Dampak positif merokok memperpanjang umur dengan nukleotide polymorphisms?

Arifuddin
Benarkah merokok dengan teratur dapat memperpanjang umur pelakunya? Sebuah studi membuktikan bahwa rokok tidak selalu harus dikaitkan dengan kanker paru, cepat tua, umur pendek dan sebagainya. Dampak rokok tidak selalu negatif, justru positif, seperti dalam sebuah hasil penelitian.

Jika anda adalah perokok aktif dan masih dapat bertahan hidup dengan umur yang panjang, mungkin anda adalah orang yang beruntung. Namun menurut penelitian, perokok justru memang dapat memberikan umur yang lebih panjang hingga 10 tahun daripada mereka yang bukan perokok, bukan berarti berita ini menyarankan agar anda merokok.

Seorang wanita berumur 122 tahun di Amerika Serikat, menurut laporan Washington Post, sejak berumur 21 tahun telah menjadi perokok aktif dan menjadi wanita tertua di dunia yang telah meninggal pada tahun 1997 lalu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh universitas dari Los Angeles, melakukan perbandingan sebanyak 820 orang, dimana 90 orang perokok yang mampu melewati umur 80 tahun sementara 730 orang lainnya meninggal sebelum umur 70 tahun.

Sudah menjadi rahasia umum bagi banyak orang bahwa konsumsi rokok dianggap membawa kesegaran pikiran dan melonggarkan otak saat menghadapi stres. Benar atau tidak, tentu anda perokok aktif akan dapat menjawab pernyataan itu.

Perbandingan perokok dengan bukan perokok yang dilakukan oleh universitas itu menunjukkan bahwa 22 persen mampu bertahan melewati umur 90 tahun, dan bahkan melewati umur 100 tahun. Demikian laporan UPI dalam publikasi jurnal Gerontologi Oxford.

Dengan demikian, rokok tidak selalu harus dikaitkan dengan memperpendek umur dan penyebab penyakit kanker. Ada kandungan spesifik dalam rokok yang mampu mendukung masa hidup sel lebih lama dan bahkan mampu memperbaiki kerusakan sel.

Arifuddin ali

Pertanyaan bagi banyak orang hingga kini adalah mengapa tidak semua perokok mengalami kanker atau masalah kesehatan?

Peneliti telah menemukan penanda genetik dalam kandungan rokok yang memberikan sokongan terhadap kelangsungan hidup sel dan memberikan kekuatan terhadap sel itu sendiri, yang menjadi jawaban terhadap kekuatan tubuh dalam menghindari penyakit serta masalah ketidaknormalan sel.

Seperti diketahui bahwa ketidakstabilan sel genetik adalah pemicu terjadinya masalah kesehatan fatal seperti tumor dan kanker.

Penelitian itu sendiri telah menemukan sebanyak 215 nukleotide polymorphisms pada 730 orang perokok yang berumur diatas 90 tahun. Kandungan nukleotide polymorphisms yang berada dalam rokok diyakini dapat memberikan kekuatan bagi sel dalam tubuh untuk menghadang masalah dalam sel itu sendiri. (indoberita.co.id)

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s