Phileas Fogg berdjalan sepandjang tanah rendah, kiri kanan soengai Ganges jang amat indah-indah pemandangannja, dengan ta’ ada ingatan hendak memeriksaïnja.

Bab Jang Keempat Belas

Peri meriwajatkan Phileas Fogg berdjalan sepandjang tanah rendah, kiri kanan soengai Ganges jang amat indah-indah pemandangannja, dengan ta’ ada ingatan hendak memeriksaïnja.

Oesaha akan menolong djiwa perempoean jang hendak dikoer­bankan kedalam api itoe berhasillah soedah. Sedjam lamanja setelah pekerdjaan itoe langsoeng, Passepartout masih djoega bersoeka­tjita sambil bersorak-sorak. Djenderal Francis Cromarty menoendjoekkan tangannja kepada boedjang Phileas Fogg jang berani itoe akan tanda kesoekaan, dan memberi selamat atas keoentoengannja. Toeannja berkata hanja sepatah sadja kepada Passepartout: „Baik!” demikianlah oedjarnja oléh Phileas Fogg, seorang jang ta’ banjak perkataan, kata itoe seolah-olah poedji-poedjian jang pandjang bagi boedaknja. Tetapi Passepartout mendjawab, bahwa toean­njalah jang ada hak beroléh poedjian itoe. Ia sendiri senantiasa hanja ingat `akalnja jang telah dilakoekannja itoe sadja, betapa ia telah memperdajakan meréka jang banjak itoe; kemoedian Passepartout tertawalah gelak-gelak, apabila ia ingat, bahwa ia seolah-olah seorang bekas sersan tentera pemadam api jang pandai main komidi, mendjadi majat seorang radja, jang beris­terikan seorang perempoean jang amat tjantik itoe.

Akan perempoean Hindoe jang telah dibébaskan dari bahaja maoet itoe sekali-kali ta’ ingat akan sekalian hal jang telah terdjadi itoe. Perempoean itoe doedoeklah pada seboeah keran­djang dipoenggoeng gadjah, badannja tertoetoep dengan beberapa helai selimoet. Dengan mempergoenakan ketjakapannja Parsi itoe mendjalankan gadjahnja sekentjang-kentjangnja melaloei hoetan jang amat gelap itoe. Sedjam setelah meréka enjah dari tempat pembakaran majat radja itoe, gadjah itoe sampailah kepada sebidang tanah lapang jang amat loeas. Djam poekoel toedjoeh berhentilah meréka melepaskan lelahnja. Dalam waktoe itoe Aouda beloem djoega sadar dari pada pingsannja. Parsi itoe memberi minoem akan dia air ditjampoer dengan beréndi, tetapi perempoean itoe beloem djoega sadar. Djenderal Cromarty telah kenal akan keadaan dan kesoedahan orang maboek jang sema­tjam itoe, ia ta’ koeatir sedikitpoen. Djenderal itoe hanja ta’ habis pikirnja: betapa akan kedjadiannja nasib perempoean itoe kelak. Dengan teroes terang Francis Cromarty mentjeriterakan kepada Phileas Fogg, bahwa Aouda akan djatoeh lagi ditangan chianat-chianat itoe, apabila ia tinggal di Hindia. Meréka itoe akan mentjahari Aouda djoega dalam seloeroeh Hindia. Djende­ral itoe mengerti, bahwa polisi Inggeris ta’ koeasa akan mentjegah daja oepaja meréka mentjari Aouda kembali itoe, meski perempoean itoe tinggal dikota Madras, Bombay atau Calcutta sekalipoen. Akan menjaksikan perkataannja itoe, djenderal Cromarty men­tjeriterakan soeatoe hal jang sematjam itoe, jang beloem lama terdjadi. Maka pada pikir djenderal, perempoean itoe beloem boléh dikata selamat, apabila ia beloem meninggalkan Hindia Inggeris. Kemoedian Phileas Fogg mendjawab, bahwa ia tiada akan meloepakan nasihat Francis Cromarty itoe dan ia akan memikirkan lebih landjoet, betapa jang haroes dilakoekan akan memeliharakan keselamatan perempoean itoe.

