Bom Jakarta

Pakar psikologi: bom Jakarta aksi kejahatan yang sempurna

Bom Jakarta 2

Jakarta – Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, menilai ledakan di Pos Polisi Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, adalah aksi kejahatan yang disusun secara sempurna.

“Semua kalkulasi rasional untuk sebuah aksi kejahatan terpenuhi secara sempurna,” kata Amriel ketika dihubungi melalui pesan singkat dari Jakarta, Kamis.

Doa menjelaskan pelaku mungkin telah menghitung akurat empat unsur utama dalam kejahatan ini yaitu target, insentif, sumber daya, dan risiko.

“Target tersedia bahkan banyak dan bernilai penting,” kata Reza terkait dengan lokasi kejahatan yang berada di jantung kegiatan pemerintahan dan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Amriel menyebutkan kejahatan tersebut mendapatkan insentif dari kondisi masyarakat yang mudah terpantik dan menghasilkan ketakutan dan sikap skeptis kepada aparat.

“Dilipatgandakan juga oleh pemberitaan dan media sosial,” jelasnya.

Dia menambahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk kejahatan ini juga tersedia dan terjangkau secara finansial oleh para pelaku.

“Mereka tidak takut mati, bahkan mungkin saja mencari itu. Jadi tak ada lagi risiko yang ditakuti,” katanya.

Di sisi lain, Amriel optimistis polisi Indonesia mampu mengungkap kejahatan ini dengan segera.

“Mudah-mudahan polisi berhasil mengatasi masalah ini. Insya Allah Indonesia tidak akan takluk,” katanya.

Sebelumnya terjadi ledakan di Pos Polisi Sarinah Thamrin Jakarta Pusat yang menewaskan enam orang diduga menggunakan granat bukan bom. (antaranews.com 14012016)

Pemimpin dunia sampaikan solidaritas kepada Indonesia

Para pemimpin dunia ramai-ramai menyampaikan cuitan bernada terkejut dan menyampaikan solidaritas serta dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia dalam perang melawan teror menyusul serangan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis ini.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, lewat akun Twitter @TurnbullMalcolm, memposting cuitan yang dia tulis dalam Bahasa Indonesia.

“Simpati, doa & solidaritas penuh masyarakat Australia bersama dgn masyarakat Indonesia dlm menghadapi serangan2 teroris di Jakarta hari ini,” cuit Malcom dalam laman The Guardian.

Para pemimpin dua negara terdekat Indonesia, yakni Singapura dan Malaysia, juga melepaskan cuitan berisi simpati, solidaritas, duka, dan doa untuk Indonesia.

Lewat akun Twitter @leehsienloong, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mencuit, “Shocked & dismayed by news of the #JakartaBlasts. My thoughts are with the Indonesian people.”

Perdana Menteri Malaysia Mohd Najib Tun Razak tidak kalah simpatiknya dengan Lee Hsien Loong.

Deeply shocked & saddened by bomb attacks in Jakarta. Msia stands ready to help in any way. Thoughts & prayers with the Indonesian people,” kata Mohd Najib Tun Razak dalam akunnya ‏@NajibRazak.

Ucapan solidaritas dan dukungan moral juga disampaiakan Uni Eropa dan India.

My thoughts are with those who lost their loved ones in the reprehensible attack in Jakarta. I pray for speedy recovery of the injured: PM,” cuit  PM India Narendra Damodardas Modi dalam akunnya @PMOIndia.

Sedangkan Uni Eropa, lewat EU External Action dalam akunnya✔@eu_eeas, memulai pesannya dengan tagar #JakartaAttack…”today is a tragic reminder that the threat of #terrorism is global“. (antaranews.com 14012016)

ISIS sebut ‘konser’ Jakarta, 2 teroris bunuhdiri picu bom ransel blarr!

bom jakarta 4

Mayat dua teroris setelah mengakhiri aksi dengan meledakkan bom bunuh diri. Salah seorang pelaku menembakkan pistol membabi buta di kerumanan masa.

Adegan sesi dua teror bom di Starbuck – Sarinah Jakarta cukup menegangkan berlangsung saat terjadi pengepungan 5 pelaku teroris diwarnai baku tembak dengan polisi, Kamis (14/1.2016).

Insiden ini terjadi pasca ledakan bom beruntun 7 kali yang menewaskan 5 korban dan tiga luka. Beruntung, pelaku tidak sampai meledakan bom bunuh diri saat berbaur dengan kerumunan masa.

