Jessica Kumala Wongso

jessica-kumala-wongso
Siapa dia sebenarnya?
Nama lengkapnya, Jessica Kumala Wongso (27). Dia anak bungsu pasangan Imelda Wongso dan Winardi Wongso, pengusaha plastik untuk onderdil sepeda asal Jakarta.
Pengacara Jessica, Yudi Wibowo yang menceritakan sosok Jessica ke wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (19/1/2016). Yudi sendiri merupakan sepupu dari Jessica.
Keluarga Jessica, ucap Yudi, hijrah ke Australia pada tahun 2005 dan menetap disana.  Ayahnya bahkan membeli sebuah rumah Sydney. Saat keluarganya pindah tahun 2005, Jessica tetap di Indonesia, sebab dia masih menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Jubilee School. Menurut Yudi Jessica anak pendiam yang manja.  Semasa SMA, dia lebih suka bermain komputer dan menggambar.  Makanya begitu tahun 2008 lulus SMA, Jessica memilih menyusul keluarganya ke Australia.
Dia lalu kuliah di Billyblue College Sidney dan mengambil jurusan design grafis. Jurusan yang sesuai dengan kesukaannya dan tambah membuat Jessica keranjingan di depan komputer hingga membuatnya terkena sakit leher.
“Ketika Jessica ke Australia saya tak pernah lagi bertemu Jessica,” kata Yudi.  Selanjutnya Jessica menetap selama 7 tahun di Australia, sampai 2015. Namun usai lulus kuliah Jessica kesulitan mendapat pekerjaan tetap di Australia. Dia memutuskan kembali ke Indonesia dan mencari pekerjaan di akhir tahun 2015 ini. Begitu kembali ke Indonesia, Jessica menempati rumah lama keluarganya.  Lokasinya berada di Jalan Selat Banda, J1, Sunter Icon, Jakarta Utara. “Jessica ini sedang cari pekerjaan sebenarnya disini,” kata Yudi.
Sementara Jessica kembali ke Indonesia, dua kakak Jessica, sudah menikah dan berstatus warga negara Australia. Soal hubungan Jessica dengan Mirna, Yudi menjelaskan keduanya bukan teman dekat. Mereka tak duduk di bangku SMA di sekolah yang sama.  Keduanya hanya sempat kuliah di kampus yang sama tetapi beda jurusan. Lantaran sama-sama berasal dari Indonesia makanya komunikasi antara mereka terjalin semasa kuliah. Tapi, setelah lulus kuliah Mirna lekas pulang sedangkan Jessica tidak. Ketika Jessica pulang ke Indonesia, dia pun menghubungi teman lamanya itu.  Saat itu, Jessica baru sepekan berada di Indonesia.(Wartakota)

Jessica Kumala Wongso Tersangka Pembunuhan Mirna

Jessica-Kusuma-Wongso-Teman-Mirna-Salihin-FotoKasus kematian Wayan Mirna awal Januari lalu karena Kopi yang diminumnya tercampur sianida memang cukup mengras tenaga dan pikiran penyidik dalam menetapkan tersangka. Pasalnya 2 minggu lebih Polisi belum mampu menetapkan tersangka siapa pembunuh Wayan Mirna ini. Hal itu disebabkan bukti buti utama belum ditemukan. Namun akhirnya pada Jumat 29 Januari Polisi resmi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka. Hal itu ditetapkan setelah melalui serentetan penyidikan dan bukti bukti yang mengarah ke sana.

Penetapan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka ini sudah banyak diprediksi oleh Netizen yang setia mengikuti kasus ini, namun tak sedikit juga yang menyalahkan Polisi karena ditakutkan salah tangkap, mengingat Jessica dari awal sudah mengelak dan ngotot menyatakan dirinya bukan pembunuh Mirna karena tak ada bukti yang melekat pada dirinya.