Djam poekoel sepoeloeh Parsi memberi tahoekan, bahwa Fogg dengan teman-temannja itoe telah sampai ke Allahabad. Dari tempat itoe moelaï lagi djalan keréta api; perdjalanan keréta api dari station Allahabad sampai ke Calcutta koerang dari sehari semalam. Djadi Phileas Fogg masih banjak témpoh akan melan­djoetkan perdjalanannja, sebab kapal jang akan berlajar ke Hongkong, berangkat dari Calcutta ésok harinja tanggal 25 October. Perempoean Hindoe itoe dibawa kedalam seboeah bilik distation itoe dan Passepartout disoeroeh membeli pakaian bagi Aouda. Toeannja memberi oeang banjak-banjak bagi keperloean itoe kepada Passepartout; Fogg tiada memandang banjaknja belandja itoe.

Passepartout segera berdjalan mengerdjakan perintah toeannja itoe, iapoen berdjalanlah berkeliling kota. Adapoen kota Allahabad itoe dipandang seperti tempat soetji oléh Boemipoetera dan letaknja pada pertemoean soengai Ganges dan Jumna, jaïtoe doea boeah soengai jang seolah-olah dipandang keramatlah dan banjak dikoendjoengi oléh Boemipoetera. Menoeroet riwajat Ra­mayana, soengai Ganges itoe didalam soerga hoeloenja dan membawa rahmat dari Sanghiang Berahma kedalam doenia ini. Tengah Passepartout melakoekan perintah toeannja itoe, ia berdjalan-djalan melihat-lihat tamasja dalam kota; ia bertemoe dengan seboeah bénténg zaman poerbakala jang amat indah dan élok roepanja; sekarang dipakai orang akan roemah pendjara. Keradjinan Boemipoetera dan perdagangan jang dahoeloe amat madjoenja, sakarang soedah ta’ ada lagi. Passepartout mentjahari toko pakaian jang sebesar toko Farmer & Co. di Regent-street ta’ ada dapat, ia hanja bertemoe seorang bangsa Éropah jang ber­dagang pakaian boeroek-boeroek jang amat mahal; disitoelah ia dapat membeli barang-barang jang perloe, seperti: roki schotsch, mantel besar dan pels dari koelit bever jang amat permai roepanja, hingga ia ta’ takoet membajar toedjoeh poeloeh lima pond. Kemoedian ia kembalilah kestation dengan soekatjitanja.

Aouda jang tiada sadar akan dirinja itoe, lama-kelamaan ingatlah dari pada pingsannja. Setelah dirasaïnja maboeknja telah koerang, diboekakannjalah matanja jang djernih dan indah itoe.

Apabila orang melihat akan tjantik paras Aouda itoe, maka teringatlah kepada sa`ir radja Ucaf Uddarel, jang meriwajatkan keélokan baginda ratoe Ahmehnagara dalam sa`irnja, demikian: Ramboetnja jang berkilat warnanja jang berbelah (terbahagi) doea, menghiasi roman moekanja jang berpipi tjemerlang sebagai soetera poetih, alisnja jang hitam seolah-olah boesoer Sang­hiang Kamas bangoen dan kekoeatannja, maka dibawah boeloe matanja jang seperti soetera, itoe berkeliling bidji matanja jang berkilat seperti bintang timoer itoe, kelihatanlah orang-orangan matanja seolah-olah berenang roepanja didalam kolam digoenoeng Himalaja. Giginjapoen amat indah dan poetih serta berkilat roepanja diantara kedoea bibirnja jang senantiasa seperti terse­njoem. Kedoea telinganja jang ketjil dan permai, tangannja jang boendar, kakinja jang ketjil seperti koedoe boenga teratai, ber­kilat sebagai manikam dari Ceylon, seperti intan dari Colconda. Badannja jang ketjil hampir-hampir boléh dikempa dalam tangan, mendjadikan tambah éloknja karena pahanja jang boendar; lipat­-lipatan kain soetera itoe adalah menoetoepi toeboehnja jang laksana pérak itoe. Dengan péndék boléh dikatakan, bahwa ketjantikan Aouda itoe sempoerna adanja, demikian djoega sepandjang pikiran bangsa Éropah. Ia tjakap berkata-kata dalam bahasa Inggeris dengan tjoekoep. Maka benarlah perkataan Parsi, bahwa perempoean itoe mendjadi seperti orang Éropah belaka `adat isti’adatnja, karena peladjarannja.

