Dari Memotong hingga Memakan Mayat, Inilah Ritual Pemakaman Dunia yang Bikin Merinding

20151215-tengkorak-manusiaKematian adalah bagian dari siklus hidup manusia yang tak bisa dihindari. Semua makhluk hidup akan meninggal pada waktunya.

Dalam budaya modern, orang yang meninggal akan mendapat ritual pemakaman sesuai agama dan budaya yang dia percaya. Namun di beberapa tradisi lama, ada ritual yang cukup mengerikan.

Dikutip dari boombastis.com, ternyata ada beberapa ritual kematian di belahan dunia yang dilakukan selain upacara penguburan seperti biasa yang disertai dengan iringan doa.

Caranya beragam, mulai dari orang-orang yang berniat untuk mati hingga ritual mengerikan yang harus dilakukan orang-orang yang ditinggalkan. Beberapa contoh dapat Anda baca di halaman berikut:

1. Sutee

20151215-Lukisan-yang-menggambarkan-SatiLukisan yang menggambarkan Sutee

Sutee adalah sebuah tradisi kematian Hindu yang dilakukan di India kuno yang melibatkan pengorbanan diri para janda.

Ketika suami meninggal dunia, maka jasad mereka akan dibakar dan jandanya juga ikut dibakar hidup-hidup bersama sang suami.

Tradisi ini sudah dijalankan selama berabad-abad di India meskipun beberapa kali sudah dilakukan pelarangan, ternyata sampai sekarang juga masih ada yang melakukannya.

Tradisi pengorbanan ini dilakukan dengan sukarela, tapi terkadang ada juga masyarakat yang memaksa seorang janda untuk melakukan Sutee.

Bahkan wanita yang berusaha lari dari api malah ditusuk dengan tongkat bambu atau dipatahkan kaki dan tangannya agar tidak bisa lari.

2. Memumikan Diri Sendiri

20151215-Seorang-pendeta-yang-memumikan-diriSeorang pendeta yang memumikan diri

Beberapa pendeta Buddha di Jepang yang disebut Sokushinbutsu melakukan ritual kematian dengan memumikan diri sendiri.

Ritual ini banyak dilakukan di Jepang hingga akhir tahun 1800an dan akhirnya dilarang pada awal tahun 1900an.

Ritual ini membutuhkan proses yang panjang dan menyiksa yaitu selama 2000 hari.

Pertama, semua lemak dalam tubuh harus dihilangkan, jadi mereka yang ingin melakukan ritual ini hanya boleh makan kacang dan biji-bijian tanpa menu lain selama 1000 hari.

Selanjutnya adalah dengan menghilangkan cairan dengan cara hanya boleh memakan batang dan akar pohon pinus dalam jumlah kecil selama 1000 hari.

Langkah terakhir adalah minum teh khusus beracun yang bisa membuat peminumnya muntah dan diare. Kemudian, mereka akan duduk dalam posisi lotus di ruangan kecil dan menunggu hingga ajal tiba.

3. Pemakaman Langit Buddha Tibet

20151215-Gunung-tempat-pemakaman-di-TIbetGunung tempat pemakaman di Tibet

Para penganut Buddha Tibet memiliki tradisi yang unik dalam memperlakukan mayat.

Mereka akan memotong-motong mayat kemudian meninggalkannya begitu saja di atas gunung. Tujuannya adalah agar mayat tersebut dimakan oleh burung-burung pemakan bangkai.

Mereka beranggapan bahwa jasad hanyalah sebuah wadah. Karena itulah mereka tidak memiliki keinginan untuk menyimpan, merawat atau menguburkannya.

Sesuai dengan kepercayaan bahwa mereka menghargai setiap kehidupan, maka adalah hal yang wajar jika tindakan terakhir mereka adalah menggunakan sisa tubuh mereka untuk menunjang hidup makhluk lain.

Bahkan kegiatan ini dianggap sebagai sebuah sedekah.

4. Endokanibalisme

20151215-Lukisan-tentang-EndokanibalismeLukisan tentang Endokanibalisme

Bagi beberapa budaya, cara terbaik untuk menghormati mereka yang sudah meninggal adalah dengan memakan mereka.

Menurut antropolog, tradisi ini dilakukan untuk menciptakan hubungan yang permanen antara yang masih hidup dengan yang sudah meninggal.

Tradisi ini dulunya dilakukan oleh masyarakat Melanesia di Papua Nugini dan suku Wari di Brazil.

Meski begitu, tradisi seram ini sudah tidak lagi dilakukan.

5. Pemakaman Viking

20151215-Lukisan-pemakaman-VikingLukisan pemakaman Viking

Suku Viking memiliki ritual pemakaman yang lebih mengerikan lagi.

Saat kepala suku meninggal dunia, tubuhnya akan diletakkan dalam sebuah makam sementara selama 10 hari saat persiapan lain dilakukan.

Pada masa ini, salah satu gadis budak akan “sukarela” untuk bergabung dengan si kepala suku di akhirat.

Gadis budak ini akan dijaga sepanjang waktu dan diberi minuman yang memabukkan.

Selanjutnya ketika upacara akan dimulai ia akan bersetubuh dengan enam pria Viking sebelum kemudian dicekik dan ditusuk hingga tewas.

Ia dan kepala suku tersebut kemudian diikat dalam perahu kayu dan dibakar bersama.

6. Tradisi Potong Jari

20151215-Korban-tradisi-potong-jariKorban tradisi potong jari

Masyarakat suku Dani di Papua Barat punya kebiasaan memotong jari mereka ketika seseorang dalam keluarganya meninggal dunia untuk menunjukkan bahwa dirinya sedang berduka.

Wanita yang memiliki hubungan dengan orang yang meninggal, bahkan anak-anak harus memotong satu ruas jarinya saat ada anggota keluarga yang meninggal.

Untuk melakukan hal ini, pertama jari diikat erat dengan seutas benang, kemudian jari dipotong dengan kapak. Jari yang terputus tersebut kemudian dikeringkan dan dibakar hingga menjadi abu atau disimpan di tempat khusus.

Ritual ini sekarang memang sudah dilarang, tapi efeknya masih terlihat pada orang-orang tua anggota suku Dani.

Itulah beberapa ritual mengerikan yang berkaitan dengan kematian atau pemakaman.

Setiap suku atau komunitas memang memiliki tradisinya masing-masing. Namun tradisi yang melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain memang seharusnya dihentikan karena hal ini tidak berperikemanusiaan. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 15 desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s