Setelah kasus terbunuhnya Mirna ini mencuat, sosok Jessica Kumala Wongso ini meang seolah menjadi artis karena setiap gerak geriknya menjadi sorota media. Bahkan banyak netizen mencari cari info tentang dia melalui Twitter, instagram atau socmed lainnya. Hal itu karena para Netizen ikut penasaran dengan Jessica, sebab banyak “aksi” janggal yang dilakukannya. Seperti membuang celana yang dipakainya saat beryemu mirna, langsung menyewa pengacara saat diminta menjadi saksi dll. (profilartis.net)

Bacakan Pembelaan Terakhir, Jessica Minta Tolong Presiden Jokowi

20161020-jessica-kumala-wongsoJakarta – Jessica Kumala Wongso membacakan pembelaan terakhirnya sebelum divonis majelis hakim. Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin ini meminta tolong Presiden Jokowi untuk memperhatikan haknya dalam persidangan.

“Saya taruh harapan saya ke Bapak Presiden Republik Indonesia, sebagai rakyat Indonesia agar memperhatikan hak saya untuk mendapatkan peradilan yang adil,” ujar Jessica, di sidang duplik yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (20/10/2016).

Jessica juga meminta Presiden Jokowi untuk memastikan tak ada intervensi dalam sidang yang dia jalani. Dia meminta Jokowi untuk menciptakan peradilan bersih.

“Tolong Bapak Presiden cegah, jangan ada intervensi di peradilan,” ujarnya.

Terakhir, Jessica meminta majelis hakim agar tidak terpengaruh opini publik dalam memutus perkara yang sedang dia jalani.

“Saya taruh harapan pada majelis hakim semoga memutus seadil-adilnya,” ucapnya. (news.detik.com – 20 Oktober 2016)

Jessica: Saya Akan Berjuang Sampai Titik Darah Terakhir

Terdakwa kasus pembunuhan Jessica Kumala Wongso tetap menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang menaruh racun sianida ke dalam kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin.

“Saya nggak pernah menaruh racun di gelas kopi seperti yang dituduhkan kepada saya. Kalau ada fakta persidangan yang membuktikan kalau saya adalah seorang pembunuh, maka saya rela untuk dihukum seberat-beratnya,” kata Jessica saat membacakan duplik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Jessica tetap yakin bukti tersebut tidak akan pernah ada.

“Karena saya bukan seorang pembunuh, saya dan kita semua tahu Mirna sudah tidak ada. Saya sedih kehilangan sahabat, tapi kenapa meninggalnya Mirna harus saya yang dituduh membunuh dan bertanggung jawab,” katanya.

“Maka saya akan tetap berjuang sampai titik darah terakhir untuk keadilan dan kebebasan saya,” kata Jessica.

Jessica paham bahwa hampir setiap hari wajahnya mengisi pemberitaan di televisi.

Dirinya sangat terpukul saat semua orang membahas penderitaan hingga kehidupan masa lalunya.

“Siapa yang bisa bertanggungjawab atas kondisi mental yang saya rasakan. Sekarang kami hanya bisa pasrah dan berdoa,” kata Jessica. (batam.tribunnews.com – 20 Oktober 2016)

Di Sidang Pembelaan Terakhir, Pengunjung Berteriak: Jessica Tak Bersalah!

20161001-jessicaJakarta – Jessica Kumala Wongso menangis saat membacakan duplik pribadinya. Dia menceritakan dengan ringkas perasaannya selama menjalani persidangan.

“Hanya masa depan suram yang ada di depan saya, masa lalu saya dan penderitaan saya jadi obrolan orang-orang, saya hanya bisa menangis bagaimana orang bisa bertanggung jawab atas mental saya? Ini konsekuensi padahal saya tidak melakukan yang diituduhkan pada saya,” kata Jessica di PN Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Mendengar Jessica menangis ruang persidangan yang tadinya ramai pun mendadak sunyi. “Saya dan penasihat hukum sudah semaksimal mungkin, saya hanya bisa pasrah pada Tuhan untuk mendapat keadilan,” kata Jessica.

“Awalnya saya takut majelis hakim akan menghakimi saya, tapi seiring berjalannya waktu majelis hakim memperlakukan saya dengan berimbang,” lanjut Jessica.