Pada waktoe itoe keréta apipoen soedah hampir berangkat dari station Allahabad. Orang Parsi pawang gadjah itoe bernan­tilah. Fogg laloe membajar biaja sebanjak jang telah didjandji­kannja kepadanja.

Hal itoe mendatangkan héran kepada Passepartout, sebab ia merasa, Parsi itoe haroeslah menerima hadiah djoega atas ke­tjakapan dan djasanja. Sesoenggoehnja Parsi itoe telah mengoer­bankan djiwanja menjerang beberapa alangan jang boléh mem­binasakan djiwanja akan menolong Aouda, karena apabila bang­sanja sendiri dapat tahoe akan perboeatannja itoe, nistjaja me­réka akan dianiaja oléhnja kelak. Lain dari pada itoe Passepar­tout ta’ mengerti apa jang akan diperboeat oléh toeannja dengan Kiouni, gadjah jang telah dibeli sekian mahalnja itoe. Tetapi Phileas Fogg soedah menentoekan tentang kepoetoesan itoe.

Maka kata Phileas Fogg kepada pawang gadjah Parsi itoe : „Parsi, engkau telah membantoe akan dakoe dengan setia. Atas pertolonganmoe engkau koeberi hadiah sepantasnja. Terimalah gadjah itoe mendjadi hakmoe!”

Djawab pawang gadjah:’ „Toeankoe, hadiah toeankóe kepada hamba itoe sesoenggoehnja besar benar, menjatakan kemoeliaan hati toeankoe!”

Kata Fogg poela: „Terimalah gadjah itoe, hai Parsi, saja masih djoega beroetang boedi kepadamoe.”

Passepartout menjamboeng: „Wah oentoeng besar, terimalah gadjah itoe, Kiouni seékor gadjah jang gagah berani!”

Passepartout berdjalan kepada Kiouni laloe diberikannja se­boekoe goela batoe sisa bekalnja, seraja katanja : „Ini Kiouni, ajoeh makanlah!”

Gadjah itoe menggeram beberapa kali menoendjoekkan terima kasihnja, kemoedian Kiouni membelit Passerpartout dengan belalainja pada ikat pinggangnja dan diangkatnja keatas kepala­nja. Passepartout sekali-kali tiada terkedjoet, ia mengoesap-oe­sap kepala gadjah itoe dengan tangannja, kemoedian dengan perlahan-lahan Passepartout ditoeroenkan lagi oléh Kiouni ke­tanah; Passepartout laloe memegang oedjoeng belalai Kiouni sekeras-kerasnja seolah-olah momberi tabik kepadanja, sebagai balasan peloekannja itoe.

Tiada berapa lama kemoedian maka Phileas Fogg, djenderal Francis Cromarty dan Passepartout doedoeklah dalam keréta api dengan senang dan énak; Aoudapoen mendapat djoega tempat jang terpilih ; maka keréta apipoen berangkatlah ke Benares, ja`ni seboeah tempat jang letaknja lebih koerang delapan poeloeh mijl djaoehnja dari Allahabad; perdjalanan keréta api itoe adalah doea djam lamanja baroe sampai kesana. Selama keréta api ber­djalan itoe segarlah badan Aouda itoe. Ratjoen dan asap-asap jang menjebabkan dia pingsan itoe lenjaplah semoeanja dari dalam toeboeh perempoean itoe.

Aouda amat héran dan terkedjoet, karena tahoe-tahoe ia soedah doedoek dalam keréta api dan dikelilingi oléh beberapa orang jang berpakaian tjara Eropah jang seorangpoen tiada dikenalnja.

Teman-temannja doedoek itoe memperlihatkan kehormatannja kepada Aouda, sambil memberi pertolongan seperloenja dan mem­beri dia djoega minoeman keras sedikit akan menjegarkan ba­dannja.

Djenderal Francis Cromarty mentjeriterakan pandjang lébar kepada Aouda segala hal ihwalnja ia dibébaskan dari bahaja maoet itoe. Francis Cromarty memoedji sangat akan boedi Phileas Fogg, karena ia ta’ takoet mati akan menjampaikan mak­soednja hendak menolong Aouda, sedang jang menolong itoe ialah Passepartout. Passepartout telah melakoekan perboeatan jang dipikirnja akan berhasil dengan gagah beraninja.