Adegan mendebarkan itu berlangsung karena saat polisi melakukan pengepungan sempat terjadi baku tembak dengan para teroris. Dua diantara pelaku berhasil menyusup di kerumuan masa.

Pantauan lapangan, dua pelaku teroris yang menyusup itu membawa rangsel berisi bom. Keduanya berpencar sempat berjalan santai mondar-mandir di antara kerumunan masa, wartawan dan polisi. Masa maupun polisi semula tidak menduga. Tapi, begitu pelaku mengeluarkan pistol, masa maupun polisi baru masa terhentak.

Salah seorang pelaku bahkan sempat mendekati seorang polisi lalu lintas. Polisi pun tidak sempat menyelamatkan diri saat pelaku pria muda menodongkan pistol dan menembak. Terpisah, pelaku lainnya juga menembakkan senjata pistolnya dengan membabi buta. Tapi, dengan secepat berhasil dilumpuhkan polisi dengan tembakan mematikan.

Setelah tiga di antara pelaku tewas tertembus peluru polisi, tinggal dua pelaku dan terdesak. Kedua pelaku ini pun berlindung di balik mobil di halaman parkir Jakarta Theater kawasan sarinah. Setelah terjadi baku tembak dengan polisi dan terdesak, salah seorang meledakkan bom bunuh diri. Blaarr. Keduanya pun tewas seketika.

Wakapolri Komjen Budi Gunawan memastikan pelaku bom di Pos Polisi Sarinah, Thamrin melakukan bom bunuh diri. Pelaku membawa bom dan meledakannya di pos polisi.

“Ada dua pelaku bom bunuh diri,” jelas Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Kamis (14/1/2016).

Pelaku bom bunuh diri itu tewas di lokasi. “Dua pelaku tewas,” tutup Budi.

Terpisah, Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan menambahkan bahwa pelaku teror Jalan MH Thamrin, adalah grup ISIS. Dua bulan lalu, kata Anton, sudah ada ‘warning’ setelah terjadi pengeboman Paris, ISIS akan menjadikan Indonesia mengguncang dunia.

“Warning Indonesia akan terjadi konser. Yang jelas dari grup ISIS,” kata Anton.

Menurut Anton, pelaku teroris yang berjumlah tujuh orang, lima tewas dan dua orang berhasil diamankan. Aksi yang dilakukan dibagi dua sesi. Pertama, kata dia, pelaku meledakkan bom di pos polisi Jlan Mh Thamrin dan Starbuck.

“Pelaku ditemukan membawa bom berkekuatan besar. Bom pertama hanya pancingan, dengan harapan (sesi dua,red), kalau masa berkumpul baru dilakukan bom bunuh diri,” kata Anton.

Beruntung, skenario kedua meledakkan bom bunuh diri saat berada dalam kerumunan masa tidak sampai terjadi, karena semua pelaku keburu berhasil dilumpuhkan.

Menjawab wartawan soal indikasi yang menguatkan dugaan merupakan aksi ISIS, jenderal bintang satu ini menegaskan, “Di luar negeri klaim ISIS.”

Keterangan resmi Polda Metro Jaya, menyebut jumlah total korban tewas akibat insiden teror bom ini, 5 pelaku eror, 1 korban tewas WNA, dan 1 warga Indonesia, 15 korban warga sipil mengalami luka berat dan luka ringan. Sedangkan, 5 korban polisi mengalami luka berat dan luka ringan. @yuan/dang/hafidz

Siapakah Afif, pelaku teror Sarinah?

Pelaku teroris afifSalah satu terduga pelaku teror di Sarinah, Jakarta Pusat Kamis pekan lalu (14/1/2016) adalah Afif alias Sunakim. Ia tampak memakai topi, dan menyalakkan senjata. Tas ranselnya diduga berisi peledak. Afif akhirnya tewas setelah baku tembak dan terkena ledakan di depan kedai kopi Starbucks. Siapakah Afif?

Afif diketahui pernah tinggal di Kampung Krajan 1, Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Warga sekitar mengenalnya dengan panggilan Nakim. Ketua RW 01, Sarwita mengatakan, Afif lahir dan sekolah SD di Krajan 1.

Masa SMP ia habiskan di Lamparan. Setelah itu melanjutkan sekolah di SMK Texmaco di Cipeundeuy, tapi pulangnya ke Karawang di rumah kakeknya. “Ayahnya, Zaenab bekerja sebagai penjaga makam, ibunya Nyai, pedagang sayuran keliling,” ujar Sarwita kepada Pikiran Rakyat.

