : Phileas dengan boedjangnja ditoentoet dimoeka peng`adilan, karena soedah masoek dan memboeang nadjis pada seboeah roemah berhala orang Berahma.

Habis itoe hakim bertanja kepada Phileas Fogg: „Toean dengarkah da`wa itoe?”

Sambil melihat arlodjinja Fogg menjahoet: „Benar, toean hakim, dan saja mengakoe.”

„Wahai, engkau mengakoe?

Beloem habis perkataan hakim, Phileas Fogg menjamboeng: „Ja, benar saja mengakoe, dan saja harap bahwa ketiga ‘oelama itoe akan mengakoe djoega atas perboeatannja diroemah berhala di Pillaji.” Mendengar perkataan Fogg itoe, maka tertjenganglah ketiga ‘oelama itoe sambil memandang seorang kepada jang lain, seolah olah ta’ mengerti maksoed perkataan si terda`wa.

Dengan marahnja Passepartout menjamboeng perkataan toeannja, oedjarnja: „Benar, toean hakim, itoelah orang-orangnja jang kami lihat diroemah berhala Pillaji, sedang meréka hendak mengoerbankan djiwa orang dalam api.” Mendengar perkataan Passepartout itoe bertambah héranlah ketiga orang ‘oelama itoe, hakim Obadiahpoen sangat héran djoega. Hakim bertanja lagi: „Koerban apakah itoe? Siapa jang hendak dibakarnja dalam kota Bombay?”

Passepartout menjamboeng : „Dalam kota Bombay?”

Djawab hákim: „Ja, benar dalam kota Bombay. Ini boekan perkara oeroesan dari roemah berhala di Pillaji, tetapi di Malabar-hill di Bombay.”

Maka griffier menjamboeng perkataan hakim, sambil memperlihatkan sepasang sepatoe diatas médja, katanja: „Sebagai boekti, inilah sepasang sepatoe kepoenjaan si terda`wa jang telah melakoekan pelanggaran itoe.”

Melihat sepatoe itoe Passepartoutpoen terkedjoetlah dan berseroe, katanja: „Itoe sepatoekoe!”

Maka sekarang pembatja mengertilah betapa héran dan terkedjoetnja kedoea orang toean dengan boedaknja itoe. Perboeatan Passepartont diroemah berhala Malabar-hill, Fogg dengan boedjangjapoen telah loepa. Maka pelanggaran itoelah sesoenggoehnja jang menjebabkan toean dengan boedaknja itoe ditoentoet dimoeka peng`adilan di Calcutta.

Maka agén Fix mengerti, bahwa ia akan beroentoeng karena perkara itoe. Berangkatnja Fix dari Bombay waktoe itoe telah oendoerkan doea belas djam lamanja; waktoe jang selama itoe pergoenakannjalah oentoek bermoesjawarat dengan ‘oelama-‘oelama di Malabar-hill; Fix memberi nasihat kepada meréka itoe sekadar perloenja, ia berdjandji kepada ‘oelama-‘oelama itoe akan membajar keroegiannja banjak-banjak asal meréka soeka menoentoet pelanggaran Passepartout dimoeka hakim, karena ia tahoe dan jakin, bahwa orang jang memboeat pelanggaran itoe akan dihoekoem berat-berat. Kemoedian Fix menjoeroeh ‘oelama-‘oelama itoe berangkat ke Calcutta dengan keréta api jang mengiring kereta jang dinaiki Fogg dengan teman-temannja itoe. Akan tetapi dari sebab Fogg dengan teman-temannja dalam perdjalanannja menolong djiwa Aouda itoe, hingga kehilangan beberapa waktoe, maka kedatangan Fix dengan ‘oelama-‘oelama itoe di Calcutta lebih dahoeloe dari pada meréka itoe, lagi poela hakim di Calcutta telah dipinta oléh Fix dengan soerat kawat akan menahan Fogg dengan boedaknja, apabila meréka toeroen dari keréta api. Maka ketika Fogg dengan teman-temannja itoe beloem djoega tiba, sangatlah menjesal hati Fix. Ia mengira bahwa si chianat Fogg itoe meninggalkan djoeroesan keréta api Peninsular dan menjemboenjikan diri kedalam daérah Hindia sebelah oetara. Doea poeloeh empat djam lamanja Fix sangat dalam doekatjita dan koeatir itoe, seraja mengamat-amati dalam station itoe. Betapalah sangat soekatjitanja, tatkala ia pagi hari itoe melihat Fogg dengan temannja toeroen dari keréta api seraja mengiringkan seorang perempoean moeda jang ta’ dapat didoeganja siapa dan dari mana asalnja perempoean itoe. Dengan sekedjap mata Fix menjoeroeh seorang agén polisi menangkap Fogg dengan boedjangnja, maka itoelah sebabnja ketiga orang: Fogg, Passepartout dan Aouda itoe ditoentoet dimoeka hakim Obadiah itoe adanja.