Selama djenderal Cromarty bertjeritera itoe, Fogg diam tiada berkata sepatahpoen. Passepartout kelihatan maloe dan sebentar­-sebentar ia berkata, bahwa perboeatan jang telah dilakoekannja itoe ta’ haroes mendapat poedjian, karena dipandangnja perboe­atan biasa sahadja!

Aouda memohonkan terima kasih banjak-banjak kepada seka­lian jang menolong djiwanja itoe, ia berkata itoe sambil me­nangis, seolah-olah air matanjalah jang disoeroehnja berkata-kata, karena dengan perkataan Aouda ta’ tjakap meloekiskan perasaan hatinja dengan seharoesnja. Matanja jang amat élok seolah-olah mendjadi djoeroe bahasa Aouda jang sedjati roepanja lebih sem­poerna dari pada moeloetnja. Aouda ingatlah poela akan barang apa jang telah terdjadi pada dirinja dalam Sutty, kemoedian gementarlah seloeroeh anggotanja, karena ia ingat bahwa ia masih didaérah tanah Hindia djoega, jang barangkali boléh djatoeh kedalam sengsara poela, apabila tertangkap lagi oléh bangsanja jang hendak melenjapkan djiwanja itoe.

Phileas Fogg mendoega pikiran manakah jang sangat mendoe­katjitakan Aouda; Fogg laloe berdjandji kepada Aouda akan membawa dia teroes sampai ke Hongkong, soepaja boléh tinggal lama-lama disitoe, hingga orang loepa hendak mengoerbankan djiwanja itoe. Dengan kesoekaan hati jang ta’ berhingga, Aouda menerimalah akan kemoerahan hati Phileas Fogg itoe. Kebe­toelan Aouda ada mempoenjaï seorang keloearga di Hongkong, bangsa Parsi seperti dia djoega, jang berdagang besar dalam kota djadjahan Inggeris itoe.

Djam poekoel setengah satoe sampailah keréta api itoe di Be­nares. Menoeroet riwajat bangsa Berahmana zaman poerbakala, tempat jang sekarang mendjadi kota Benares itoe adalah ter­gantoeng antara boemi dan langit sebagai koeboer nabi Moehammad. Tetapi pada waktoe itoe Benares terletak diatas boemi seperti tempat-tempat jang lain djoega; dari sebab itoe Passepartout boléhlah melihati roemah-roemah batoe jang ada disitoe jang terlampau boeroek roepanja, dan sedikitpoen ta’ boléh di­katakan mendjadi perhiasan kota itoe.

Di Benares djenderal Cromarty telah sampai pada tempat jang ditoedjoeinja. Tentera djenderal itoe tempatnja beberapa mijl sebelah oetara kota Benares. Francis Cromarty meminta diri kepada Phileas Fogg, sambil memberi selamat djalan dan djen­deral itoe harap kemoedian hari apabila sahabatnja itoe datang lagi ke Benares, hendaklah ia melenjapkan kelakoeannja jang amat gandjil itoe dan hoebaja-hoebaja mendapat lebih kesenang­anlah ia achir kelaknja. Fogg memberi tabik kepada Cromarty dengan tjepat. Adapoen Aouda itoe hantjoerlah rasa hatinja akan ditinggalkan oléh djenderal Francis; maka terima kasih Aouda kepada djenderal itoe diperlihatkannja dengan beberapa perkataan lemah lemboet dan air mata bertjoetjoeran jang tiada ber­hentinja. Selama-lamanja Aouda ta’ kan loepa atas oesaha djen­deral itoe, tatkala ia menolong Aouda memeliharakan djiwanja.

Djenderal Francis Cromarty berdjabat tanganlah dengan Pas­separtout, kedoeanja memberi tabik jang penghabisan dengan sekoeat-koeatnja. Passepartout bertanja dimanatah ia akan boléh menoendjoekkan kesetiaannja lagi kepada toean Francis Cromar­ty. Djenderal berdjalanlah meninggalkan teman-temannja dalam perdjalanan itoe.