Ia menjadi warga Karawang. Kepala Desa Duren Kecamatan Klari Kabupaten Karawang Abdul Halim membenarkan warganya yang bernama Sunakim alias Afif bin Zaenab terlibat kasus teror bom Sarinah. Sepengetahuan Halim, Afif sempat bekerja di perusahaan ban di Karawang. Sebelum 2008, ia sempat tinggal di Kabupaten Subang.

“Pada 2008 dia pindah dari Subang ke kampung kami di RT 16 RW 5,” ujar Abdul seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Menurut Abdul sejak tahun 2008, Afif sering menggelar pengajian bersama para teman-temanya di Klari. Warga melaporkan pengajian yang mereka gelar karena diduga menyebarkan ajaran sesat.

“Ada tiga pengajian yang saya bubarkan,” ujarnya seperti ditulis Sindonews.com. Pengajian itu digelar di Mushola At-Taufiq Kampung Duren RT/RW 14/05, Pengajian di Kampung Bobokan RT/RW 30/08 dan pengajian pimpinan Kang Ayat Berasal dari Garut.

Wajahnya terkenal secara luas karena terekam kamera dengan jelas saat menembaki polisi. Kabar mengejutkan tiba pada tahun 2009. Abdul mendapat kabar Afif terlibat bom JW Marriot di Jakarta. Saat itu, Afif tidak lagi tinggal di rumah kontrakan di kampung tersebut.

Belakangan terpetik kabar, Afif ikut pelatihan militer di Aceh. Pada 1 Maret 2010, Ia salah satu dari puluhan orang yang ditangkap secara terpisah karena terlibat pelatihan militer di Jalin Jantho, Aceh Besar.

Kombes T Saladin mantan Kapolres Bireuen menyebutkan, pernah mengejar kelompok ini pada akhir Febuari 2010. “Mereka lari ke Medan, setelah diketahui pernah melakukan latihan militer di kawasan pedalaman, Desa Jalin, Jantho, Aceh Besar,” kata Saladin seperti dinukil dari Jawa Pos.

Afif akhirnya tertangkap. Kabar penangkapan ini sampai juga ke kampungnya. “Pada 8 Maret 2010, saya mendapat kabar dari polisi dia ditangkap Polda Aceh karena terlibat pelatihan militer di Aceh,” ujar Abdul.

Karena kasus ini, Afif divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 2011 dalam kasus dengan pasal terorisme. Ia dijebloskan ke LP Cipinang, Jakarta Timur.

Menurut Muhammad Jibriel Abdul Rahman, pemerhati terorisme, di penjara Afif bersinggungan dengan Sulaiman Aman Abdurahman –orang yang mengklaim sebagai amir Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Asia Tenggara.

Kebanyakan anak buah Aman merupakan anak-anak muda yang masuk penjara akibat kasus kriminalitas. “Dicekoki langsung secara ekstrem. Tidak secara step by step,” ujarnya kepada CNN Indonesia. Pada Oktober 2015 Afif menghirup udara bebas.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie, tak semua napi kasus terorisme seperti Afif mendapat pemulihan lewat program deradikalisasi. Deradikalisasi bersifat sukarela. Sebab orang tak bisa dipaksa. Selain itu, biasanya yang masuk program deradikalisasi adalah mereka yang mendapat vonis berat, “Misalnya vonis 10 tahun,” ujarnya.

Dua minggu terakhir Afif sempat pulang bersama anak istrinya dan tinggal di rumah orang tuanya di Compreng, Subang. Empat hari sebelum kejadian mereka pergi lagi. Akhirnya, Afif tewas meninggalkan anak istrinya.

Teroris menembaki polisi

ISIS Klaim Dalangi Teror Bom Jakarta, Sebut Targetnya Warga Asing

Jakarta – Militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta. ISIS menyebut para anggotanya mendalangi serangan teror untuk menargetkan warga asing di Jakarta.

“Petempur ISIS melakukan serangan bersenjata pagi ini, menargetkan warga-warga asing dan petugas keamanan yang ditugaskan melindungi mereka di ibukota Indonesia,” demikian pernyataan ISIS melalui kantor berita Aamaaq, yang merupakan aliansi ISIS melalui saluran Telegram seperti dilansir Reuters, Kamis (14/1/2016).

Rangkaian bom bunuh diri dan serangan bersenjata mengguncang kawasan Sarinah, Thamrin pagi tadi. Sedikitnya 7 orang, termasuk 5 pelaku teror tewas dalam insiden ini.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian memastikan pelaku teroris di gedung Cakrawala dan Jalan Thamrin Jakarta Pusat berhubungan dengan ISIS yang berpusat di Raqqa, Suriah.