Maka sebab Passepartout tiada memikirkan lain dari pada perkaranja jang lagi diperiksa oléh hakim itoe, tiadalah ia mengetahoei bahwa detectief Fix toeroet djoega melihat pemeriksaan perkaranja itoe, doedoek semboenji-semboenji dioedjoeng balai kerapatan hakim, dan dengan soenggoeh-soenggoeh hati mendengarkan pemeriksaan hakim itoe ; Fix ta’ sabar lagi hendak mengetahoei kepoetoesan hakim dalam perkara itoe, karena dari Suez sampai ke Bombay dan sekarang di Calcutta, beloem djoega ia dapat perintah dari London akan menangkap Phileas Fogg.

Kemoedian hakim Obadiah menerima baik pengakoean Passepartout, sedang Passepartout sangat menjesal, karena ia telah mengakoe, bahwa sepatoe sepasang itoe kepoenjaannja adanja.

Hakim bertanja: „Djadi ta’ moengkir telah melakoekan pelanggaran itoe.”

Djawab Fogg dengan sabar: „Tidak, kami mengakoe dengan sesoenggoehnja.”

Hakim laloe melandjoetkan pemeriksaannja, katanja: „Menimbang, bahwa pemerintah Inggeris hendak memelihara segala agama di Hindia dengan soenggoeh-soenggoeh, lagi poela karena Passepartout itoe telah mengakoe melakoekan pelanggaran itoe, artinja pelanggaran itoe telah njata, jaïtoe Passepartout telah mengindjak djerambah roemah berhala di Malabar-hill dengan kaki bernadjis pada tanggal 20 October, maka Passepartout jang terseboet itoe dihoekoem pendjara lima hari lamanja dan denda 300 pond.” Passepartout mendengar -besarnja denda itoe ta’ ingat lagi akan hoekoeman pendjara, maka sekonjong-konjong berteriaklah ia seolah-olah terkedjoet : „Tiga ratoes pond!”

Toekang pintoe laloe berseroe dengan bengis : „Diam!”

Hakim Obadiah meneroeskan perkataannja: „Lagi menimbang, sebab ta’ njata, bahwa toeannja ta’ tjampoer dalam pelanggaran boedjangnja, akan tetapi sebab seorang toean haroes menanggoeng segala pekerti dan pergerakan boedak jang mendapat belandja dari padanja, maka Phileas Fogg dilarang ta’ boléh pergi dan ia dihoekoem pendjara delapan hari lamanja dan denda seratoes lima poeloeh pond besarnja . . . . . . . . . . . . . Griffier, perkara jang lain!” Maka dengan senang hati jang ta’ terhingga Fix mendengar poetoesan hakim dari tempatnja bersemboenji: Fogg dihoekoem delapan hari lamanja di Calcutta. Dirasanja waktoe jang sekian lamanja itoe, lebih dari tjoekoep akan menoenggoe perintah dari London akan menangkap pentjoeri chianat itoe.

Passepartout merasa dirinja sebagai ditimpa goenoeng, jang amat besar dan sangatlah doekatjitanja. Hoekoeman itoe akan melenjapkan segala kekajaan toeannja. Toeannja akan kalah dalam pertaroehannja jang doea poeloeh riboe pond besarnja, karena disebabkan Passepartout berani mengindjak djerambah roemah berhala di Malabar-hill itoe! Tetapi Phileas Fogg sendiri tiada koeatir, seolah-olah hoekoeman itoe ta’ didjatoehkan atas dirinja. Soesah hati dan terkedjoetpoen ta’ ada kelihatan pada air moekanja. Akan tetapi sementara griffier hendak memoelaï dengan perkara jang lain, tiba-tiba Foggpoen berdirilah, seraja katanja: „Saja hendak membajar oeang denda.”