Dari Benares perdjalanan keréta api senantiasa menoeroet tanah rendah disisi soengai Ganges. Apabila hari baik, boléhlah orang melihat tamasja dari djendéla keréta api kiri kanannja, seperti tanah Behar, boekit-boekit jang berhoetan, ladang-ladang jang ditanami djagoeng dan gandoem, soengai-soengai dan rawa-rawa jang penoeh dengan boeaja jang berwarna hidjau, doesoen-doesoen dan rimba-rimba jang amat sedjoek. Beberapa ékor gadjah dan héwan bangsa sapi berponok besar-besar mandi dalam soengai jang dipandang soetji itoe, sedang beberapa orang Hindoe laki isteripoen ramai-ramai mandi dalam soengai itoe, meski hawapoen moelaï dingin. Meréka itoe semoeanja beragama Berahma, sangat bentji kepada orang beragama Boedha, dan bangsa Berahma itoe sekaliannja menjembah ketiga orang déwa, jaïtoe: Batara Wisnoe jang mengoeasaï matahari, Batara Siwa jang mengoeasaï isi `alam dan kekoeatannja dan Batara Berahma jang koeasa atas segala ‘oelama-‘oelama besar dan kaoem pemerintah. Tetapi betapa déwa-déwa itoe sekarang akan menjamboet perboeatan orang Inggeris jang melajari soengai Ganges dengan kapal besar-besar, jang rioeh soeara mesinnja boléh mengedjoetkan segala isi soengai dan ‘oelama-‘oelama jang mandi disitoe, soenggoeh ta’ boléh diterangkan.

Penglihatan jang indah-indah itoe lenjaplah dengan sekedjap mata djoega, sedang penglihatan lain jang sebentar2 tertoetoep oléh asap keréta api ta’ tampak lagi. Hampir-hampir penoempang keréta api tiada melihat bénténg Chunar kepoenjaan radja-radja zaman poerbakala, jang letaknja doea poeloeh mijl dari Benares, demikian djoega Chazepore disisi sebelah kanan soengai Ganges[1] jang termasjhoer karena paberik-paberik minjak wangi dan koeboeran lord Cornwallis; lagi poela kota Buxar dengan bénténg-bénténgnja; Patna dengan paberik-paberik dan pasar madat jang terbesar pada seloeroeh Hindia Inggeris; Monghir, ialah seboeah kota bangsa Éropah jaïtoe tempat kedoedoekan orang Inggeris sebesar Birmingham dan Manchester, masjhoer karena paberik-paberik besi, paberik sendjata seolah-olah membinasakan atas kesoetjian bangsa Berahmana dengan asapnja jang keloear dari pipa-pipa jang amat besar itoe. Haripoen malamlah, boenji harimau dan moesang jang berlari-larian terdengarlah bersama-sama boenji keréta api jang djalannja amat kentjang itoe. Maka penglihatan jang ‘adjaib-‘adjaib ditanah Hindoestanpoen lenjaplah karena gelap petang hari itoe; demikian djoega kota Colconda, kota Cora jang telah roesak, Murs­hedabad, Burdwan, Hougly, Chandernagor, semoeanja djadjahan Perantjis, tiada kelihatan poela ; djika sekiranja Passepartout dapat menampak bendéra bangsanja sendiri berkibar ditanah asing itoe berapalah akan riang dan sombongnja.

Djam poekoel delapan sampailah keréta api ke Calcutta. Kapal jang hendak berangkat ke Hongkong membongkar saoeh nanti poekoel doea belas. Phileas Fogg mempoenjaï témpoh empat djam lamanja. Menoeroet boekoe peringatannja, Phileas Fogg akan sampai keiboe kota djadjahan Inggeris itoe pada tanggal 25 October, doeapoeloeh tiga hari setelah meninggalkan London, maka pada hari jang terseboet itoe ia telah tiba di Calcutta. Seharipoen ta’ koerang ta’ lebih dari waktoe jang ditentoekan itoe. Sajanglah waktoe keoentoengan doea hari tatkala Phileas Fogg berdjalan ditanah Bombay itoe hilang sadja; tetapi Phileas Fogg tiada merasa sajang kehilangan waktoe itoe, sebab ia telah dapat gantinja Aouda itoe.

Iklan

Satu pemikiran pada “Phileas Fogg berdjalan sepandjang tanah rendah, kiri kanan soengai Ganges jang amat indah-indah pemandangannja, dengan ta’ ada ingatan hendak memeriksaïnja.

  1. Ping balik: Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari | Aneka Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s