“Jaringan pelaku berhubungan dengan ISIS yang berpusat di Raqqa,” kata Tito dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/1).

Tito menjelaskan, di bawah kepemimpinan Abu Bakr Al-Bagdhadi, ISIS mengubah strategi. Perubahan strategi yang dimaksud yakni tidak lagi menyerang di kawasan Suriah dan Irak, namun melebar ke seluruh dunia.

Disebutkan Tito, ISIS membuka cabang di seluruh dunia untuk melancarkan operasinya, seperti di Prancis, Turki dan Asia Tenggara. Untuk kawasan Asia Tenggara, lanjut Tito, sedang terjadi persaingan memperebutkan kursi pimpinan tertinggi ISIS untuk kawasan ini. Salah satunya melibatkan kelompok Bahrum Naim. Pelaku teror di Jakarta hari ini diyakini merupakan bagian dari kelompok Bahrum Naim.(news.detik.com/internasional)

Ini Profil Bahrun Naim, Sosok yang Disebut Polisi Terlibat dalam Bom Thamrin

bahrun naim dalang peneror jakarta-d

Solo – Nama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Naim pertama kali mencuat ke permukaan ketika ditangkap oleh Densus 88/Anti-Teror pada 9 November 2010. Saat itu Naim ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa ratusan butir amunisi ilegal.

Meskipun ditangkap oleh Densus, di persidangan yang digelar di PN Surakarta, Naim tidak dijerat dengan UU Terorisme. Dia ‘hanya’ dijerat dengan Darurat No 12/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. Putusan majelis hakim di PN Surakarta pada 9 Juni 2011 menjatuhkan vonis penjara 2 tahun 6 bulan terhadap Muhammad Naim karena tanpa kewenangan menyimpan 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 9 mm.

Dalam persidangan Naim menolak disebut sebagai pemilik amunisi tersebut. Dia menyebutkan tas ransel hitam berisi ratusan amunisi tersebut sebagai barang titipan kenalannya yang bernama Purnomo Putro sejak pada tahun 2005. Purnomo hingga saat ini masuk DPO kepolisian atas dugaan terlibat kegiatan terorisme.

Namun demikian dalam tuntutan jaksa maupun vonis hakim, persoalan menyembunyikan informasi tentang keberadaan buron tersebut tidak pernah disebut. Dalam tuntutannya jaksa menuntut Naim dipenjara selama lima tahun hanya untuk pelanggaran menyimpan amunisi tersebut.

Setelah bebas dari penjara, Naim kembali berkiprah bersama jaringannya. Dia kemudian diketahui bergabung dengan kelompok ISIS. Namanya sering muncul dalam pemberitaan hampir setiap kali ada WNI yang diketahui bergabung sebagai simpatisan ISIS.

Nama Naim semakin kuat disebut terkait hilangnya seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Maret 2015 lalu. Siti Lestari, mahasiswi asal Demak, terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga meminta kiriman uang Rp 3,5 juta untuk biaya perkuliahan. Namun setelah itu dia justru meninggalkan perkuliahan.

 

Lokasi salah satu sasaran serangan teroris di Thamrin-d

Lokasi salah satu serangan teroris di Thamrin

Sugiran, ayahnya, mendapat informasi bahwa Siti pindah kontrakan bersama seorang lelaki bernama Bahrun Naim. Setelah didatangi, ternyata rumah kontrakan itupun telah kosong. Siti, kata Sugiran, memang pernah pulang ke rumah bersama seorang lelaki bernama Bahrun Naim yang diperkenalkan sebagai calon suaminya.

“Terus terang saat itu kami tidak setuju karena lelaki itu masih punya istri dan juga sudah punya anak. Kami dengar informasi saat ini Bahrun Naim itu sekarang suah berada di Suriah. Kami tidak tahu persis keberadaan Siti saat ini,” ujar Sugiran kepada wartawan saat itu.

Nama Naim kemudian sering dikaitkan dengan klaim dukungan Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang menyatakan dukungan kepada ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Bom Jakarta

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan keterangan di Kantor Presiden hari ini

Hari ini, di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan Bahrun Naim ingin menjadi leader ISIS di Asia Tenggara. Karena itu, dia dan kelompoknya bergerak.

“Kelompoknya sudah kita ketahui dan sedang dilakukan pengejaran,” kata Tito memberikan keterangan pers bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Seskab Pramono Anung. (news.detik.com)

-ar-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s