Dia pun mengakhiri duplik pribadinya kepada majelis hakim agar bisa memutuskan secara adil bagi dirinya.

“Saya berharap yang mulia majelis hakim bisa menilai seadil-adilnya dengan hati nurani yang mulia dan tidak semata-mata terpengaruh oleh media masa tetapi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Mendengar pernyataan tersebut, penonton di ruang sidang bersorak dan bertepuk tangan. Beberapa pengunjung di bagian belakang ruang sidang memberi responsnya.

“Hidup Otto!” kata salah satu pengunjung

“Jessica tidak bersalah!” kata pengunjung yang lain.

Melihat keributan majelis hakim pun kembali menegur dengan keras.

“Mohon tenang apabila tidak bisa tenang terpaksa kami akan keluarkan,” kata Hakim Ketua Kisworo. (news.detik.com – 20 Oktober 2016)

20161020-jessicaJessica

Sidang Jessica Wongso Tanggal 10 Agustus 2016 Live PN Jakpus

Jessica Divonis Hukuman 20 Tahun Penjara

20161027-jessica-vonis

Jessica saat dibacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun penjara kepada terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, Kamis (27/10/2016) sore.

Jessica dianggap bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana.

“Menyatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, menjatuhkan pidana 20 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Kisworo.

Putusan majelis hakim sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Jessica dengan hukuman 20 tahun penjara, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 340 KUHP.

Menurut majelis, hal yang memberatkan Jessica dalam kasus ini ialah perbuatan terdakwa membuat Wayan Mirna Salihin meninggal dunia, perbuatan keji dan sadis, terdakwa tidak pernah menyesal, dan tidak mengakui perbuatannya.

Majelis juga menganggap ada hal yang meringankan, yakni Jessica masih berusia muda. (Baca: Pendukung Jessica Teriak “Jessica Bebas”, Pendukung Mirna Teriak “Hukum Mati”)

Selain itu, majelis hakim juga menilai ada sikap Jessica yang tidak tulus. Hal itu diperlihatkan dari kebiasaan Jessica yang tidak pernah mengeluarkan air mata, tetapi tiba-tiba mulai mengenakan kacamata dan menangis di persidangan sebelumnya.

“Menimbang bahwa air mata terdakwa tidak tulus dari hati nurani yang mendalam,” tutur hakim anggota Binsar Gultom, secara terpisah.

Majelis pun meyakini ada pengaruh dorongan melakukan pembunuhan berencana dari fase hidup yang dialami Jessica selama di Australia hingga akhirnya dia pindah ke Indonesia.

Jessica disebut mengalami masa-masa yang buruk saat di Australia. Bahkan, Jessica beberapa kali terbukti berupaya bunuh diri dengan beberapa cara, di antaranya dengan menghirup gas karbon dioksida dan alkohol secara berlebihan.

Majelis turut menganggap Jessica merasa sakit hati karena Mirna pernah menanyakan apa tujuan Jessica datang ke Indonesia. Ditambah lagi, Mirna pernah menyarankan agar Jessica putus dari pacarnya di Australia, Patrick, yang dianggap tidak berlaku baik.

Para penonton di dalam ruang sidang menyambut dengan tepuk tangan atas putusan majelis hakim itu.

Ajukan banding

Jessica pun diberikan kesempatan menanggapi vonis tersebut.

“Saya tidak terima dengan putusan ini, selanjutnya saya serahkan kepada penasihat hukum,” kata Jessica.

Kuasa hukum terdakwa, Otto Hasibuan, menyatakan banding atas putusan tersebut. (Baca: Hakim Nilai Tangisan Jessica Saat Bacakan Pleidoi Hanya Sandiwara)

Mirna meninggal setelah meminum es kopi vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Hasil pemeriksaan dari Puslabfor Polri menunjukkan bahwa Mirna meninggal karena keracunan sianida.

SImak linimasa kasus kematian Mirna Salihin hingga vonis Jessica di Visual Interatif Kompas, klik di sini.

Sumber: megapolitan.kompas.com – Kamis 27 Oktober 2016

ar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s