Maka djawab hakim : „Boléh, hak toeanlah itoe.”

Fix merasa seperti lenjaplah djiwanja itoe, tetapi setelah ia mendengar perkataan hakim timboellah poela pengharapannja. Hakim berkata: „Menimbang, sebab Phileas Fogg dan boedaknja itoe orang bangsa asing, maka oeang denda itoe ditetapkan amat berat, jaïtoe masing-masing ta’ dapat tiada membajar seriboe pond.”

Djadi terang apabila Fogg ta’ soeka mendjalankan hoekoemannja, maka ia haroes membajar doea riboe pond banjaknja. Maka kata Fogg: „Toean hakim, saja akan membajar oeang denda sekian itoe.” Kemoedian diambilnja seikat oeang kertas dari dalam kantoeng jang dipegang oléh Passepartout dan ditaroehnjalah ikatan wang kertas itoe diatas médja toean griffier. Hakim berkata : „Oléh karena wang ini toean loepoetlah dari hoekoeman pendjara dan toean peroléh kembali kemerdékaan toean.” Phileas Fogg berkata kepada Passepartout, katanja: „Ajoeh, lekas toeroet! kita berangkat lagi.”

Maka kata Passepartout dengan bersoengoet sama sendirinja: „Kalau akoe terima kembali sepatoekoe, akoe toeroet.”

Sepasang sepatoe jang mendjadi boekti dalam perkara itoe laloe diterimakan kembali kepada Passepartout. Passepartout menerima sepatoe itoe sambil bersoengoet-soengoet, oedjarnja: „Sepatoe tjelaka kau, mahal benar hargamoe! Masing-masing lebih dari seriboe pond! Lagi poela kausekarang djadi sesak, menjakitkan dipakai!” Kemoedian dengan doekatjita Passepartout mengikoet toeannja jang menoentoen Aouda dengan hormatnja. Moela-moela Fix berharap, bahwa Fogg ta’ akan soeka membajar wang denda jang sebesar itoe dan akan memilih hoekoeman jang didjatoehkan atas dirinja sahadja. Fix mengikoet djoega perdjalanan Fogg. Phileas Fogg, Aouda dan Passepartout laloe naik keréta; Fix menjoesoel djoega dari belakang; kemoedian kendaraannja itoe sampailah kepelaboehan.

Kapal api „Rangoon” memboeang saoeh setengah mijl djaoehnja dari tepi pantai, maka bendéranja terkibar dioedjoeng tiang sebagai tanda hampir berangkat. Tatkala berboenji poekoel sebelas, Fogg masih ada témpoh sedjam lamanja. Fix melihat Fogg dengan Aouda dan boedaknja toeroen dari keréta dan ketiganja naik sekotji menoedjoe kekapal. Fix amat marah sambil mendjedjak-djedjakkan kakinja ketanah.

Kata Fix : „Si chianat, ia berangkat djoega! Wang doea riboe pond diboeang-boeangnja sadja! Mémang demikianlah ‘adat pentjoeri, sedikitpoen ta’ maoe berhémat. Nantilah saja tangkap djoega akan dia, meski ia lari keoedjoeng doenia sekalipoen; tetapi apabila diteroeskannja perdjalanannja demikian itoe, maka habislah wang jang ditjoerinja itoe dan sajapoen ta’ kan menerima sekepingpoen.” Inspecteur polisi itoe sangatlah tergoda oléh pikirannja jang demikian itoe. Soenggoeh benarlah, dari moela Phileas Fogg meninggalkan kota London, ia telah mengeloearkan belandja amat banjak akan biaja perdjalanannja dan hadiah-hadiah, pembeli gadjah, pembajar denda-denda, sedjoemlah lebih dari pada lima riboe pond, maka Fix mengertilah bahwa hadiah jang diterimanja, ja`ni sekian persén dari pada oeang jang akan didapatnja pada pentjoeri, makin lama makin koeranglah adanja.***

 

Satu pemikiran pada “Kantoeng jang berisi berbagai-bagai wang kertas telah mendjadi koerang beberapa riboe pond sterling banjaknja.

  1. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | Aneka Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s